
" *Aku tak suka penolakan!!" Ujar ayato tegas.
Tiba-tiba.
DEG
Jantung ku rasa nya ingin copot aku memegang dada ku yang sesak, kini ayato berdiri di depan ku dengan tubuh menjulang tinggi aku membuang muka walaupun sakit ntah apa mendegar ucapan dari ayato barusan.
" Pergilah . . Aku tak ingin jadi pemasok darah lagi------ kalian carilah darah yang berkualitas....!_
Ayato mundur beberapa langkah, merentangkan kedua tangannya kemudian muncul bola listrik di tangan nya. Miku ketakutan ia mundur beberapa langkah ke belakang bola barusan berubah menjadi besar lalu. .
BOOOM
Miku membulatkan matanya ketika bola listrik menghantam ke arahnya, tanah pun kini menjadi retak miku terbanting ke arah belakang dan menghempas tembok darah bercucuran dari tubuh nya.
Tesss!!
.... .
Ayato diam mematung melihat kerusakan yang ia perbuat berdampak besar pada miku, ayato jatuh terduduk kekuatan nya hampir habis karna mencoba mengeluarkan jurus clan iblis
Milik mendiang ibunya.
Tetesan darah mulai berembes dari kening miku
Gadis menatap sedu merasakan sakit yang ia terima mata nya perlahan terasa berat
Dan akhirnya...
Semua nya gelap.
††††††††
" Hei cepat pangil reiji untuk mengobati miku!!"
__ADS_1
Ayato membawa miku ke mashion sakamaki
Darah semakin deras keluar dari tubuhnya,
" Kenapa ada bau darah menyengat!" Subaru datang ntah dari mana.
Subaru langsung mendekati ayato dan melihat miku setengah sekarat, dengan banyak luka di sekujur tubuhnya dengan sigap subaru mengambil alih miku lalu membaringkan nya di kamar nya. Yah kamar milik subaru yang tak jauh dari aula pertama.
" Kapan reiji datang?" Tanya subaru dingin.
".........!"
Tak ada respon kanato dan laito lebih memfokuskan semua perhatian nya pada darah miku, mereka bagaikan anjing kelaparan yang menjilati darah Miku. Geram sudah subaru melihat hal itu tak terkecuali ayato yang memandang dingin ke arah miku
Gadis itu semakin lama semakin pucat bahkan darah nya yang tadi keluar deras menjadi berkurang.
KREK
Pintu terbuka.
Reiji datang bersama shu mereka langsung menatap ke arah miku yang terbaring lemah.
" Reiji bagaimana keadaan nya...?" Tanya kanato sesekali menatap miku takut.
" Keadaan nya sangat memperhatikan... Dia kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah secepat nya...!"
" Golongan apa...!?" Tanya subaru antusias.
" AB.."
Semua terdiam. Reiji memperhatikan wajahm miku mengingatkan nya pada seseorang lalu
Subaru maju ke arah depan.
" Coba saja punyaku!"
__ADS_1
Shu yang semula berdiam diri perlahan membuka matanya" kau bisa menjadi vampire kekeringan," ucap nya.
" Tidak apa-apa, lagian jika dia mati kita tak akan bisa meminum darah nya lagi," tembal Subaru.
Semua orang menganguk mengerti terkecuali ayato. Ia merasakan ada benih tumbuhan aneh di diri subaru tapi mungkin itu hanya perasaan nya saja lagian para vampire tak bisa sepenuhnya memiliki hati.
Subaru mengikuti reiji ke kamar miku ia berbaring di samping miku. Perlahan jarum suntik masuk kedalam kulitnya subaru memejamkan matanya,
Tes tes tes
Suara tetesan infus membuat reiji heran karna sudah hampir dua jam lebih namun tak ada perkembangan untuk miku, subaru pun kini pingsan karna terlalu banyak mendonorkan darah. . Ayato yang tak tahan menunggu memilih masuk dan mengagetkan reiji
Ayato duduk di kursi tunggu sebelah subaru.
" Bagaimana keadaan subaru?"
" Tenang dia akan sadar satu setengah jam lagi"
" ......"
Reiji memasang selang infus lagi" ayato apa yang kau lakukan padanya? Kau tau darah subaru tidak berfungsi apa-apa partikel darah miku menolak nya..."
Ayato menghempas meja" bagaimana bisa?" Tanya nya penasaran .
" Darah nya sangat spesial sama seperti milik wanita itu" ucapan reiji membuat ayato bungkam.
"........."
Menghela napas ayato menatap reiji" maksudmu dia akan sembuh hanya dengan tanama itu?" Ucap nya horor.
" Benar..."
" Baiklah ku akan mencarinya, jangan biarkan yang lainya tau karna aku tak ingin menginjakan diri lagi di tempat itu namun terkecuali sekarang"
Reiji menganguk.
__ADS_1
Subari yang waktu itu sudah tersadar dari pingsan nya masih berpura-pura..
Dan sekarang ia bisa mengetahui rahasia besar dari gadis tengik yang selalu membuatnya jengkel*.