Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 72


__ADS_3

Ica menutup mulutnya, air matanya terus membasahi pipi mulusnya, perasaannya sangat bahagia mendapat kejutan diulang tahunnya bahkan kekasihnya juga melamar tepat dihari yang sama, kebahagiaan yang didapatnya berlipat ganda,,


Putri memandang Bu Nia juga kedua orang tua Angga bergantian, terlihat mereka juga menangis bahagia dan mengangguk,,


Pandangan Ica kembali kearah Angga yang masih setia berlutut menunggu jawaban Ica,,


Ica hanya mengangguk menunjukan dia bersedia dan langsung memeluk Angga saat Angga berdiri,,


Angga melepas pelukannya dan memakaikan cincin dijari manis Ica, begitupun dengan Ica,, Angga mencium kening Ica dan memeluknya,,


Semua orang yang menyaksikan tepuk tangan ikut merasakan kebahagiaan mereka,,


" Makasih sayang untuk semuanya ucap Angga tepat ditelinga Ica,,


Ica menata lekat mata Angga, air matanya masih terus mengalir karena merasa sangat bahagia,, Angga langsung mengusap lembut air mata di pipi Ica,,


Ica melepaskan pelukannya dan menuju kearah keluarganya,,


Ica langsung memeluk Bu Nia yang sedari tadi juga menangis,,


" Selamat ya sayang,, Ibu sangat bahagia melihat kamu bahagia,, ucap Bu Nia


" Makasih Bu, Makasih untuk semuanya,,


Ica melepaskan pelukannya dan menatap Mamah Wijaya,,


Dengan segera langsung memeluknya,,


" Selamat ya sayang,, Mamah bahagia melihat kalian,,


" Makasih Mah,,

__ADS_1


Ica juga menyalami Papah Wijaya dan terakhir Ica langsung memeluk sahabatnya Sinta,,


" Ica sayang,, selamat ya,, semoga kalian bahagia sampai hari pernikahan,, maaf tadi aku ngerjain kamu,,


" Kamu jahan Sin, kamu ikut ngerjain aku tadi,,


Setelah mereka saling memeluk akhirnya mereka menuju meja makan dan menikmati makanan yang sudah disediakan,,


Angga mengajak Ica berjalan melihat keindahan kota dari atas gedung, Tangan mereka saling menggenggam,,


Perasaan mereka sangat bahagia apalagi Ica yang merasakan dobel kebahagiaan,,


" Makasih ya Mas untuk semuanya,,


" Buat apa sayang??


" Makasih Mas udah hadir dihidup aku, makasih mas udah membuat aku selalu bahagia juga makasih untuk hari ini,,


Ica merebahkan kepalanya dibahu Angga dan mereka berdua menikmati indahnya malam dengan hati meraka yang sedang bahagia,,


Langit pun sepertinya merasakan kebahagiaan mereka, terlihat cerah dengan begitu banyak bintang di atas sana dan bulan sabit pun seakan tersenyum kearah mereka,,


Begitu lah gambaran tentang kebahagiaan mereka,,


Di meja makan terlihat dua keluarga berkumpul dengan Sinta yang ikut menemani mereka bercerita juga tertawa bersama,,


" Jeng, akhirnya semua berjalan lancar,, lihat mereka berdua sangat serasi,, ucap Mamah wijaya,,


" Iya jeng, saya juga bahagia melihat Ica seperti ini, mendapatkan Angga yang benar benar menyayangi juga mencintai Ica,,


" Duuuh,, jadi iri deh liat Ica mempunya pacar yang tampan seorang Dokter, baik perhatian romantis juga,, ucap Sinta memandang Angga dan Ica,, Tante gag punya anak laki laki lagi? Lanjut Sinta kepada Mamah Wijaya,

__ADS_1


Semua tertawa mendengar ucapan polos dari Sinta,,


" Anak cowok tante cuma Angga sayang,


Oya panggil Mamah juga ya,, ucap Mamah wijaya,,


" Kalo ponakan Mah?? Tambah Sinta,,


" Emang kamu belum punya pacar Sin?? Tanya Papah Wijaya,,


Sinta hanya menggelengkan kepalanya,,


Dan mereka kembali tertawa,,


Kebahagian tidak hanya terpancar dari wajah Angga dan Ica melainkan juga semua keluarga dan sahabat ikut merasakan kebahagiaan mereka,,


Tanpa mereka sadari ternyata sedari awal ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka, mulai dari Ica masuk ke dalam hotel bersama Sinta sampai Angga melamar Ica,,


Semua tidak luput dari pandangannya,,


Ya itu adalah Bagas,


Bagas sengaja mengikuti Sinta dan Ica dari keluar kantor,


Bagas penasaran dengan apa yang diceritakan Diana kepadanya kemarin,


Sebelumnya Bagas berpikir kalo Diana hanya membohonginya dengan berkata seperti itu namun matanya justru melihat semuanya,,


Hatinya sangat hancur melihat semua, kini Ica sudah menjadi tunangan laki laki lain,,


Bagas berjalan keluar hotel dengan pikiran yang sangat kacau, hatinya hancur, harapannya untuk kembali dengan Ica sudah kandas,,

__ADS_1


Bagas menangis selama perjalanan, hatinya sangat pilu namun semua itu telah terjadi,,


__ADS_2