
Mobil Angga masuk ke area parkir Mall,,
Sengaja Angga mengajak Ica ke Mall karena mereka bisa menghabiskan waktu seharian di sini,,
Angga & Ica turun dan berjalan bersama memasuki Mall tersebut,,
" Kita makan dulu ya, udah waktunya makan saya gag mau kamu sakit lagi ucap Angga,,
Ica merasa senang dengan perkataan Angga entah mengapa selama bersama Angga hati Ica merasa bahagia dan bisa melupakan kejadian tempo waktu,,
" Kita mau makan dimana Mas, ucap Ica,,
Angga berhenti karena panggilan Ica membuat hatinya merasa berbunga,,
Ya panggilan Mas jauh lebih membahagiakan dari pada saat Ica masih memanggilnya Dokter,,
Ica menengok Bagas yang berdiri mematung, akhirnya Ica membalikan badannya dan tanpa sengaja tangannya menggandeng lengan Angga,,
" Ayo dong Mas,, katanya mau makan aku juga udah laper,, ucap Ica dengan menarik lengan Angga,,
" Iya Iya,, ya udah yuk,,
Kita ke resto di lantai atas aja ya,, ucap Angga,,
Ica hanya mengangguk sambil terus menggandeng lengan Angga,
Mereka sampai di sebuah Resto banyak menu Masakan disana,,
Angga mengajak Ica duduk di pojok agar bisa memandang diluar kaca,,
Angga memanggil pelayan untuk memesan makanan,,
" Kamu mau makan apa Ca? ucap Angga dengan memberikan Buku menu,,
Ica yang masih melihat liat sedikit bingung ingin rasanya dy memesan semuanya,,
" Aku bingung Mas, terserah Mas aja deh jawab Ica,,
" Ya Udah Mas pesenin aja ya,,
Akhirnya Angga memesan beberapa macam makanan karena tau Ica menyukai semua masakan di resto ini,,
" Mas sering kesini?? ucap Ica dengan melihat keluar jendela yang memperlihatkan pemandangan kota,,
" Kadang kadang sama Mamah,,
" Bagus ya Mas jadi bisa liat pemandangan diluar,,
Mereka terus memandang dan tenyata pesananya datang,,
Ica bingung, kenapa pesannya sesuai dengan keinginan Ica padahal Ica gag memilih dan Angga yang memilih semua,,
Angga yang melihat Ica pun tersenyum
" Kenapa Ca, kok diliati aja dimakan dong Mas tau kamu tadi mau pesan semua ini kan??
__ADS_1
Ica merasa malu, karena pasti Angga berfikir Ica sangat rakus,,
" Gag usah malu gitu ah jeles, udah mending dimakan nanti dingin gag enak ucap Angg menggoda Ica,,
Ica hanya cemberut yang terlihat sangat menggemaskan dan mulai memakan makanannya,,
Bagas hanya mengikuti kemana Diana berjalan, Bagas terlihat sangat malas menemani Diana,,
Diana terus memutari seisi Mall entah apa yang dicarinya,,
" Di, kamu sebenarnya Cari apa coba dari tadi muter muter gag jelas,, cape tau ucap Bagas
" Aku pengin nyari baju Gas, tapi belum ketemu yang seperti aku pengin,,
" Emang kamu cari yang kaya apa??
Diana membuka tasnya dan melihatkan model gaun terbaru,,
Bagas menggelengkan kepalannya,,
" Ya udah kita makan dulu aja yu, aku laper juga cape nemenin kamu muter muter,,
" Ya Udah tapi habis makan temani aku nyari lagi,,
" iya Iya Didi,,
Diana langsung menggandeng tangan Bagas dan menuju salah satu Resto di Mall tersebut,,
Ica yang terlihat kekenyangan pun sudah tidka menyentuh makanan didepannya,,
" Ya udah kalo udah kenyang jangan dimakan lagi nanti perut kamu malah sakit,,
" Emm,, terus kita mau kemana lagi Mas ucap Ica,,
" Kamu masih kekenyangan Ca, duduk bentar lagi ya baru nanti kita muter muter Mas temani kamu,,
Ica terus merasa sangat bahagia Angga selalu membuatnya tersenyum, Angga selalu baik juga perhatian dengannya,,
jantung Ica pun sedikit berdetak setiap kali mendengar ucapan Angga yang selalu manis,,
" Gimana masih perutnya, masih kekenyangan??
" Em,,, udah engaa ya Udah yukk kita jalan jalan lagi,,
Ica langsung berjalan dan diikuti Angga disebelahnya,,
Tanpa sengaja Ica menabrak seseorang saat akan keluar Resto,,
Ica hampir terjatuh untung Angga dengan segera menariknya sehingga Ica tidak terjatuh,,
" Ca, kamu gapapa ada yang sakit??
Ica yang sedikit kaget langsung memeluk Angga yang masih memegang tangan Ica,,
Jantung Ica berdetak sangat kencang mungkin karena masih merasa syok juga kaget,,
__ADS_1
Seorang yang menabrak Ica pun meminta maaf
" Maaf Maaf Mba, Mas saya gag sengaja saya buru buru,,
Ica melepaskan pelukannya dan mengangguk
" Lain kali hati hati jalannya,, ucap Angga dingin,,
Wajah Ica terlihat sedikit pucat dan masih terdiam,,
Angga yang melihatnya pun panik,,
" Ca, kamu gapapa kan??
Apa kita pulang aja??
Ica hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit menyenderkan kepalanya di lengan Angga karena merasa kepalanya Pusing,,
Mereka masih dengan posisi seperti ini dan Angga membiarkan Ica yang menyenderkan kepalanya,, tangan Ica pun terus dipegang Angga,,
Ya Ica memang masih sering pusing karena memang Ica mempunyai riwayat sakit anemia Angga pun mengetahuinya saat Ica masih menjadi pasiennya,,
Setelah merasa mendingan Ica mendongakan kepalanya,,
" Masih Pusing?? Ucap Angga melihat wajah Ica,,
Ica menggelengkan kepala nya,,
" Udah engga, ya udah kita jalan yuk Mas,,
" Kamu yakin??
" Iya Mas, aku udah gapapa
Angga tersenyum dan menggandeng tangan Ica khawatir Ica masih merasa pusing,,
Mereka pun akhirnya berjalan,,
Bagas dari jauh seperti melihat Ica dengan seorang laki laki,,
Pandangannya terus melihat kearah perempuan yang memakai dres orange dan menggandeng tangan laki laki,,
Ketika mereka lebih dekat ternyata yang dilihat Bagas benar itu adalah Ica,,
Namun Ica tidak melihat Bagas,,
Ica terlihat sangat bahagia dengan laki laki tersebut,
Bagas merasa hatinya hancur melihatnya, dy cemburu melihat Ica dekat dengan laki laki lain,,
Diana bingung Bagas yang tiba tiba berhenti dan memandang seseorang,,
" Gas, kamu Liatin siapa zie??
" Engga bukan siapa siapa, ya udah yok katanya laper kan,,
__ADS_1
Ucap Bagas yang berjalan dulu dan meninggalkan Diana,,