
Setelah selesai makan Bagas mencuci tempat makannya dan akan mengembalikan ke Diana saat jam istirahat saja..
Akhirnya Bagas melanjutkan kerjanya..
Ica yang berada dalam masalah karena lahan yang akan di bangun masih dipermasalahkan oleh pemiliknya terlihat menyelesaikan tanpa dy sadari banyak pesan juga telp masuk di Hp nya..
" Sepertinya kita bakal sedikit lama tinggal di sini Ca, pemilik lahan masih belum bisa melepas lahannya padahal sebelumnya mereka sudah bersedia menjual" ucap Pak Irwan yang terlihat sedikit frustasi..
" Iya pa, beberapa hari ke depan kita coba menghubungi pemiliknya dan kita coba nego ulang saja pa, masalahnya minggu depan harus sudah mulai pembangunannya" jawab Ica dengan membuka beberapa berkas di dalam map..
" Ya sudah kita lebih baik makan siang dulu dari pagi kita sudah dipusingkan dengan masalah ini jangan sampai kita malah sakit ucap Pak Irwan..
********
Di kantor Diana terus terusan melihat ke jam tangannya, dirasanya waktu sangat lama..
Sinta yang sedari tadi meliriknya bingung dengan tingkah Diana..
Tiba tiba Hp sinta berdering dan menampilkan nama Ica di layarnya dengan segera dipencet tombol hijau..
"Halo Ca,
apa?? Kok bisa kayak gitu.. Terus sekarang gimana??
__ADS_1
Berarti kamu gag jadi pulang sore ini..
Iya gapapa Ca, kamu selesaikan dulu masalah disana ya biar di sini aku sama mba diana yang urus..
Iya, kamu hati hati jaga kesehatan juga..
Waalaikumsalam..
" Kenapa Ica,, tanya Diana hanya mendengar omongan Sinta tanpa tau ada masalah apa..
" Di sana lagi ribet mba, pemilik lahannya berubah pikiran jadi kemungkinan Ica hari ini belum bisa balik masih harus urus masalah di sana
" Astaga,, kok bisa gitu kasihan Ica dong di sana..
Ucap Sinta dengan terlihat masih berpikir..
Yes,, sekalian pindah di sana aja gag usah balik gumam Diana yang merasa senang karena dengan Ica yang semakin lama disana dy lebih leluasa mendekati Bagas..
jam sudah menunjukan pukul 12.15 tapi sepertinya Sinta masih saja bermain dengan leptopnya..
Diana yang sudah merasa laper akhirnya pergi duluan ke kantin..
semoga Bagas masih di kantin ucap Diana sambil mempercepat langkhnya..
__ADS_1
Sampai di kantin Diana mencari cari namun tidak menemukan Bagas ahirnya dy memesan makanan..
Di luar terlihat Bagas yang sedang menerima telponnya dan pasti itu adalah telp dari Ica kekasihnya..
Wajah Bagas yang tadinya senang berubah menjadi muram..
Ya pasti Ica memberi kabar kalau dy bakal lebih lama di sana..
Namun Bagas pun tidak bisa egois, ini semua bukan kemauan Ica namun karena ada masalah..
"Kamu yang sabar ya sayang, aku yakin kamu pasti bisa ngatasi ini semua,, maafin aku ya yang gag bisa bantu kamu,,
Jaga kesehatan Ca, semoga cepat selesai jadi kamu bisa cepet pulang,,
Kamu ati ati di sana ya,, kabari aku kalau ada apa apa"
Setelah Bagas mengatakan semua itu akhirnya dy mengakhiri telponnya..
Kasihan Ica, maafin aku sayang gag bisa bantu kamu ucap Bagas dalam hati..
Bagas akhirnya lebih memilih balik ke ruangannya karena tiba tiba dy gag nafsu makan, dy terus memikirkan keadaan Ica di sana andai saja dy bisa cuti mungkin bakal terbang menemui & membantu kekasihnya..
Di kanti Diana terlihat clingukan mencari Bagas yang sama sekali tidak terlihat,,
__ADS_1
Akhirnya dy balik ke ruangan dengan sebelumnya membelikan Sinta makanan,,