
Cahaya matahari mulai menyinari udara pagi, suara nyanyian burung pun sudah mulai terdengar,,
Cahaya dari jendela kamar menerpa wajah Ica juga Angga yang masih nampak terpejam karena semalam mereka telah menghabiskan waktunya untuk mencari sate yang diinginkan oleh Ica..
Angga mengerjapkan matanya karena merasa silau terkena cahaya begitu pula dengan Ica yang juga mulai membuka matanya..
Ica langsung memeluk Angga dan membenamkan wajahnya di dada bidang Angga,, entah kenapa dia ingin sekali memeluk Angga dan sangat terasa nyaman dalam pelukan suaminya, pelukan yang menghangatkan dan selalu membuatnya ketagihan..
Angga merasa bingung dengan tingkah Ica, namun dia hanya membalasnya dengan membelai rambut lurus Ica dan menciumi kepala Ica..
Ica melepaskan pelukannya dan menatap wajah Angga, jarak wajah mereka hanya 5cm hembusan napas Angga pun terasa diwajahnya..
Tanpa basa basi Ica langsung mencium bibir Angga dan tangannya berputar-putar di dada..
Angga bertambah heran dengan tingkah Ica yang sangat agresif, dan Angga pun hanya mengikutinya,, dia membalas ciuman Ica dan ******* bibir tipis Ica..
Sebenarnya Angga langsung terangsang dengan sikap Ica namun sebisa mungkin dia menahannya karena dia takut akan terjadi sesuatu dengan bayi di dalam kandungan Ica..
Angga melepaskan pelukannya dan menatap wajah sayu Ica..
Lagi-lagi Ica membenamkan wajahnya di dada Angga dan menciuminya sampai meninggalkan bekas merah disana..
Angga sudah tidak tahan dengan sentuhan Ica akhirnya di ******* bibir Ica dan mengabsen seisi mulut Ica sedangkan tangannya juga bermain di dada Ica yang sudah mulai mengeras, karena kehamilan dada Ica terlihat sedikit membesar dan lebih kenyal,,
Angga terus memainkannya sampai Ica pun mendesah merasakan kenikmatan..
Angga yang mendengarnya langsung menghentikan ciumannya dan beralih menciumi tengkuk, leher dan turun ke dada..
Angga menciumi seluruh wajah dada Ica dan meninggalkan bekas di sana..
Ica terus mendesah karena merasakan kenikmatannya,,
Entah kenapa hormon ibu hamil lebih tinggi dan lebih agresif..
Ica yang biasanya sedikit pasif sekarang bahkan dia lebih agresif dan lebih aktif..
Angga yang sudah tidak bis menahan nafsunya langsung membuka kaos dan membuangnya ke sembarang..
Sedangkan Ica sudah tidak memakai pakaian sehelai pun entah kapan dicopotnya..
__ADS_1
Saat Angga akan menindih tubuh Ica dia teringat dan langsung duduk, dia tidak melanjutkannya dia sangat takut terjadi sesuatu dengan bayinya, dia tidak mau kehilangan kedua kalinya..
Ica yang melihatnya pun merasa kecewa,..
" Maaf sayang,, Ucap Angga dengan merebahkan badannya disisi Ica dengan napas yang ngos-ngosan..
" Mas,, tapi aku pengin,, ucap Ica dengan menciumi leher Angga..
" Mas takut terjadi apa-apa sama bayi kita Yank,,
Ica langsung bangun dan menutupi badannya dengan selimut..
Dia mengambil HPnya yang berada diatas napas dan terlihat menelpon sesorang..
Angga hanya melihatnya dengan tatapan bingung..
" Halo Ras, ini aku Ica..
" Iya Ca, kenapa,, apa ada sesuatu ucap Laras diseberang
" Ras, aku mau tanya sesuatu boleh
" Kalo lagi hamil apa boleh melakukan hubungan intim
" Boleh aja Ca, tapi pelan-pelan ya dan kalian langsung berhenti saat kamu merasakan rasa sakit..
" Ya Uda Ras,, makasih ya ucap Ica dengan langsung menutup telponnya..
Angga yang sedari tadi menatap Ica merasa heran dengan sikap Ica sekarang,
Kok ngidamnya gini amat ya,, batin Angga..
Ica pun langsung menatap Angga..
" Boleh Mas,, tadi kata Laras asal pelan dan berhenti saat aku merasa nyeri atau sakit..
Angga langsung mendekatnya kembali wajahnya..
" Sayang,, kenapa gag dari dulu zi kamu bersikap seperti ini.. Ucap Angga dan langsung ******* bibir Ica..
__ADS_1
Angga pun melajukannya dengan sangat hati-hati dan membuat Ica dalam posisi senyaman mungkin agar tidak merasakan rasa sakit ataupun nyeri..
Ica terlihat sangat menikmatinya, desahan demi desahan keluar dari mulut mereka..
Angga pun merasakan sensasi luar biasa berbeda dengan biasanya apalagi dengan sikap Ica yang sedikit lebih agresif..
Angga terus menggoyangkan pinggulnya pelan,,
Setelah beberapa menit Ica yang akan mencapai puncaknya langsung menarik kepala Angga den membenamkan wajahnya di leher Angga menahan kenikmatannya begitu pun dengan Angga yang sama-sama mencapai puncaknya. ..
Angga langsung membaringkan badannya disebelah Ica dengan napas ngos-ngosan dan keringat yang bercucuran..
Angga menatap wajah Ica dan menciuminya..
" Apa ada yang sakit Yank,, ucap Angga dengan mengusap keringat di wajah Ica
Ica menggelengkan kepalanya dan mengusap pipi Angga..
Setelah dirasa cukup akhirnya mereka pun mandi bareng,
Angga mengangkat badan Ica dan membawanya ke kamar mandi, merekapun berendam bersama..
Angga membantu Ica mandi karena Ica terlihat kelelahan mungkin karena faktor kehamilan,,
Setelah 15menit, Angga kembali mengangkat badan Ica dan mendudukannya di depan meja rias..
Angga membantu Ica mengeringkan rambutnya..
Setelah selesai Angga menuntun Ica duduk di sofa sedangkan dia turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk Ica..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Up,, up,, up,, Lagi nie gaes..
Untuk yang kangen Bagas,, tunggu aja ya nanti Bagas akan muncul kembali begitu pun dengan Diana,, 😁😁
Ikuti terus ceritanya,,
Love You All
__ADS_1
💋💋