
Diana membereskan semua berkasnya didalam ruangan,
Ica berjalan mendekatinya,
" Ngapain Kamu kesini?? Ucap Diana dengan terus membereskan berkasnya,,
" Mba Di,, Maaf Mba,,
Diana menatap Ica dengan Malas
" Kamu puas kan Ca, udah ngelakuin semua sama aku
" Mba Di,, maksud Mba apa??
" Kamu sengaja kan ngelakuin semua sama aku Ca, kamu dendam kan sama aku gara-gara dulu aku ngrebut Bagas,,
" Maksud mba apa?? Aku gag paham dengan ucapan Mba,,
" Gag usah pura-pura bod** kamu Ca,,
Kamu dendam sama aku, kamu sengaja balas semua sama aku sekarang, kamu masih gag terima Bagas lebih milih aku ketimbang kamu kan, dan kamu selama ini sengaja bikin Bagas agar balik lagi sama kamu, dan mutusin aku dan sekarang kamu bikin aku dipecat dari kantor kan,,
" Kenapa Mba ngomong kayak gitu, mba salah paham mba aku gag ada dendam sama Mba dan aku udah ikhlasin Mas Bagas,,
" alaah,, gag usah polos kamu Ca,, luar nya aja kamu polos tapi hati kamu licik Ca,,
Kamu udah tunangan tapi kamu juga masih mau dengan Bagas, iya kan?? Kamu masih kurang hah mendapatkan cowo kamu sampai kamu goda Bagas, atau jangan-jangan diluaran masih banyak cowok yang kamu goda
__ADS_1
Ica merasa geram dengan ucapan Diana,,,
Plak,,,
Ica menampar Diana dengan tangannya,,
" Mba Di, cukup ya,,
Selama ini aku udah sabar ngadepin Mba, aku ikhlasin Mas Bagas bersama Mba, aku diem ketika Mba ngomongi aku diluaran, aku sabar dengan sikap Mba terhadap aku selama ini, tapi kali ini Mba omongan Mba udah bener-bener keterlaluan Mba, Harusnya aku yang bersikap seperti itu ke Mba, aku udah anggap Mba seperti kakak aku sendiri tapi apa yang Mba lakuin sama aku selama ini,,
Asal Mba tau Mba, aku sama sekali gag goda Mas Bagas apalagi menginginkan kembali dengannya, dan asal Mba tau aku udah cukup mempunyai Mas Angga yang benar-benar sayang sama aku dan aku gag merebut dia dari seseorang,,
Ica langsung meninggalkan Diana yang masih mematung dengan memegang pipi nya yang terasa nyeri akibat tamparan Ica,,
Sinta yang baru keluar dari ruang meeting melihat Ica berjalan dengan menangis sedangkan Diana mematung diruangan pun bingung,,
Sinta langsung mengambil tasnya dan berlari mengejar Ica,, karena memang Ica tadi ijin keluar terlebih dulu karena ingin berbicara dengan Diana,,
Ica yang merasa dipanggil pun menghentikan langkahnya dan menghapus air matanya,,
" Ca, kamu kenapa Nangis??
Ica langsung memeluk Sinta dan menangis terisak,,
" Ca, Kamu kenapa Ca??
" Sin, Aku kecewa dengan Mba Diana, dia benar-benar keterlauan,,
__ADS_1
" Maksud kamu apa Ca, keterlaluan gimana??
Ica menceritakan semuanya dan Sinta pun ikut marah dengan ucapan Diana,,
Sinta akan mengejar Diana saat melihat Diana lewat namun dicegah Ica,,
" Udah lah Sin, biarin aja Di,, terserah dia sekarang
" Tapi Ca,, Dia tu harus dikasih pelajaran mulutnya gag bisa dijaga,,
" Sin,, plis,, udah ya,,
Sinta yang melihat Ica menangis akhirnya langsung memeluk Ica,,
" Sabar ya Ca,, dia udah dapet karmanya kehilangan Bagas juga kehilangan kerjaanya itu karena perbuatannya sendiri,,
Sinta terus menenangkan Ica yang terus menangis, Sinta tau gimana perasaan Ica sekarang, dia yang disakiti namun dia yang disalahkan,,
Ica perempuan yang sangat baik pasti dia merasa terpukul mendengar omongan Diana yang sudah kelewatan,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gaes.. Gaes.. Diana udah dapet karmanya,, gimana dengan Bagas ya 🤔🤔🤔
Ikuti kelanjutan ceritanya ya, ,
Tetap dong Like, Vote juga komen kalian Autor tunggu ya,,
__ADS_1
Love You Raiders
😘😘😘