
Part Ulang Tahun Ica
Hari ini tepat dimana usia Ica menginjak 25th, semua kejutan untuk pesta ulang tahun Ica sudah siap, semua hampir sempurna kerja sama antara Angga, orang tua Angga, Bu Nia juga Sinta sahabatnya,,
Pesta yang sangat meriah disebuah Hotel berbintang yang sengaja Angga pesan karena ini bakal menjadi momen special untuk dirinya juga Ica kekasihnya,,
Bu Nia, Angga bahkan semuanya tidak menunjukan sikap aneh kepada Ica mereka bersikap seperti biasa,,
Angga seperti biasa mengantar Ica ke kantor lamanya karena hari ini Ica bakal beberapa hari dikantor lama dan tidak menuju kantor Cabang,,
" Sayang,, sore Mas gag jemput gapapa kan,, Mas ada jadwal ketemu pasien penting,, Ucap Angga berbohong,,
" Gapapa Mas,, nanti aku bisa pulang naik taxi,,
". Makasih sayang,, ucap Angga mengusap lembut kepala kekasihnya,,
Ica berjalan masuk menuju ruangan Divisi 1, ya ruangan dirinya dulu,,
Sinta sangat senang karena hari ini dia bakal seharian bersama Ica,,
" Ica,, ucap Sinta saat melihat Ica masuk kedalam ruangannya dan langsung memeluk sahabatnya,,
" Hai Sinta sayang,, sapa Ica dengan membalas pelukan sahabatnya,,
Setelah mereka melepaskan pelukan kangennya mereka kembali ke kursi, dan tidak berapa lama Diana masuk kedalam ruangan,,
Diana kaget melihat Ica berada diruangannya dan duduk dikursinya dulu,,
" Hai Mba Di,, sapa Ica tersenyum,,
" Oh, Hai Ca,, jawabnya bingung,,,
Ica dan Sinta menyelesaikan semua pekerjaanya sedangkan Diana masih bingung dengan keberadaan Ica, bukannya dy sudah menjadi kepala Cabang kenapa balik lagi??
Entah ah semua itu hanya pemikiran Diana yang merasa tidak senang dengan kembalinya Ica,,
Sebenarnya Ica gag kembali cuma sehari ini saja dia di kantor lamanya, karena sengaja di tugaskan Pak Irwan untuk mengawasi kinerja Diana yang menjadi kacau,,
Namun hanya dirinya dengan Pak Irwan yang mengetahui rencana ini,,
Waktu terus berjalan hingga tanpa mereka sadari sudah waktunya makan siang,,
" Ca,, ayo kita makan dulu aku kangen makan siang bareng kamu,, ucap sinta antusias,,
" Ayook,, aku juga kangen
Akhirnya mereka keluar dan menuju kantin, banyak yang mereka obrolkan maklum mereka biasa sering bertemu namun semenjak Ica mengurus Cabang mereka jarang ketemu,,
" Sin, udah jam 1 yuk balik keruangan,,
Ajak Ica
" Iya, iya bu Bos,, ucap Sinta menggoda Ica
" Apa an zie kamu gag lucu
Sinta tertawa mendengar jawaban Ica dan mereka akhirnya kembali keruangannya untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya,,
Sinta terus melihat kearah jam dinding, nanti sore adalah tugasnya untuk membawa Ica menuju tempa pesat tapi jangan sampai Ica curiga,
__ADS_1
Ditempat lain Angga sedang mengecek semua persiapan untuk malam ini, dimana Angga akan melamar kekasihnya,,
Angga kembali memandang Cincin didalam kotak yang sengaja dia selalu bawa, Angga takut kalo malah melupakan cincin itu,,
Sepertinya semua sudah beres tinggal menunggu waktunya saja gumam Angga sambil tersenyum,,
Jam sudah menunjukan pukul 3 sore, Sinta merasa deg degan,, karena dia masih bingung mencari alasan untuk bisa mengajak Ica,,
" Em,, Ca,, sore kita pulang bareng yukk ajak Sinta mendekati meja Ica
" Tumben kamu ngajak bareng, aku curiga ada sesuatu ya??
