
Ica berjalan masuk ke dalam Kantornya, tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang yang tak lain adalah Bagas,,
Mereka sempat berpapasan saat di depan parkiran dan Bagas melihat Ica yang diantar seorang laki laki yang sama sepeti waktu itu,,
Ica kaget ternyata Bagas yang menarik tangannya, Ica langsung melepaskannya dan berjalan meninggalkan Bagas namun Bagas malah mencegahnya,, .
"Ca, ada yang mau Mas omongin sama kamu kita bisa ngobrol sebentar,,
Ica hanya diam tanpa menjawabnya karena memang sudah merasa males berurusan dengan Bagas,,
" Bentar aja kok,, tolong ya,,,
Akhirnya Ica mengangguk dan berjalan mengikuti Bagas, mereka menuju taman samping kantor,,
Ica duduk di kursi dan Bagas duduk disebelahnya, Ica sama sekali tidak memandang kearah Bagas, pandangannya lurus,,
" Ya udah Mas mau ngomong apa? Aku gag enak kalo ada yang ngeliat,, ucap Ica tanpa menoleh kearah Bagas
" Maafin Mas Ca, Mas nyesel udan ngelakuin semua sama kamu,, jujur sampai sekarang Mas masih sayang sama kamu Ca,, tolong kasih Mas kesempatan lagi,, ucap Bagas dengan terus memandang Ica,,
Ica manarik napas panjangnya,,
" Aku udah maafin Mas,,
Tapi Maaf Mas, aku gag bisa kalo kita balik seperti dulu, Mas udah punya Mba Diana dan Mas harus jaganya,,
" Tapi Mas cuma sayang sama Kamu Ca, dan Didi,, dy yang suka selalu ngejar ngejar Mas,,
Ica tersenyum mendengan ucapan Bagas,,
" Maaf Mas aku harus keruangan masih banyak perkerjaan aku,, ucap Ica deng berjalan meninggalkan Bagas yang masih terus duduk memandangnya,,
" Ca,, Ica,, tolong kasih Mas kesempatan sekali lagi Mas janji gag bakal ngelakuin kayak gini lagi,, ucap Bagas sedikit berteriak,,
Namun Ica sama sekali tidak mendengarkan bahkan terus berjalan meninggalkannya,,
Diruangan Sinta terus melihat melihat kearah pintu, karena sebenarnya Sinta melihat ketika Ica dan Bagas berjalan bersama menuju taman belakang,,
__ADS_1
Tadinya Sinta ingin mengikuti mereka namun diurungkan karena dy tidak mau ikut campur urusan mereka,,
Ica masuk dengan muka yang terlihat sedikit kesal,
Sinta ingin langsung menanyakannya cuma di sebelahnya ada Diana dan itu tidak mungkin,,
Mereka mengerjakan pekerjaan masing-masing,,
Angga yang sudah sampai di Rumah Sakit berjalan masuk kedalam ruangannya,,
Dengan segera Angga mengambil Hp nya dan mengirim kan pesan kepada kekasihnya,, karena Ica selalu khawatir setiap Angga tidak memberinya kabar,,
Sebetulnya Angga merasa bahagia saat Ica mengkhawatirkan dirinya berarti Ica sangat menyayangi begitupun dengan dirinya yang sangat mencintai juga menyayangi Ica,,
Angga mencari nama Ica dicontak Hpnya, dan langsung mengirimkan pesan,,
Setelah mengirimkan pesan kepada Ica, Angga langsung berjalan memeriksa pasien,,
Ica yang sedari tadi masih merasa kesal dengan tingkah Bagas yang seenaknya saja tiba tiba mendengar bunyi Hpnya,,
Mas Angga
Sayang, Mas udah sampai rumah sakit ya,,
Kamu jangan cape-cape kerjanya,,
Mas sayang kamu,,
Perasaan Ica langsung tenang setelah membaca pesan Angga, dy tidak lagi memikirkan ucapan Bagas, Ica sudah benar benar melupakan Bagas dan Ica sudah memilih Angga yang jauh lebih baik dari Bagas,,
Bagas masih duduk dikursi dengan meremas wajahnya dengan kasar,,
Nyesel Mas ngelakuin semua ini sama kamu Ca,, ucapnya lirih,,
Entah karena apa dirinya bisa selingkuhi Ica bahkan dengan sahabat Ica sendiri,,
Bagas terus menggerutuki dirinya sendiri,
__ADS_1
**********
Angga terlihat selalu tersenyum saat berjalan bahkan saat memeriksa semua pasiennya,,
Wajahnya yang tampan ditambah senyumanya membuat para pasien perempuan khususnya ingin berlama lama diperiksa olehnya,,
Suster Nena yang melihat perubahan dari Angga pun heran,, sejak beberapa minggu ini Angga selalu terlihat tersenyum tidak pernah lagi menampakan wajah dinginnya seperti pertama kali datang Ke Rumah Sakit,,
" Kelihatanya Dokter lagi bahagia ucap Suster Nena saat mereka berjalan beriringan dari lorong Rumah Sakit,,
" Masa Sus, emang biasanya saya gimana??
" Engga gimana gimana Dok, tapi sekarang Dokter terlihat lebih semangat juga sering tersenyum,,
Dokter Angga tersenyum dan menoleh sekilas ke Suster Nena,,
" Ya Sus, saya lagi bahagia,,
Karena sudah menemukan gadis yang selama ini saya Cari,,
" Mba Ica ya Dok,,
" Iya Sus, dy adalah perempuan yang sangat berharga untuk saya,, dy yang membuat saya semangat juga membuat saya bisa tersenyum terus seperti ini
" Mba Ica memang sangat cantik ya Dok
" Cantik hatinya juga Sus,,
Mereka menghentikan Obrolannya karena saat sudah masuk diruang pasien,,
°°°\=°°°\=\=\=\=\=\={
Maaf Gaes baru Up,,
Like, Vote juga Komen ya Gaes
🙏🙏
__ADS_1