
Sepanjang Jalan Ica hanya terus menangis mengingat semua kenangan bersama Bagas selama 4th,,
Tidak pernah ada dalam pikiran Ica hubungannya bakal menjadi seperti ini, bahkan sebenarnya mereka sudah berencana untuk bertunangan di tahun baru, dimana pertama kali mereka bertemu, mereka berkenalan sampai mereka jadian tepat tgl 1 januari,, tapi semua musnah hanya karena orang ketiga yang tidak lain sahabat Ica sendiri,,,
Ica tidak menyangka orang yang begitu dicintainya, disayanginya bisa berbuat seperti ini sepadanya,, sedangkan Diana yang sudah Ica anggap seperti kakak sendiri bahkan berkhianat kepadany,,
Apa salah aku sama kalian kenapa kalian berbuat seperti ini,, gumam Ica dengan tangisannya,
Sampai akhirnya Ica sampai di depan rumah ya,,
Ica keluar taxi dan melihat mobil Bu Nia sudah ada di halaman rumahnya,,
Segera Ica menghapus air matanya,,
Segera Ica masuk ke dalam rumah, Bu Nia yang sedang duduk santai di ruang tengah melihat Ica yang baru pulang dengan tidak menyapanya bahkan langsung berjalan ke kamarnya membuat Bu Nia bingung,,
Pasalnya Ica tidak pernah seperti ini, setiap pulang Ica selalu salam dan mencium tangan Bu Nia tapi kali ini??
Bu Nia yang merasa aneh dengan Ica pun akhirnya menuju kamar Ica,,
"Tok,,, Tok,,, Tok,,,
Suara pintu kamar Ica, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar,,
" Ica sayang, Ibu masuk ya,,,
Ucap Bu Nia dengan membuka pintu dan melihat Ica yang sedang menangis langsung berjalan kearahnya,,
Ica yang merasakan sentuhan tangan Bu Nia langsung bangun dan memeluk Bu Nia,,
Tangisnya menjadi di dalam pelukan Bu Nia,,
Bu Nia khawatir dengan keadaan Ica yang seperti ini,,
Bu Nia terus mengusap lembut punggung Ica untuk menenangkan hati Ica,,
Bu Nia sengaja tidak bertanya dulu, dan membiarkan Ica menangis sepuasnya menumpahkan kesedihannya,,
__ADS_1
Dan baru akan menanyakannya setelah Ica lebih baik,,
Entah berapa lama Ica terus menangis dipelukan Bu Nia,, hingga akhirnya tangis Ica pun sedikit mereda,,
Bu Nia yang melihatnya langsung melepaskan pelukan Ica, menatap mata putri satu satunya yang begitu sembab,,
" Apa sudah lebih baik sayang, ucap Bu Nia yang melihat tangisan Ica sedikit mereda,,
Ica hanya mengangguk,,
" Apa mau Cerita sama Ibu, tanya Bu Nia,,
Ica yang bingung harus memulai ceritanya dari mana cuma terdiam dan menundukan kepalanya,,
" Kalo belum mau cerita sama Ibu gapapa sayang, Ibu ngerti apa yang kamu rasakan saat ini,,
Air mata Ica kembali menetes dan Ica pun kembali memeluk Bu Nia,,
" Kenapa Mas Bagas jahat sama Ica bu, salah Ica apa?? Ucap Ica dengan masih terisak,,
Sekarang kamu cerita sama Ibu pelan pelan ya,,
Ica pun melepas pelukannya dan menatap mata Bu Nia,, Bagi Ica Bu Nia bukan sekedar Ibu tapi Bu Nia sudah seperti temannya yang selalu mendengarkan setiap curhatan Ica,,
" Jadi,,,,
Ucap Bu Nia yang masih menatap wajah Ica sambil mengusap air mata Ica yang terus mengalir,,
" Mas Bagas punya hubungan denga Mba Diana Bu, bahkan mereka kost di tempat yang sama, Ica bahkan gag tau soal itu,,
Ica menghentikan ucapannya karena hatinya masih terasa sakit mengingat semuanya,,
Bu Nia yang masih setia mendengarkannya pun memegang tangan Ica memberikan kekuatan untuk anak perempuannya,,
Setelah beberapa saat Ica terdiam akhirnya Ica kembali bercerita,,
" Udah 2hari Mba Diana sakit, dan Mas Bagas kemarin sengaja ijin untuk menemani Mba Diana di kost,,
__ADS_1
Bu Nia akhirnya membuka suaranya,,
" sayang, kamu tau dari mana semua itu??
" Ica tau dari dari Bu Rani ibu kost mereka setelah kemarin Ica akan ke Mas Bagas ketemu Bu Rani, dan beliau menceritakan semuanya,,
" Terus,,, ucap Bu Nia karena Ica kembali menundukan kepalannya,,
" Pulang kerja Ica langsung nanya ke Mas Bagas tentang semuanya Bu, dan Mas Bagas mengakui hubungan mereka,,
Ica kembali terisak karena mengingat hubungannya dengan Bagas,,
" Ica memutuskan hubungan ini karena Mas Bagas gag bisa memilih salah satu diantara Ica juga Mba Diana,,
Bu Nia ikut merasakan kepedihan di hati Ica, begitu hancurnya hati Ica sekarang, hubungan yang sudah mereka jalani selama 4th harus berakhir seperti ini,,
" Sayang, dengerin Ibu,,
Kamu gag salah, Bagas gag salah bahkan Diana pun gag salah,, yang salah adalah perasaan sayang,,
Ini semua sudah takdir Allah, semua sudah diatur oleh Nya,, kamu gag mau seperti ini, mereka pun juga gag mau,,
berati Bagas bukan Jodoh kamu sayang, sekarang yang harus Ica pikirkan adalah diri Ica sendiri, Ibu gag mau dengan masalah ini Ica jadi sakit,, kamu harus tetap melanjutkan hidup kamu Ica,, ada Ibu disini yang selalu ada buat Ica,,
Ica hanya terdiam mendengarkan semua omongan Ibunya, walaupun semua itu susah tapi Ica harus berusaha,,
Ica langsung memeluk Bu Nia tanpa menjawab omongan Bu Nia,,,
" Ya Udah kamu sekarang istirahat, biar besok bisa lebih seger,,
Gapapa kalo Ibu tinggal keluar ya,,
Ica lagi lagi hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya,,
Bu Nia pun mencium kepala Ica dan berjala keluar,,
Sebenarnya Bu Nia gag tega meninggalkan Ica sendiri dalam keadaan seperti ini, tapi Bu Nia sengaja agar Ica bisa memikirkan semua omongannya,,
__ADS_1