Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 96 Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Ica terbangun karena merasa tenggorokannya sangat kering,,


Ica menatap bingung dengan ruangan yang nampak asing, bukan dikamarnya, diapartemen, bahkan juga bukan kamar Angga dirumah Mamah Wijaya..


Dan Ica melihat Angga yang ternyata tertidur pulas disebelahnya..


Ya Ica belum tau kalo sebelum mereka menikah Angga sudah menyiapkan rumah untuk mereka tinggal dan baru pertama kali Ica masuk ke dalam rumah itu..


Karena Ica merasa haus akhirnya Ica membuka pintu dan berjalan keluar kamarnya menuruni tangga dan menuju dapur untuk mengambil minum..


Di dalam dapur terlihat Bi Minah sedang membersihkan dapur, Ica sudah mengenal Bi Minah pada saat di rumah Mamah Wijaya..


" Non Ica udah bangun,, sapa Bi Minah


" Iya Bi, oya kok Bi Minah ada di sini bukannya di rumah Mamah?? Terus ini rumah siapa ya Bi?? Tanya Ica


" Ini kan rumah Pak Angga Non,, emang Non Ica gag tau??


Ica menggelengkan kepalanya,,


" Nanti Non tanya sama Pak Angga aja Non ucap Minah,,


Ica membuka kulkas dan melihat banyak sayuran disana, Ica mengambilnya dan akan memasak karena memang perutnya sudah merasa lapar..


" Biar bibi aja Non yang masak,,


" Gag usah Bi, Ica pengin masak Bi Minah kerjain yang lain aja..


" Tapi Non,, nanti Bapak marah


" Engga Bi, Mas Angga gag bakal marah udah bibi kerjain lainnya aja..


Akhirnya Bi Minah pun berjalan keluar dapur membiarkan Manjikannya memasak walaupun sebenarnya dia merasa tidak enak juga takut Angga akan marah..


Didalam kamar Angga pun terbangun karena mencari Ica yang sudah tidak ada di sebelahnya,,


Angga pun melihat kamar mandi yang ternyata kosong akhirnya dia berjalan turun..


Setelah melewati dapur Angga melihat Ica ternyata sedang memasak,,


Angga berjalan mendekati dan langsung memeluknya,,


" Udah bangun Mas,, tanya Ica


" Kamu masak apa?? Ucap Angga yang masih terus memeluk Ica dan menempelkan wajahnya di bahu Ica..


" Bikin Capcay sama Udang crispy Mas,,


" Kok gag nyuruh Bi Minah aja Yank,, kamu kan cape??


" Selama aku bisa ngelakuin sendiri aku lakuin Mas, kamu duduk di kursi dulu gih kalo nempel terus aku gag selesai-selesai masaknya..

__ADS_1


"Cup,,


Angga mencium pipi Ica dan berjalan ke kursi


Angga terus memperhatikan Ica yang sedang memasak, dia sangat bahagia karena Istrinya pandai memasak,,


Setelah hampir 1jam akhirnya semua masakan sudah matang,,


Ica langsung menata diatas meja makan..


" Sayang,, Mas bantuin Ya,, ucap Angga dengan langsung mengambil alih piring dari tangan Ica..


Ica tersenyum dan membiarkan suaminya membantunya,,


Bi Minah yang melihat keromantisan majikannya pun tersenyum, melihat gimana sayangnya Angga kepada istrinya..


Merekapun makan bareng dan Angga terlihat sangat menikmati semua masakan Ica..


Setelah selesai makan Ica membereskan piring bekas makan mereka dan membawanya ke dapur untuk mencucinya..


Lagi-lagi Angga memeluk Ica saat Ica sedang mencuci piring,,


" Mas,, lepasin dong malu kalo diliat orang ucap Ica dengan akan melepaskan tangan Angga..


" Kenapa harus malu sayang,, paling Bi Minah aja yang liat..


" Tapi aku juga susah gerak kamu meluknya erat gitu, lagian kamu tuh kenapa nempel aku terus zi


" Gag tau Yank, Mas seneng aja kalo meluk juga cium kamu gini,, ucap Angga yang langsung membenamkan wajahnya ditengkuk Ica..


************


Mereka sudah berada di dalam kamarnya..


Angga membiarkan Ica menyender didada bidangnya sedangkan Ica memencet remot tv entah mencari acara apa yang ingin ditontonnya..


Tangan Angga terus mengusap lembut perut rata Ica berharap sudah ada kehidupan didalamnya,,


Sedangkan Ica membiarkannya karena itu sudah menjadi kebiasaan suaminya..


" Mas,, aku boleh tanya sesuatu?? ucap Ica memecahkan keheningan..


" Mau tanya apa Yank, ucap Angga dengan masih mengusap perut Ica..


" Ini rumah siapa zi Mas??


" Rumah Kamu,, jawab Angga singkat


Ica meletakan remot dan membalikan badannya menghadap Angga..


" Aku serius Mas,,

__ADS_1


" Mas juga serius sayang, ini rumah kamu,, Mas beli sebelum kita menikah dan ini kado Mas buat kamu,, ucap Angga dengan memegang kedua tangan Ica istrinya..


" Tapi Mas,,


" Tapi kenapa hem,, apa rumahnya terlalu kecil, kita bisa beli lagi sesuai dengan yang kamu inginkan,,


" Engga,, Engga,, kamu apa an zi,, rumah ini udah besar Mas apalagi cuma kita yang tinggal dirumah..


" Saat ini baru kita sayang, tapi suatu saat nanti bakal ada anak-anak kita yang tinggal dirumah ini bersama kita..


Ica tersenyum dan memeluk tubuh suaminya, Angga sudah berpikir sampai ke sana bahkan Ica sendiri pun sama sekali tidak memikirkan hal itu..


Ica menangis karena merasa bahagia mempunya suami Seperti Angga,,


" Hey,, kenapa malah menangis sayang,, ucap Angga dengan mengusap air mata dipipi istrinya..


Ica hanya menggelengkan kepala dan kembali memeluk suaminya, sedangkan Angga pun hanya membiarkan istrinya memeluknya..


" Yank,, panggil Angga tiba-tiba


Ica melepaskan pelukannya mengusap sisa air mata dipipinya dan menatap wajah suaminya,,


Tanpa aba-aba Angga langsung menarik lengkuk Ica dan melumat bibir Ica..


Ica membulatkan matanya karena serangan dadakan dari suaminya,,


Ciumannya turun ke leher Ica dan mengecupnya hingga meninggalkan bebas kepemilikannya..


Angga kembali melumat bibir Ica dengan kedua tangannya membuka kancing piyama Ica..


Entah berapa lama mereka bergulat dan sekarang mereka sudah sama - sama tidak memakai sehelai pakaian pun dibadannya..


Angga terus menghujani tubuh mulus Ica dengan ciumannya, terlihat jelas banyak bekas ciuman didada juga leher Ica..


Meraka mengakhiri kegiatannya setelah merasakan lelah ditubuhnya setelah berapa kali mencapai puncaknya..


Angga mencium kening Ica dan berbaring serta memeluknya sangat erat dan akhirnya mereka pun tertidur..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gaes... Gaes... Gaes...


Maaf,, Maaf,, Author baru Update..


Seharian sibuk banget


🙏🙏🙏


Ikuti terus jalan ceritanya..


Jangan Lupa Like, Vote juga komen kalian

__ADS_1


Love You All


💋💋


__ADS_2