Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 50


__ADS_3

Ica keluar kamarnya setelah membersihkan badannya dan juga karena perutnya yang laper,,


Ica berjalan ke meja makan yang terlihat Bu Nia sedang makan,,


Ica duduk dikursi sebelah Bu Nia dan mengambil nasi juga lauk dipiringnya,,


" Lo Ica,, kamu udah bangun sayang ucap Bu Nia sambil menyendokkan makan kemulutnya,,


" Bu, kok Ica gag dibangunin zie tadi,,


Jadi Mas Angga gendong Ica,, Ica jadi malu bu,, ucap Ica sedikit cemberut,,


" Tadinya Ibu mau bangunin kamu, tapi dilarang Angga, takut kamu kaget Ca,,


Ica hanya manggut manggut sambil mengunyah makanannya,,


" Ca, Ibu boleh ngomong sesuatu??


" Emang Ibu mau ngomong apa zie??


" Sepertinya Angga suka sama kamu Ca, Ibu liat dari dy memperlalukan kamu,,


Ica tersedak makanan yang di makan karena mendengar ucapan Bu Nia


"Uhuk,, uhuk,,,


Bu nia langsung memberikan minum,,


" Ibu tau dari mana zie, gag usah ngaco deh ucap Ica sambil meletakan gelas,,


" Ibu liat dari cara dy mandang kamu Ca,, ibu juga setuju kok kalo kamu sama Angga,,


Ica menghentikan makannya dan wajahnya terlihat sedih, Ica kembali teringat hubungannya dulu dengan Bagas,,


Ica gag mau kedepannya dy bakal Seperti itu lagi, Ica masih takut untuk menjalin hubungan dengan seseorang, walaupun sebenarnya Ica sudah sedikit mempunyai perasaan dengan Angga,,

__ADS_1


Bu Nia langsung berjalan mendekati Ica dan memeluknya,,


" Maafin Ibu Ca, Ibu gag bermaksud membuat kamu sedih,, Ibu cuma ingin melihat kamu bahagia,,


Tanpa terasa air mata Ica menetes,, Ica terus memeluk Bu Nia,, tangisannya sedikit terdengar,,


Setelah beberapa saat Ica melepaskan pelukannya,,


Dan tersenyum kearah Bu Nia,,


" Ica gapapa bu, Ica cuma belum siap aja Bu,,


Bu Nia mencium kepala Ica dan kembali ke kursinya,,


Mereka menyelesaikan makan malamnya,,


*********


Keesokan Harinya,,


Diana sudah siap menunggu Bagas untuk berangkat kerja, setelah hubungan Bagas dengan Ica putus, sekarang Bagas selalu bareng Diana ke kantor,,


Diana langsung menghampiri Bagas,


Bagas tidak berbicara apa pun, dy hanya terus diem,,


Mereka berangka bersama, dalam perjalanan pun Bagas masih tetap diam,,


Diana merasa bingung dengan sikap Bagas dari kemarin siang,,


" Gas, kamu tuh kenapa zie?? Dari kemarin cuek terus,,


" Aku gapapa Di,


Jawab Bagas singkat,,

__ADS_1


Akhirnya Diana hanya terdiam tanpa bertanya lagi kepasa Bagas,,


Selama perjalanan tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Bagas, pikiran Bagas masih terus kepada Ica yang bersama seorang laki laki,,


Setalah 20menit akhirnya mereka sampai dikantor,,


Diana turun dan mengembalikan helm Bagas,


Pandangan Bagas tertuju pada Ica yang ternyata juga baru sampai keluar dari mobilnya,,


Sekarang Ica lebih sering diantar supir Bu Nia,,


Bagas terus memperhatikan Ica mulai dari Ica turun dari Mobil sampai berjalan melewati parkiran,,


wajah Ica terlihat bahagia, mungkin karena Ica sudah ikhlas dengan hubungannya dan Angga yang selalu ada untuknya,,


Diana yang melihat Bagas terus memandang Ica pun sangat marah,


Diana terus merasa takut akan hubungannya dengan Bagas berakhir,, karena Diana sangat mencintai Bagas,,


" Gas, Ayo kita masuk ucap Diana kesal dan langsung menggandeng lengan Bagas,,


Bagas hanya mengikutinya tanpa ada ucapan apapun,,


Wajah Ica terus terbayang dipikiran Bagas,,


Ica sekarang menjadi lebih Cantik,,


Diana menghela Napas kasarnya yang terus melihat Bagas hanya diam,,


" Udah deh aku keruangan dulu,,


Ucap Diana meninggalkan Bagas dan berjalan masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang sangat kesal,,


Ica dan Sinta yang sudah didalam ruangan hanya saling pandang melihat tingkah Diana yang seperti itu,,

__ADS_1


Mereka kembali menyelesaikan pekerjaannya,, Lain dengan Diana yang masih sangat kesal,,,


Aku gag bakal biarin kalian balikan Ucap Diana dalam hati dengan menatap Ica,,


__ADS_2