
Proff Ica,,,
Pagi ini Ica merasa tubuhnya sangat lemas, kepalanya sangat pusing juga pandangannya kabur,,
Ica melihat jam dan ternyata sudah jam 6, Ic kesiangan, biasanya Ica selalu bangun jam 5 pagi namun karen semalem tidak bisa tidur & baru tidur sekitar jam 4 Ica jadi kesiangan,,
Ica memaksakan bangun walaupun badannya sangat lemah,,
Ica baru turun dari ranjang & akan berjalan tiba tiba kepalanya sangat pusing dan Ica langsung terjatuh ke lantai,,
Di meja makan, Bu Nia yang sudah duduk menunggu Ica sarapan pun bingung karena tidak biasanya Ica bangun siang,,
Dan ini sudah menunjukan pukul 6.45,,
Bu Nia langsung berjalan ke kamar Ica,,
Begitu terkejutnya Bu Nia yang melihat Ica tergeletak diatas lantai,,
" Ica,, Ica,, sayang bangun Nak,,
Ya Allah badan Ica panas sekali,, ucap Bu Nia menyentuh kening Ica,,
" Bi Siti,, tolong bi,,
Teriak Bu Nia memanggil Bi Siti yang berada di dapur,,
Bi Siti yang mendengar majikanya teriak segera berlari,,
" astagfirulla,, Non Ica kenapa Nyah,,
" Saya gag tau bi, tolong saya bawa Ica ke rumah sakit Bi,,
Merekapu akhirnya membawa Ica ke rumah sakit,,
Dikantor Sinta terus melihat jam tangannya, sekarang sudah jam 8.30 pagi namun Ica belum juga sampai,,
Sedangkan Diana sudah mulai masuk hari ini karena sudah membaik,,
Ica kemana zie kok belum sampai,?? gumam Sinta dalam hati,,
Dirumah sakit Ica sudah mendapatkan penanganan dan sekarang Bu Nia masih mengurus administrasi karena Ica harus dirawat beberapa hari, keadaan Ica sangat lemah,,
Setelah administrasi selesai akhirnya Ica dipindahkan ke ruang Inap,,
Bu Nia duduk disebelah Ica yang wajahnya terlihat sangat pucat dengan Inpus ditangannya,,
Bu Nia langsung mengambil Hp nya karena belum sempat mengabari Sinta kalau Ica gag bisa masuk untuk beberapa hari,,
**********
__ADS_1
Drrrt... Drrrt...
Suara getar Hp Sinta,
Sinta yang melihat nama Bu Nia di layar Hpnya langsung menggeser tombol hijaunya,
" Assalamualaikum Bu,, salam Sinta,,
" Waaikumsalah,,
Ini Ibunya Ica Sin, Ica tidak bisa berangkat kerja untuk beberapa hari,, sekarang Ica dirawat Di rumah sakit,,
Ucap Bu Nia diseberang
Sinta pun merasa kaget dengan kabar dari Bu Nia,,
" Astagfirullah,, Ica kenapa Bu,,
Baik Sinta bakan minta ijin buat Ica, sore pulang Sinta ke sana ya Bu,,
Setelah mengucapkan salam Sinta pun menutup telponnya,,
Diana yang melihat Sinta, langsung menanyakannya,,
" Ada apa Sin,, Ica kenapa?? Ucap Diana yang melihat kearah Sinta,,
" Ica sakit dan sekarang dirawat di rumah sakit ucap Sinta dingin, karena sinta tau pasti ini ada hubungannya dengan Diana juga Bagas,,
Ucap Diana kembali,,
" Ica pingsan tadi pagi, sore aku baru mau ke rumah sakit,, sekarang aku mau keruangan Pak Irwan dulu minta ijin buat Ica,,
Ucap sinta dengan berjalan keruangan Pak Irwan,,
********
Sinta langsung berjalan keluar setelah semua pekerjaannya selesai,,
Dy akan langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keaadaan Ica,,
Sungguh Sinta merasa sangat marah dengan Diana ataupun Bagas, Sinta yakin semua ini karena hubungan mereka,,
Sinta segera menaiki taxi online yang sebelumnya sudah dy pesan,,
Sinta mampir di kios buah untuk membawanya ke rumah sakit,,
Sinta langsung berjalan menuju kamar inap Ica yang sebelumny sudah di beri tahu Bu Nia,,
" Ceklek,,
__ADS_1
Pintu terbuka,
Ica yang sedang berbaring denga Bu Nia yang duduk disebelah ranjangnya pun menoleh,,
Sinta yang melihat Ica langsung berjalan mendekatinya,,
" Ica, kamu kenapa jadi kayak gini zie,,
Ucap Sinta berdiri disamping ranjang Ica,,
Ica hanya tersenyum karena masih sangat lemas badannya,,
Sinta melihat wajah Ica sangat pucat dan tubuh Ica yang sangat lemah juga inpus ditangannya membuat mata Sinta berkaca kaca,,
Mereka sudah sangat dekat, apa yang Ica rasakan pasti sinta juga merasakan begitupun sebaliknya apa yang sinta rasakan Ica pun ikut merasakan,,
Bu Nia yangs sedari tadi melihat Sinta berdiri akhirnya mengambilkan kursi dan mempersilahkan duduk,,
" Sinta duduk sayang, kamu nanti cape berdiri terus,, oya Ibu nitip Ica sebentar ya,, Ibu mau nebus obat Ica dulu ucap Bu Nia,,
" Iya Bu, jawab Sinta,
Akhirnya Bu Nia keluar menuju apotik, sedangkan Sinta terus menggenggam tangan sahabatnya yang sangat lemah,,
" Ca, kenapa kamu kayak gini zie,,
Bukannya kemarin kamu pulang bareng Bagas, terus kenapa sekarang gini,,
Wajah Ica berubah dan matanya pun mulai berkaca kaca,,
Ica ga mungkin menyembunyikan semuanya kepada Sinta, Sinta adalah sahabatnya,,
Dengan meneteskan Air matanya Ica menceritakan tentang Hubungannya dengan Bagas, Diana & Bagas yang kost ditempat yang sama sampai hubungan antara Bagas juga Diana,,
Tangis Ica pecah saat menceritakan semunya,,
Sinta yang mendengarnya pun tidak kuat menahan air matanya, menggenggam tangan Ica dan memeluk Ica,,
Melihat sahabatnya diperlakukan seperti ini hatinya pun ikut merasa sakit,,
" Ca, kamu harus kuat,,
Laki laki bukan hanya Bagas, kamu bisa dapet yang lebih dari Bagas,, Bagas gag pantes kamu tangisi Ca,, ada aku juga Ibu yang selalu menemani kamu,,
Kamu pasti bisa lewati semua ini Ca,,
Uca Sinta dengan mengeluarkan air matanya,,
Ica memandang Sinta betapa bahagiannya dy mempunyai sahabat seperti Sinta yang selalu ada buatnya,,
__ADS_1
Bu Nia yang sudah kembali dari apotik sengaja berdiri didepan pintu, mendengarkan semuanya,,
Hatinya ikut menangis, betapa sakitnya hati Bu Nia melihat anaknya seperti ini,,