Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 55


__ADS_3

Di Dalam Mobil Ica masih terlihat cemberut, dy hanya terus memandang keluar jendela tanpa melihat Angga disebelahnya,,


Ica masih merasa kesal dengan sikap Angga dirumahnya,,


Angga menoleh dan melihat Ica yanh cemberut dan hanya melihat keluar jendela,,


Angga tersenyum, ternyata benar ucapan Bu Nia kalau Ica sebenarnya sangat,,


Tapi Angga malah merasa senang ketika melihat tingkah manja Ica,,


" Ca,,, panggil Angga dengan masih fokus menyetir


" Hem,, jawab Ica tanpa menoleh dan terus memandang keluar


" Ica,,, Angga yang kembali memanggilnya,,


" Apa,, jawab Ica malas namun pandangannya terus keluar,,


Angga mengerti dengan sikap Ica, Angga langsung menghentikan mobilnya karena Angga gag mau melihat Ica yang terus marah apalagi sekarang mereka akan jalan jalan,,


" Ica,, hey,, panggil Angga sambil tangannya menarik dagu Ica,,


Spontan mata mereka bertemu, Angga melihat mata Ica yang sedikit berkaca kaca,,


Ica langsung menunduk saat air matanya mengalir,,


Ya itulah Ica, dy selalu menangis setiap merasa hatinya sesak atau saat dy sedang cemberut,,


" Ica Liat Mas,, ucap Angga dengan suara lembutnya,,


Ica melihat wajah Angga yang begitu dekat dengan wajahnya,,


" Kenapa kamu nangis hem,, ucap Angga dengan mengusap air mata Ica,,


Ica hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk,,


Angga langsung membawa Ica dalam pelukannya, Ica hanya pasrah dan mulai terisak,,


Angga menenangkannya dengan mengusap lembut punggung Ica.


" Mas minta maaf ok,, Mas gag ada maksuk cuekin kamu tadi,,


Ica menggelengkan kepalanya dan masih memeluk Angga,,


" Hey,, udah dong nangisnya kan kita mau jalan jalan,,


Ica mendongakan kepalanya dan melihat Angga yanh tersenyum kepadanya,,


" Terus tadi kenapa dirumah, Mas sama Ibu langsung diem pas aku dateng ucap Ica manja dengan mengusap air matanya,,


Angga tersenyum melihat tingkah Ica yang manja sungguh sangat menggemaskan,,


" Kita gag ngobrolin apa apa kok,,


" Bohong, terus kenapa Ibu manangis,,

__ADS_1


jawab Ica


" Serius Ca, Ibu hanya berpesan sama Mas suruh jagain kamu,,


Deg,,


Jantung Ica langsung berdetak kencang,


Dan wajahnya pun memerah,,


Ica langsung menghadap kearah depan,,


" Ya Udah kita lanjut lagi ya, ucap Angga dengan kembali menjalankan mobilnya,,


Mereka berencana untuk ke sebuah tempat wisata di kota J, Angga sengaja mengajak Ica kesana karena Ica sangat menyukai keindahan Alam,,


************


Diana yang masih kecewa dengan tingkah Bagas pun memilih tidak keluar kamar, dy hanya keluar untuk membeli makan saja dan kembali kedalam kamarnya,,


Bagas pun terlihat sama, dy hanya sesekali keluar kalau merasa lapar untuk hanya sekedar membeli makanan,,


Sudah dua hari mereka saling diam,


Pikiran Bagas masih kepada Ica, bahkan seakan akan Bagas melupakan Diana yang sekarang menjadi kekasihnya,,


Sebetulnya Diana sangat takut akan hubungannya dengan Bagas saat ini, mereka saling acuh,,


Kalau aku terus diem dan Bagas diem gimaan dengan hubungan ini, aku gag mau kehilangan Bagas, aku sangat mencintainya ucap Diana dengan meneteskan air matanya,,


Akhirnya Diana berjalan menuju kamar Bagas hatinya gelisah, dy takut Bagas bakal bersikap seperti waktu itu,,


Tapi dy tidak punya pilihan lain untuk mempertahankan hubungan mereka,,


Diana sudah berdiri tepat didepan pintu kamar Bagas yang tertutup,,


Tidak ada suara apa pun di dalam kamar,,


Dengan sedikit rasa berani akhirnya Diana mengetuk pintu kamar,,


Setelah beberapa kali akhirnya Bagas membukakan pintunya,,


Tidak ada omongan sama sekali dan Bagas langsung berjalan masuk kamar,,


Wajah Bagas masih sama seperti malam itu,,


Diana pun melangkah mendekati Bagas yang duduk di sofa,,


Diana duduk disebelah Bagas,


Tangan Bagas terus menutupi wajahnya,


Ya Bagas terlihat sangat Kacau akhir akhir ini,,


Diana memegang lengan Bagas dan mengelusnya,,

__ADS_1


Diana memilih mengalah untuk saat ini, untuk hubungannya dengan Bagas,,


" Kamu kalo ada pikiran cerita sama aku Gas,, aku pacar kamu,, aku gag tega liat kamu seperti ini,,


Bagas masih terus terdiam dengan posisinya,,


" Gas, tolong dong kamu jangan siksa aku dengan sikap kamu yang kayak gini, aku gag tau salah aku apa sama kamu, tiba tiba kamu langsung dingin, cuek bahkan marah marah gag jelas sama aku, aku punya salah apa sama kamu Gas??


Ucap Diana dengan tangisannya,,


Bagas membuka tangannya saat mendengar Diana yang menangis,,


Diana gag salah, Bagas lah yang salah disini tidak seharusnya Bagas bersikap seperti ini kepada Diana,,


Akhirnya Bagas menarik Diana dan memeluknya,,


" Kamu gag salah Di, Aku yang salah,, gag seharusnya aku kayak gini sama kamu,, ucap Bagas dengan memeluk erat Diana


Diana terus menangis bahkan terdengar isak tangisnya,,


" Maafin aku Di, Maafin aku,,


Jujur dalam hati Bagas dy merasa bersalah dengan Diana, sekarang Diana menjadi kekasihnya tapi hatinya masih memikirkan Ica,,


Diana melepaskan pelukannya, dan menatap Bagas yang ternyata matanya sudah berkaca kaca,


" Sebenarnya kamu kenapa Gas, kenapa kamu jadi seperti ini,, aku gag mau hubungan kita hancur ucap Diana menatap Bagas,,


Bagas hanya terdiam dan menghela napasnya,,


" Jujur Di, aku masih sangat menyayangi Ica, hati aku belum bisa melupakan Ica,,


Maaf kalo aku menyakiti hati kamu,,


Diana kembali meneteskan air matanya mendengar ucapan Bagas,,


Jadi selama ini Bagas belum melupakan Ica,,


" Engga Gas, aku gag mau kita putus,,


Kasih aku kesempatan,, aku yakin kamu pasti bisa melupakan Ica dan membuka hati kamu untuk aku,, ucap Diana dengan terus meneteskan air matanya,,


" Aku gag yakin Di, aku gag mau nantinya aku menyakiti hati kamu,,


" Aku gag mau Gas,,


Aku sayang banget sama kamu, aku gag mau putus,,


Bagas yang melihat Diana nangis histeri akhirnya mengalah,,


" Kasih aku waktu buat bisa nrima kamu dihati aku ya Di,, aku gag janji, tapi aku bakal berusaha,,


Diana langsung memeluk Bagas,,


Dia gag mau hubungannya hancur, dy bakal berusaha untuk bisa mendapatkan hati Bagas dan menggantikan posisi Ica dihatinya,,

__ADS_1


__ADS_2