
*Seorang gadis berjalan dengan cepat menghiraukan sekitarnya, pandangan nya masih terus tertuju pada sebuah bangunan yang berada di depan nya, sebuah bangunan yang terletak di kawasan elit itu adalah restoran bintang lima yang tersohor dalam ataupun luar kota.
Napas nya tersedak-sedak. Menbuka pintu cepat terlihat beberapa karyawan menatap nya heran.
" Miku kenapa terlambat lagi?" Tanya sisil penasaran ke arah gadis yang di panggil miku itu.
Menganguk pelan, dirinya lekas menganti pakaian nya menjadi seragam dengan pengawai lainya nama ku adalah Yamakaze miku anak dari seorang pebisnis sederhana karna aku ingin mandiri aku kabur dari rumah dan berkerja di restoran milik ayahku siapa sangka bahwa jarak antara rumah dan restoran begitu jauh.
Umurku baru saja 19 tahun, aku memiliki temperamen seperti jungkat-jungkit membuat aku sedikit tertutup dan berwajah dingin namun aku adalah gadis yang ramah tamah.
" Cepat berkumpul semua," manajer memberikan aba-aba.
" Hoaaaaaammm" miku menguap pelan.
Cuaca masih pagi bahkan sang mentari belum sepenuhnya menampakan dirinya.
" Hari ini restoran tutup kalian bisa pulang dan mengejarkan tugas masing-masing namun ingat jangan keluyuran," ujar manajer rean.
" Dari tadi dong bilang nya jadi kita tak perlu cape kesini?" Tanya pelayan yang lebih muda dari ke lima pelayan di depan nya.
" Sisil apa kau ingin gaji ku di potong?" Ujar rean mengancam.
Semua langsung bungkam dengan wajah merengut kesal.
Rean adalah menejer restoran itu, walaupun sedikit pemaksa rean adalah sosok menejer yang baik dan memperhatikan keadaan para kayarwan dan bawahan yang ia miliki.
Miku keluar dari restoran setelah mendegar pengumuman, jika tau bakalan libur mendingan aku tidur aja yah batin miku memelas.
Miku melangkah kakinya menuju sebuah panti asuhan setelah banyak berbincang dengan para anak-anak yang telah ia kenali, masuk kedalamnya terlihat pemilik panti asuhan yang sudah tua dan rentak bahkan untuk jalan pun sudah susah
Setelah berbincang cukup lama, miku berpamitan untuk pulang. Hari sudah menjelang malam, jalanan mulai sepi hanya ada suara burung gagak berpadu dengan rorongan serigala yang terdengar.
Miku ketakutan karna baru kali ini ia pulang begitu larut bahkan jam sudah menunjukan pukul 12 malam, konon kata ayahnya akan ada mahluk menyeramkan yang suka memakan daging serta meminum darah manusia mahluk penguasa malam yang di kenal sebagai vampire
Miku selalu menghindar dari keluar rumah ia terlalu takut jika berpapasan dengan monster berbentuk manusia.
KREK
__ADS_1
Suara ranting di injak.
Tubuh miku bergetar, ia berlari dari sana setelah menoleh mendapati beberapa pria yang mabuk tak ingin buang waktu ia langsung ngacir melemparkan beberapa paperbag berisi belanjaan ke sebarang arah.
" Gadis ini sangat cantik!!" Seorang pemabuk menjabak rambut miku setelah lama bermain kejar-kejaran.
Gadis itu menengadah ke atas melihat wajah para pemuda yang berbau menyengat alkohol, wajah miku datar merasakan tarikan semakin kencang mengenai ujung rambutnya seakan-akan ingin melempar kepala nya juga.
" Kalian lepaskan aku!!"
" Sayang sekali!"
" Nona biarkan kami mencicipi mu," satunya lagi mengoda miku.
" Akh, kulitmu sangat halus dan putih..."
Miku merasakan paha nya di elus orang hidung belang ingin rasa nya ia membumi musnahkan orang di depan nya namun apa daya dirinya hanya seorang gadis lemah yang perlu di lindungi.
Elusan semakin menjadi-jadi miku bertriak meminta tolong.
" Tolong"
SRETT
Buakh
Buakh
Brak
Suara pukulan menemani malam itu, pemuda itu menghajar para preman dengan sadis tanpa belas kasihan kini miku menegang melihat para pemuda yang berlumuran darah.
Sosok dingin itu terduduk memperhatikan miku dari atas sampai bawah, miku mendekat beberapa langah menimbang-nimbang untuk mengatakan sesuatu" Kamu tak apa-apa kan?" Tanya miku mengulurkan tangannya dengan senyuman mengembangkan di bibirnya
Pemuda itu terdiam melihat miku.
Menepis kasar tangan miku" Dasar ****** pantas saja mereka mengangumu mu!!" Balas sosok putih dengan senyuman maut.
__ADS_1
Miku kesal saat melihat penampilan nya ia hanya memakai rok pendek tak terlalu pendek dengan baju serta jaket di sebut ******
OMG, nih orang kampungan kali nya?
Dia bilang gue ****** ups menyebalkan.
" Hahaha kamu salah kali siapa yang kamu sebut ******?" Tawa hambar miku.
" Tentu saja itu kau," balas sosok itu lagi dingin.
" Hei kamu!
Aku gadis baik-baik siapa yang kau bilang itu?"
" Seorang gadis baik-baik heh?" Tanya nya menautkan sebelah alisnya heran.
" Hmm"
" Seorang gadis tak akan berpergian malam
Dasar kau ******," kalimat itu melontar lagi dari bibir nya membuat miku emosi.
Miku meluap amarah" AKU BUKAN ****** KAU HARUS INGAT ITU . . SAMPAI JUMPA" miku melangkah pergi dengan aura marah meningalkan Tempat itu.
Seperginya miku dari sana sosok itu masih belum beranjak pergi dari sana ia masih memikirkan gadis yang baru saja dia tolong.
TAP
Langkah kaki mendarat mulus.
" Hei subaru apa yang kau lakukan di sini?" Tanya seorang pemuda berambut merah darah ke arah pemuda yang kini di ketahui nama nya Subaru.
" TIDAK!"
" Subaru kita harus segera pergi!" Ujar nya pelan.
Subaru menganguk dan melompat ke arah tembok, mereka melompati satu persatu dahan pohon dan atap rumah di malam itu
__ADS_1
Kedua orang itu berwajah dingin mengeluarlakan hawa misterius mata mereka bercahaya berbeda warna dengan tubuh di kelilingi banyak kelelawar*.