Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Gaun penuh misteri


__ADS_3

*Lesatan demi lesatan membuat miku takut


Ia memilih memegang leher reiji kuat


Takut jika terjatuh mungkinkah akan menjadi daging yang berserakan di lantai?


DUG DUG DUG


Suara detak jantung yang kencang membuat ku semakin takut. Langsung saja reiji meremas kuat pingul miku gadis itu merintih sakit.


" Buka matamu!!"


Mendegar nada bariton dingin itu miku pun perlahan membuka matanya, terlihat sebuah ruangan yang begitu besar ukuran 3 kali lipat dari kamarnya. Di sana banyak sekali alat makeup berserta aseksori tak lupa gaun yang berjajar rapih di lemari tembus pandang.


" Lepaskan aku...!"


Miku melepaskan pengangan pada reiji, pemuda tampan itu berjalan ke salah satu lemari dan membuka nya pelan . . Memilih salah satu gaun reiji melempar kan ke arah miku gadis itu gelagapan berserta bingung harus melakukan apa?


" Itu milik mendiang ibuku, saat aku membunuhmu nanti ingat untuk memakai gaun itu..." Ujar reiji dingin.


Miku terhempas ke belakang, sesaat lubang hitam muncul dan menghisap tubuhnya lagi


Reiji tersenyum kecut penuh kesinisan saat tak melihat keadaan miku lagi.


" Kenapa kau di sini?" Tanya reiji ke arah sosok yang tengah berdiri di depan jendela.


" Reiji jangan mencurahkan kebencian mu pada nya...?"


" Hak apa yang kau miliki karna melarang ku?" Ujar reiji sinis.

__ADS_1


" Pikirkan lah! Kau akan kesepian jika tak ada orang yang mencintai mu . . Kau akan berada dalam kesepian tanpa merasakan bagaimana rasa nya di cintai dengan tulus..."


Wuuus


Kelelawar berhamburan dari ruangan sana


Reiji terdiam mencerna semua ucapan dari sosok misterius yang baru saja masuk ke ruangan tanpa permisi. .


††††††


Tsalib berada di mana-mana, ke enam vampire


Tampan menatap deretan korban yang kini tengah merasakan siksaan dari tsalib berbentuk T. Tangan dan kaki mereka di paku pada kayu di tengah ketinggian


wilayah bernuansa orange karna sinar senja baru saja menyinari. .


Suara 🐦 burung begitu merdu menyanyika sebuah lagu,,,,,, namun bagi mereka yang di siksa suara itu bagaikan lagu kematian yang siap menjemput kapan saja. .


" Tuan..."


Ternyata bukan hanya mereka yang berdiri di depan jajaran alat siksa.


Teryata para vampire lain nya juga berkumpul di sana


" Tuan akhirnya anda datang! Aku kira tak akan melihat mu lagi setelah seribu tahun lalu..." Ujar vampire yang lebih tua menyapa sosok berjubah


Sosok berjubah tak menjawab dan hanya melewati mereka saja,


" Dimana gaun itu?"

__ADS_1


Semua terdiam dengan takut-takut. .


" Sudah hilang! Di curi vampire lain," guman mereka pelan.


Sosok berjubah menatap ke arah langit dengan epresi sulit di artikan. .


" Kalian carilah keberadaan gaun itu! Karna gaun itu begitu misterius bahkan aku sendiri belum tahu apa yang terkandung di dalam nya,"


" Aaak. . Baik tuan!"


Ke enam vampire kelas bangsawan menatap satu sama lain,


" Kenapa kau malah kembali!" Ujar pemuda berambut merah bata dengan gaya genit.


" Untuk mlihat persiapan apa yang kalian lakukan selama ini,"


" Ya, sudah kau tak perlu ikut campur.."


" Nada bicara mu sunguh tak enak di dengar kanato,"


Kanato memegal salah satu tawanan hingga darah bercucuran kemana-mana.


" Karna aku tak menyukai mu sama sekali," jawab kanato.


" Sangat menyedihkan..."


Para vampire lain nya menghembuskan napas pelan melihat kehidupan para vampire bangsawan penuh akan drama kehidupan


Apalagi mereka baru saja mendegar kehebatan dari pemimpin bangsa vampire tak terkalahkan dan tanpa mengenal ampun sedikit pun*...

__ADS_1


__ADS_2