
Ica sudah merasa lebih baik dan menghapus air mata dipipinya, namun walaupun matanya masih terlihat sembab,,
" Pulang yukk,, Ajak sinta karena mereka sudah terlalu lama berdiri disana
" Yuk,, Mas Angga juga udah nunggu di depan,,
Ica dan sinta berjalan keluar kantornya dan benar Angga sudah berdiri menunggu Ica,,
Mereka berjalan menghampiri Angga yang berdiri didepan mobilnya,,
" Mas,, sapa Ica tersenyum
" Sayang,, jawab Angga dengan langsung mencium kening Ica,,
" Hey Sin,, sapa Angga ketika melihat Sinta yang berdiri disebelah Ica
" Hey,, Mas,,
" Ya Uda aku duluan ya Ca,, pamit Sinta dengan memeluk Ica,,
Angga membuka pintu mobilnya untuk Ica dan Angga berjalan memutar ke arah kemudi,,
Selama dalam perjalanan Ica terus terdiam hatinya masih terasa sesak dengan ucapan Diana kepadanya,,
Angga yang sedari tadi memperhatikan Ica pun penasaran dengan sikap Ica yang mendadak diam sedangkan biasanya Ica selalu cerewet saat bersamanya,,
" Yank,, panggil Angga,,
Ica terus melamun dan tidak mendengarnya
" Sayang,, Angga memanggilnya ulang
" Ah iya Mas,, jawab Ica dengan menoleh
__ADS_1
" Kamu kenapa diem?? Ada masalah??
Sebenarnya Ica ingin menceritakan semua kepada Angga namun Ica merasa tida enak karena ini tentang masa lalunya,,
" Aku gapapa cuma Cape aja,, jawab Ica dengan senyuman yang dipaksakan
Angga pun mengangguk dan kembali melajukan mobilnya,
Sebenarnya Angga tau kalo Ica berbohong karena mata Ica yang terlihat sembab tapi Angga juga tidak ingin memaksa, dia akan sabar menunggu sampai Ica menceritakannya sendiri,,
Angga langsung mengantarkan Ica pulang kerumahnya, karena agar Ica bisa langsung istirahat,,
" Sayang, Mas langsung pulang ke Apartemen ya
" Kok ke Apartemen gag kerumah Mamah Mas,,
" Mas udah pindah ke Apartemen sayang,
" Kapan Mas, Kok Mas gag kasih tau aku??
" Kemarin sayang,, nanti Mas ajak kamu Ke sana,, sekarang kamu istirahat,,
" Ya Udah,, Mas ati-ati
Angga mengangguk dan mencium kening juga pipi Ica sebelum kembali melajukan mobilnya,,
Ica berjalan masuk setelah mobil Angga meninggalkan halaman rumahnya,,
***********
Diana terus berada dikamar kosnya setelah kembali dari kantornya,
Hatinya sangat kesal setelah dirinya dipecat dari kantornya,,
__ADS_1
Dia terus menuduh Ica dalang dari semua masalahnya, mulai dari Bagas yang memutuskannya dan sekarang dia dipecat dari kantornya,,
Diana juga sangat merasa iri dengan semua yang Ica dapatkan,, mempunyai Kekasih yang sangat mencintainya juga karir yang cemerlang,,
Aaarggh,, Awas aja kamu Ca, aku bakal bales semua ini sama kamu,, kamu harus ngerasa apa yang aku rasain sekarang,, ucap Diana dengan geram,,
Diana langsung membereskan semua barang - barangnya karena dia juga akan pindah kost, untuk apa juga dia bertahan di sana sedangkan lelaki yang disayanginya sudah tidak perduli terhadapnya dan sekarang dia pun sudah tidak berkerja,,
Setelah semua selesai Diana langsung menggeret kopernya dan berjalan keluar kamarnya,,
Diana menghentikan jalannya saat melewati pintu kamar Bagas, Diana mendengar suara televisi dari dalam kamar berarti Bagas ada di kamarnya,,
Ingin rasanya dia pamit kepada Bagas tapi diurungkan karena mengingat Bagas yang sudah seenaknya minta putus..
Diana kembali berjalan dan menuju Taxi online yang sudah dipesannya,,
Dia akan mencari kost lain karena tidak mungkin kalo dia kembali ke rumah tantenya pasti dia akan kena omelan karena dipecat dari kerjaannya,,
Diana menoleh kembali dan teringat saat bersama Bagas dulu, mereka sering duduk di teras depan dan bercanda, Diana melihat motor Bagas, dia mengingat dia memboncng Bagas ketika berangkat kerja,,
Diana meneteskan air matanya,,
Selamat tinggal semua, selamat tinggal kenangan, selamat tinggal Bagas,, ucap Diana dan langsung masuk ke dalam mobil,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maapken Autor Gaes baru sempat Up seharian sibuk jadi baru bisa Up,, 🙏🙏
Ikuti kelanjutan ceritanya terus ya Gaes,,
Jangan Lupa Like, Vote juga komen kalian dong Gaes,, 😁😁😁
Terimakasih
__ADS_1
🤗🤗🤗