
Terasa badan ku rasa nya sakit kepala ku berdenyut...
Aku mengejabkan mataku berusaha mengatur cahaya yang masuk melalui retina mataku..
Aku mencoba berdiri..
" Aaaakh sakit sekali!!"
Aku pandangi sekitar kamar yang aku tempati begitu banyak aseksori ala eropa dengan dekorasi cukup mewah.
" DIMANA INI... KENAPA AKU DI SINI?"
Aku mengingingat kejadian itu saat aku pingsan kehabisan darah setelah di sedot para vampir
What vampire? Teryata ini nyata.
Miku menghembuskan napas pelan di iringi suara ringisan saat tak segaja memegang bekas taring-taring tajam yang menembus permukaan kulitnya.
Skipp time..
Miku terdiam sesaat melihat ke enam oemuda di depan nya lalu tatapan nya terpokus pada henfoun di tangan ayato ia mendekat dan berusaha mengambil nya.
" Ayato- san kumohon kembalikan?" Pinta miku.
" Hei dada rata, menyingkir dari depan ku,"
" Dada rata?"
" Tentu saja kau BODOH!" Sindir ayato.
Subaru memegang tangan miku dan memelintir nya kebelakang.
" Awww sakit sakit!!"
" Bau manusia!!"
Miku bertriak kesakitan, lalu memohon belas kasihan ke arah subaru.
Subaru membanting miku kebelakang hingga tubuhnya menerja meja, pecahan kaca melukai kening Miku.
Darah segar mengalir... Taring mencuat dari ke enam vampire itu.. miku ketakutan merasakan aura nya...
" Kalian kalian vampire?" Tanya miku.
" Benar!
__ADS_1
Kami adalah vampire.' jawab reiji.
Miku berusaha berdiri dan berlari dari sana namun pintu tertutup seketika, miku menegang ke enam vampire menghapiri nya dan menedekati dirinya.
Taring sudah mencuat dari mulut mereka, ayato menutup mata Miku dengan tangan nya..
" Ctak"
Taring tajam menembus permukaan kulitnya
Untuk pertama kalinya aku merasakan sensasi rasa sakit luar binasa
" Setelah kamu datang maka jangan berniat untuk pergi!" Ayato berbisik pelan.
Darahku keluar dari sela-sela bibirnya, bibirku mulai terasa lemas... Pandangan ku mulai kabur dan aku tak bisa lagi mempertahankan kedadaran ini ... Aku terjatuh...
Gelap...
††††††
Kembali ke dunia nyata, aku membukam mulutku saat melihat reiji tengah menatap ku aneh dengan pandangan dingin
Aku bergidik ngeri mungkinkah aku akan di hisap lagi batinku bertanya.
Reiji melempar kan seragam ke arah ku, aku mendongkrak ke arah reiji meminta sebuah penjelasan kearahnya.
Aku tau kau sudah masuk universitas namun untuk sekarang mundurlah satu kelas!!" Jelas reiji.
" Tidak- kenapa?" Bentak miku.
" Kau tau kami bangsa vampire tak menyukai cahaya? Maka kau juga harus melakukan hal sedemikian untuk mengawasi mu kami sudah berbaik hati menyiapkan segala keperluan termasuk membuat surat ijin sekolah..." Bals reiji.
" Baiklah!!"
Miku mengambil seragam SMA miliknya, bergegas masuk kedalam kamar mandi
Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam
Apa memang haru sekolah sekarut ini yah?
Lamunan ku semakin kemana-mana
" Dada rata cepat lah keluar kami menunggu mu!!" Ayato tanpa miku sadari sudah berdiam diri di belakang bak up miliknya.
" KYAAAA!!"
__ADS_1
" Berisik..! Cepatlah ke bawah atau kau akan tau balasan nya!!" Ancaman ayato membuat miku takluk dan menganguk pelan.
Ayato keluar melesat bagaikan sebuah bayangan, cepat-cepat miku mengambil seragam dan memakainya.
Akhirnya aku turun ke bawah ke enam sakamaki sudah berdiam diri di sofa
" Lama sekali..!"
" Maaf kan aku ayato-san!" Balas miku.
" Ayato-san membuat ku geli pangil saja ayato!"
Miku menganguk. Mereka masuk kedalam mobil
Miku merasa risih berada di tengah keberadaan ke enam sakamaki yang siap menerjang dirinya kapan saja.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku takut sunguh ayah kumohon cepat jemput aku?
Reiji memegang dagu miku membuat wajah miku menatap ke wajahnya" rambutmu kenapa tak di ikat?" Tanya reiji membuat miku bungkam.
" Maaf..!"
" Kau harus tau aku tak menyukai jika kau berpenampilan tak rapih apalagi saat berada di luar rumah," ia mengasongkan dua ikat rambut berwarna biru ke arah miku yang ntah dari mana dia dapatkan.
" Reiji sejak kapan kau begitu perhatian pada seorang manusia?" Tanya kanato dengan pandangan horor.
" Apa kalian ingin menentangnu?
" Diamlah kanato!" Relai shu.
Miku masih melihat ikat rambut di tangan reiji dan mengambil nya, ia memakaikan dengan gugup karna reiji memperhatikan tindakan nya secara hati-hati.
" Apa begini sudah cukup?" Tanya miku.
" Lain kali jangan keramas saat malam hari itu tak baik untuk kesehatan mu...!!"
" Maafkan aku,"
" Reiji sejak kapan kau menjadi seperti sekarang?" Shu yang semula merelai mulai masuk kedalam perdebatan karna melihat tingkah reiji.
" Apa kalian lupa dia harus sehat agar bisa memberikan pasokan darah pada kita,"
Ke enam sakamaki menganguk.
__ADS_1
Miku menerima pemberian shu sebuah susu kacang yang bisa menambah pembentukan sel darah. Mobil memasuki kawasan gedung sekolah kami masuk dalam nya karna pelajaran hampir di mulai.