
*Ayato celigak-celiguk di atas sofa ia terlihat linglung menatap sekelilingnya. Hinata yang melihat itu menghapiri ayato dan menatap penuh tanda tanya?
" Ayato apa yang kau lakukan?" Tanya Hinata gugup.
" Hmmm... Apa kamu,,,,," ayato terdiam.
" Hari sabtu akan ada festival di sekolah apa kamu mau lihat? Akan ada seseorang yang kamu inginkan..." Mata ayato membulat lebar lalu menghampiri hinata dengan Senyuman masam.
Di lain tempat kini kou tengah bermain-main dengan buku gambar miliknya ia melukis berbagai macam kucing...
Miku yang serasa paling cangung di antara mereka ber empat hanya bisa diam menopang dagu menatap ke arah jendela kapan ia bisa keluar dari cengkraman para vampire kutub Utara itu.
Miku mencium kalung nya, haduh ada-ada aja para vampire mendaftarkan miku sebagai kontestan festival bagaimana nantinya?
Teryata mereka sudah dari awal merencanakan itu untuk taruhan dengan para sakamaki sebagai miku taruhan nya, maka dari itu ruki sudah mempersiapkan banyak hal untuk Miku
Namun belum ia serahkan pada gadis itu.
Ruki memberikan setoples bola coklat ke arah miku, heran aja gue kenapa ruki jadi agak baik gini yah? Ruki menatap miku dingin menyuruh dia menghabiskan bola coklat yang banyak
Itue...
__ADS_1
Sabtu malam...
Ruki berlarian kesana-kemari membawa kotak rias menuju ke pintu ganti, di sana miku tengah berdiam diri di depan meja rias
Ruki memberikan ku gaun dan aku memulai memakai gaun itu.
Sungguh aku tak percaya jika para mukami sangat peka akan riasan para wanita aku sempat berpikir mereka itu banci.
Ruki memberikan kotak rias di hadapab ku
Aku mulai duduk di meja rias, aku menatap kotak rias itu sesekali menatap ke arah ruki yang diam di samping ku tanpa epresi.
Aku mulai memakai bedak, lalu mengoles pemerah pipi, ruki memberikan hiasan rambut ke arah ku, rasanya aku cukup risih apalagi ketika kou selalu mendekati ku mulu...
Damai menghiasi sepanjang tubuhku.
" Eva . . Kamu . . Sangat . . Cantik . ." Ujar azusa ke arah ku
" Gaun ini terlalu terbuka...!" Miku merasakan risih.
" Sudah pede aja m neko-chan, tunggu aku ingin ganti baju dulu," ucap kou yang menjadi pengawal dalam drama ini.
__ADS_1
" Makasih yah,"
Aku menunggu kou selesai ganti baju dengan memakai riasan kami dari mulai manik-manik sampai lainya,
Beberapa menit kemudian kou sudah siap dengan pakaian nya, aku di tuntun ke bawah oleh kou dia sempurna, perfack, banget...
Tap tap tap . .
Langkah kaki berpadu dengan lantai mamer aku menatap ketakutan ke arah para sakamaki yang menatap ku dingin, aku mulai maju ke atas panggung menghiraukan para sakamaki dan yang lainya. Para mahasiswa berbisik karna penampikan ku berubah benget...
" Gila... Miku cantik banget," ucap Hinata kagum melihat kaki Jenjang miku mulai menaiki anak tangga*.
" *Cih, para mukami badebah..." Ujar subaru kesal.
" Kou sangat keren,!" Puji hinata lagi membuat reiji mengangkat alis nta tak suka.
Lalu mulailah kami berpesta aku yang berperan sebagai peri air mendapatkan banyak konflik bahkan tak segan-segan mengeluarkan banyak dialog.
Setekah drama selesai sana sini terdegar musik yang mengeleger, aku sebenarnya tak suka begini... Berada dalam garis pangung bagaikan membiarkan serangan menunggu akan kematian.
__ADS_1
Kou mengajak ku untuk menari di panggung.walau agak kesusahan menari namum siapa tau aku bisa bahagia
Di lain sisi tepatnya di arah jendela ada seseorang yang tengah mengawasi ku dengan senyum senang*.