" Dih Pede banget, ,
" hahaaha,, becanda,, ok lagian juga Mas Angga gag jemput Sin,,
" Bagus dong,, jadi kita bisa bareng,,
Sinta berjalan kembali menuju mejanya,,
Jam terus berputar dan saatnya mereka siap siap untuk pulang,,
" Yuk Ca,, ajak Sinta,,
" Ya udah yukk
Akhirnya mereka berjalan keluar dan menuji mobil Sinta,,
" Ca,, temenin aku ya,, ajak Sinta
" Kemana Sin,,
Ica berpikir sejenak dan mengangguk menyetujuinya tanpa merasa curiga,, Ica sama sekali lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahunnya,,
Jalanan sore kota J terlihat sangat padat, Sinta mengirimkan pesan kepada Angga kalo mereka kejebak macet takut mereka sudah menunggu,,
Setelah 1jam terkena macet akhirnya mereka sampai ditempat tersebut,,
Sinta langsung memberi kabar kepada Angga, sebelum keluar mobil,,
Ica memandang bingung, kenapa mereka menuju Hotel bukannya Sinta memintanya untuk menemaninya walaupun memang Sinta tidak menyebutkan kemana,,
" Yuk Ca, kita turun ajak sinta,,
" Sin, kok ke hotel?? Kamu janjian sama seseorang??
" Iya ikut aja ya,, temenin aku ya,,
Ica pun terus mengikuti Sinta, mereka menaiki lift dan menuju lantai atas,
Karena pestanya memang berada diatas gedung,,
" Sin, kok kita ke lantai atas zie? Kita mau kemana zie sebenarnya?? Ucap Ica yang bertambah bingung,,
" udah ikut aja yuk, kamu cerewet deh goda Sinta,,
Setelah mereka sampai di lantai atas, terlihat sangat gelap dan tidak kelihatan apa apa,,
Sinta langsung menghilang dari sebelah Ica,,
__ADS_1
Ica yang memang takut akan gelap pun mencari Sinta yang sedari tadi berjalan disebelahnya,,
" Sin,, Sinta,, kamu dimana Sin,, ucap Ica
Ica semakin panik karena Sint tidak menjawabnya,,
" Sinta,, kamu jangan becanda ya gag lucu,,
Dan lagi lagi tidak ada jawaban, Ica semakin panik dan tanpa terasa dia pun terisak karena rasa takutnya,,
" Sinta,, kamu dimana hiks,, hiks,, hiks,,
Setelah beberapa menit dan isak tangis Ica terdengar perlahan lampu diatas gedung menyala,,
Ica kaget dengan pandangan di depan matanya,,
Sebuah gedung yang sudah disulap menjadi tempat yang sangat romantis, dengan dihiasi banyak lampu warna warni, beberapa bunga kesukaan Ica, dan terlihat diujung sebuah lampu berbentuk Hati,,
Ica semakin kaget dengan semua orang yanh berjalan menuju arahnya dengan membawa tar dan lilin ulang tahun,,
Ya mereka adalah Sinta, kedua orang tua Angga juga Bu Nia,,
Selamat Ulang tahun Ica,,, ucap semua orang disana,,
Ica terus terisak,,
Bu Nia berjalan mendekati Ica dengan membawa tar,,
" tiup lilinnya sayang dan jangan lupa berdoa,, ucap Bu Nia
Ica memejamkan matanya saat berdoa didalam hatinya dan meniup lilinnya,,
" Yeeeey,, selamat ulang tahun sayang,, maaf ya aku udah ngerjain kamu ucap Sinta sambil memeluk Ica,,
" Kamu jahat Sin,,,
Setelah semua orang memberikan ucapannya terdengar diujung suara piano,,
Ica memandang kearahnya dan ternyata Angga berdiri disana sambil tersenyum menatapnya,,
Ica semakin dibuat bingung dengan semua ini,
Angga mendekati Ica dan menggandeng Ica menuju Lampu yang berbentuk Hati,,
" Selamat Ulang Tahun Sayang,, ucapnya,,
Ica menatap Angga dan menangis melihat tingkah Angga yang berlutut dan mengeluarkan cincin dari saku celannya,,
" Sayang,, makasih kamu udah membuat hari hari Mas berwarna, merubah sifat Mas, dan Mambuat Mas menjadi lebih baik,,
Ica,, mau kah kamu menjadi Ibu dari anak anak Kita, mau kah kamu menemani Mas sampai kakek nenek, menemani Mas sampai napas terakhir Mas,, ucap Angga dengan masih berlutut,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kira - kira Ica bakal menerima Angga atau engga ya gaes?? 🤔🤔
Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa
Like, Vote juga komen kalian
__ADS_1
😘😘😘