Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
apa hubungan mereka


__ADS_3

" *Subaru ingin jadi anak baik kan?” tanya Crista ke arah subaru kecil.


" Yah..."


" Kemarilah . . Ambil ini dengan belati perak maka mahluk abadi seperti kita akan mati asalkan kamu menusukan tepat di jantung,


Subaru tusuk aku bunuh ibumu tolong bebaskan aku dari kurungan ini subaru” crista merosot memandangi wajah subaru yang begitu panik dan sedih.


" Ibu.."


" Bebaskan aku . .


Bebaskan aku. .


Kumohon kyaaa" triakan mengema di sekitar menara itu.


Subaru terdiam menatap ibunya sedih sungguh namun apa daya ia tak bisa melakukan apapun. . Jika saja dirinya tak lahir maka ibunya tak akan hidup dalam menara, ibunya akan hidup bahagia bersama kekasih yang ia cintai bukan menderita di balik jeruji besi yang kokoh dengan segala trauma..


CLANG


Suara benda tajam jatuh.


Subaru menatap ke arah menara terlihat crista melihat subaru dari balik jeruji besi lalu berbalik menghilang dari pandangan , subaru kecil menatap sedih sekeligus sedu ke arah menara


Miku berdiri di samping subaru kecil merasa kasihan dan simpati ia memeluk subaru dari belakang.


" Tidak apa-apa subaru!!"


Miku kembali ke alam sadarnya


Subaru menatap miku heran apa mungkin sihir miliknya sulit di lepas?


Namun penggunaan sinir milik subaru minimal 10 detik di dunia dan 10 menit di alam ilusi


Subaru khawatir dan memegang dagu miku agar menengandah ke arahnya.


“ Tidak apa-apa subaru!!"


Subaru membulatkan matanya kalimat itu selalu membuat perasaan Dejavu tak asing selama ini

__ADS_1


Namun siapa yang mengatakan kalimat itu awalnya..


" Jika ingin pergi maka ini saat yang tepat!!" Ujar subaru ke arah miku.


Miku menganguk“ Aku tau kamu selalu ingin aku pergi jadi bantu aku..." Pinta miku.


" Baiklah!" Siratan mata subaru menyala saat melihat miku meningalkan kawasan taman.


Kamar miku.


KREK


Pintu terbuka menampakan kamar yang begitu besar dan begitu ferminim karna keluarga sakamaki memperlakukan miku dengan baik dari segi papan dan juga pangan.


Miku berjalan melangkah mendekati lemari dan membuka nya pelan, terlihat sebuah gaun yang begitu indah dengan gaya eropa pertengahan. .


Dengan cepat ia menarik baju itu dan memakainya di sana dan waktu itu juga, ia memakai aseksori bunga safir di rambutnya


Gaun milik ibunya reiji terlalu besar dan rongar miku tak terbiasa memakai gaun indah seperti itu.


“ para vampire!!"


Syuhh


Syuhh


Tiba-tiba angin datang dengan kencang, kilat dan petir saling menyambar membuat suara yang mengeleger, miku ketakutan ia tak percaya melihat cocok di depan nya mata nya menyala dia diam di balkon lalu menatap miku dengan senyuman. . Merentangkan kedua tangannya miku seolah tak bisa lagi mengendalikan tubuhnya ia mendekat ke arah sosok itu“ Bersatu bersama ku!!" Ujar sook itu merangkul wajah miku seketika sosok itu menghilang masuk kedalam tubuh miku.


“ Aku masih belum percaya teryata takdir memihak ku . ."


Sosok itu berjalan ke arah tangga


Karna dirinya sudah hafal susuk beluk dari mashion karna rumah dan tempat ini adalah bekas miliknya.


Di ruang tamu para sakamaki langsung berkumpul merasakan adanya bahaya, kebangkitan putri iblis telah menjadi kini semua orang termenung menunggu sang bintang utama Keluar dari persembunyiannya.


Tap tap tap . .


Langkah kaki berpadu dengan lantai marmer menghasilkan suara nyaring, kini miku menuruni anak tangga dan duduk di lantai dua, mata nya yang berubah menatap ke bawah.

__ADS_1


“ Hai, bagaimana keadaan para semut menyedihkan.."


Cordelia menopang dagu nya mengunakan satu tangan menatap ke arah para sakamaki.


“ Apa yang kau lakukan pada miku?" Tanya reiji sinis.


“ Are are apa kau khawatir! Ais gaun ini begitu bau . . . Sebuah bau menyengat karna gagal membunuh nya hahaha" tawa cordelia mengeleger.


Reiji berdecih sebal“ Dasar wanita biadab!!"


“ Ahaha reiji jangan berbicara seperti itu.....:-


" Apa maksudmu!!"


Reiji bertransportasi ke lantai dua mengunakan jurus vampire nya


“ Sangat mirip dengan Beatrix kalian suka sekali menyembunyikan emosi,,,,,"


" Bukan urusan ku, " ujar reiji dingin


Subaru tak suka melihat cordelia menjadi kan miku sebagai tempat pembangkit


Ia melompat ke arah lantai dua


Mencengkeram tangan nya kuat melayangkan tinju ke arah cordelia, cordelia tak tingal diam ia menangkis serangan subaru lalu subaru menendang cordelia hingga mundur beberapa langkah . . Cordelia melayangkan tamparan hingga mengenai subaru“ Plack" subaru semakin marah karna pipi nya bengkak


Kembali melayangkan pukulan namun kali ini cordelia berhasil juga memberikan Serangan balik memutar lengan subaru hingga terdegar suara pergesekan tulang.


KREK . . .TREKK . .


Suara ngilu terdengar subaru kembali melompat ke bawah ke lantai dasar,


“ Kenapa Subaru?"


" Cih!!"


Cordelia mengedipkan sebelah matanya mengoda ke arah shu yang terbaring di sofa tanpa ada niat ikut campur sama sekali.


“ Anak manja memang seperti itu

__ADS_1


Seorang pencundang” Ucap cordelia membuat shu langsung membuka matanya pelan*.


__ADS_2