
*Setelah kejadian itu ruki mulai depresi karena tak ada tanda-tanda akan menjadi adam
Ruki mengurung dirinya di kamar membuat kou dan yang lainya menjadi heran.
Sudah berhari-hari ruki mengurung dirinya di kamar, miku menatap ke arah sisi kursi yang kosong tempat ruki duduk mata nya kembali melihat azusa yang baru saja datang.
Menaruh mangkok di meja aku menatap azusa “ Dimana ruki?" Tanya ku heran.
Azusa mendudukkan dirinya pelan “ Ruki . . Bilang. . Tak . . Mau . . Di . . Jemput. ." Gagap azusa.
Kou datang mengambil sepiring ebi furai dengan garpuh dan mulai memakan nya
Ia mengangkat garpuh tinggi...
" Ruki beberapa hari ini sering tak enak hati yah!!!"
" Kou! Jangan kebanyakan makan Ruki mungkin gak akan pulih beberapa hari ini, kita harus menghemat ..." Tegur yuma.
" Anoo aku bisa masak jika kalian lapar," ujar miku.
Wajah kou langsung sumbringah “ yah, yah benar tuh.. masakan m neko-neko sangat enak...!!"
†††††††
Plukk
Lemparan buku memgenai dinding kamar
Ruki menyandarkan dirinya pada tembok menatap ke arah langit-langit.
" Kenapa masih belum ada tanda?" Triak ruki frustasi.
Ruangan itu kedap suara berapa banyak pun ruki triak semua nya tak akan terdengar keluar,
Ruki menjatuhkan dirinya pada sofa dengan wajah geram.
Miku tengah asik menyisir rambutnya ia menatap kalung tsalib yang selalu ada padanya,
Tiba-tiba tangan nya di cekal ruki menatap miku dengan horor " ikut..."
__ADS_1
Hanya satu kata membuat miku ketakutan, miku kesusahan mengikuti ruki hingga akhirnya mereka sampai di kamar pengasingan
Ruki membanting miku kasar membuat gadis itu merintih, ruki mendokrak menyalahkan lampu
Miku Menatap takut ke arah ruki.
Ruki memandang miku dengan mata sulit di artikan, taring nya merentangkan lalu menancab ke arah leher miku. Ruki menghisap darah miku banyak bahkan kepala gadis itu seperti Inggin meledak dan akhirnya miku pun jatuh ke lantai.
Brakk
Ruki menutup pintu kasar.
Di luar azusa dan yang lainya tengah menatap penuh tanda tanya ruki menatap mereka tegas“ Kita terlalu lembek... Ini adalah cara benar untuk memperlakukan ternak kita butuh banyak darahnya untuk menjadi adam..."
Seminggu kemudian...
" Hai..." Sapa kou
Hening
" Ruki kapan kau membebaskan m neko-chan ini sudah seminggu loh!!!" Ujar kou dengan nada di buat-buat.
" Kita tak seharusnya mengurung dia kan?" Tanya yuma lagi.
" Diamlah, urusi pekerja kalian," ucap ruki.
Di lain tempat kini miku tengah berbaring di atas dahan pohon apel, mata nya menyedu ingin menangis namun seolah air mata pun sulit untuk keluar.
Tiba-tiba seseorang muncul di hadapan miku
Rambut orang itu berwarna biru sewarna dengan nya. Melayang ke arah miku sosok itu menangkup wajah miku memandang lekat.
" Kau ingin menangis?" Tanya sosok itu.
" Tidak bisa!!!"
Sosok itu tersenyum ke arah nya“ Maafkan aku... Karna aku anak ku harus mengalami semua ini, ibu janji kamu akan terbebas dari hukuman dosa bergilir ini, miku apa itu nama mu?"
" Yah!! Kenapa kamu bilang ibuku?"
__ADS_1
" Shuutt... Teryata orang itu memberikan nama miku yah, maaf karna kecerobohan ku kamu harus masuk dalam lingkaran setan ini," wanita itu menunduk lalu merangkul wajah miku membenahi pada sela dada nya.
" Kumohon lebih lama lagi," ucap miku dengan wajah sedu.
Tiba-tiba mata wanita itu membulat hebat “ Ini sudah jadi takdir mu, kan ku longarkan kekuatan suku langit namun miku jangan pernah .... Kamu ... Gunakan ... Untuk ... Pem..balasan...!!' sosok itu menghilang membuat miku langsung terkaget mencari keberadaan nya.
Tersadar dari alam mimpinya miku turun ke ranjang tiba-tiba ia jatuh dengan mengenaskan.
Brukh!!
Suara benda jatuh menimpa lantai.
Miku meringis di dapati nya helaian biru nya memanjang bahkan sampai melilit ke kedua kakinya,
Di kamar ruki...
Ruki memandang ke arah luar jendela masih terbayang perilaku tak manusiawi pada miku
Jika di bandingkan dengan dia dahulu perlakuan mereka sama-sama tak memiliki hati
Bayangan miku yang kesakitan, ingin menangis tetap tak bisa membuat ruki mengempal kedua tangan nya kuat.
Deg
Ruki tersentak menatap ke arah bawah
Benar saja terlihat ayato tengah memandang ke ats ke arah dimana Ruki berada, mata nya menyipit tak suka ayoto melesat memecahkan dinding formasi masuk mencari keberadaan eve nya.
Hal serupa pun di rasakan oleh azusa, kou dan yuma mereka langsung bergegas mencari hawa mencengkeram dari vampire darah keturunan murni.
" Kenapa jadi begini?" Miku kedinginan memeluk tubuhnya.
Swooost...
Ayato memandang ke arah miku “ dada rata teryata kau di sini merepotkan saja...!!"
" Ayato??"
Ayato langsung melepaskan selimut kasar dan memegang miku mata nya menajam dengan hawa membunuh melihat ke arah ruki “ Ikut aku, mereka mengekang mun kan... Akan ku ratakan mashion ini," ancam ayato geram.
__ADS_1
Ayato bertransportasi... Yuma memungut selimut tipis miku menatap penuh arti selimut itu
Tatapan matanya meminta penjelasan ke arah ruki*.