Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
hadiah kou


__ADS_3

***Hinata sangat gugup ia tak bisa menjawab pertanyaan dari shu.


Sementara shu terus memandang hinata dengan tatapan intimidasi yang kuat.


“ A-aku hanya lewat. . Aku tak mengira laito akan melakukan itu di sana..." Gugup hinata ketakutan.


Shu mengacak surai pirang miliknya “ Sekali lagi kau mencampuri urusan yang bukan urusan mu kau akan mati...!!" Tegas shu penuh penekanan.


Hinata langsung bungkam 10,000 bahasa.


Shu menyipitkan matanya tak suka saat hinata mengabaikan pertanyaan. .


Hinata menganguk dan meminta maaf karna hampir saja ia terjerumus dalam masalah yang begitu besar nantinya.


Ke esokan nya. .


" M neko-chan selamat pagi...!"


Brakh


Suara pintu di tubruk dengan kasar kou masuk dengan senyuman riang ke arah miku yang sedang berbaring di sofa lagi-lagi di kurung ruki.


“ kou?" Tatapan miku mengitimidasi lalu terfokus pada sebuah buket bunga yang besar.


“ Hadiah...!!!”


Kou memberikan buket bunga itu pada miku


Yang langsung di terima miku dengan aneh


Ia mengucap kan kalimat terima kasih


Namun kou belum beranjak pergi juga.


“ M neko-chan mana balasan ku...?" Tanya kou antusia menyarungkan kedua tangan pada saku celana dengan sedikit mencondong kan badan nya ke arah miku.


" Balasan?"


“ Aduuhh. . Apa kau pikir di dunia ini ada yang gratis semua itu butuh balasan..!" Kou mengacak surai kuning miliknya.


Miku langsung bergetar takut nada bicara kou menjadi kasar bahkan ia tak segan-segan melahap miku lebih kejam dari azusa, kou Seperti berubah menjadi orang lain.


“ Kembalikan...!!" Kou mengambil buket bunga dari miku kasar, miku meringis karna tanpa segaja terkena duri tajam.


Kou seperti kesetanan menghambur kan kelompak bunga, lalu menaburkan ke atas merusak buket bunga yang kini mulai berserakan di lantai.. kou maju ke arah mimu yang mundur degan penuh tanda tanya


Kou menerjang tubuh miku hingga terbanting ke bawah membuat kou menindih miku.

__ADS_1


“ lepaskan...!" Triak miku kesal.


“ Apa yang kau bilang?"


Kou marah ia merentangkan taring tajam miliknya lalu menerjang bahu miku dengan kuat.


Ctakk


Miku meringis kesakitan saat taring tajam kou menembus perbukaan kulitnya.


“ Yang benar saja? Apa ini rasa darah eve?" Kou terkejut mengusap sudut bibir yang di hiasi darah miku.


“ Darah eve sangat enak..."


Ctakk


Kou menghisap leher miku membuat gadis itu mengeluarkan air mata, kou menatap miku sedetik kemudian miku sudah pingsan


Di lihatnya tangkai bunga yang berserakan di lantai kamar miku. . Gadis itu seperti putri yang tertidur di kelilingi banyak bunga


Kou membuka pintu kamar miku dan meninggalkan gadis itu di sana sendirian


Peraturan keluarga mukami mereka tidak boleh melebihi batas untuk darah eva karna bagaimanapun masih ada campuran darah suku langit yang masih menjadi misteri.


Malam hari . .


Di rasakan nyeri dan kini akibat taring kou yang kini sudah hampir menyembuh,


Miku beranjak menuju ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya.


Membuka lemari pakaian dan mengambil kaos putih dengan celana pendek, miku mendudukan dirinya di sofa menatap langit-langit kamarnya di buka nya laci ia mengambil stoking dan memakai nya.


Di lain tempat kini ruki dan yang lainya tengah berkumpul di ruang keluarga, yuma asik memakan gula batu kesukaan nya


Dan azusa lebih suka memainkan perban di tangan dengan antusia berbeda dari kedua orang di sampingn. Ruki lebih memilih membaca buku keramat warisan dari sang ayah sebelum tragedi.


Pintu perlahan terbuka menampakan miku yang menatap mereka gugup ruki mengetahui itu lalu memberikan isyarat agar miku bicara.


“ Dimana kou?" Tanya miku.


“ Kou yah? Seperti nya ia keluar malam ini!!" Jawab Yuma merilik miku sekilas.


" Kou keluar? Kemana?" Tanya miku lagi.


“ Kenapa . . Kau . . Ingin . . Tau . ." Ujar azusa


Miku masih menunggu kelanjutan kalimat azusa yang lama bener di utarakan“ Eva apa kamu . .suka . .dengan . .kou?" Tanya zuasa membuat miku menghela nafas pelan.

__ADS_1


“ Tidak . ..!!"


Ruki mendilakan mata nya sebelah lalu kembali fokus pada buku“ Kou bekerja...!!"


“ Begitu yah, kalo gitu aku pamit dulu.." miku menutup pintu pelan.


Azusa menatap ke arah yuma“ Seperti. . nya . .eva . . Sedang . . Sedih. .!!"


“ Shuut azusa jangan mengurusi hal itu lagi." Tegur yuma.


Ruki menutup buku nya“ Eva berhak memilih siapa yang dia Inggin kan . . Kalian harus menerima itu!!" Dari nada ruki terdapat kecemasan lalu ia bertransportasi ke arah kamar nya.


Miku berjalan menuruni anak tangga sampai akhirnya sampai di dekat naskah ia mengambil gelas dan menuangkan air sampai penuh


Diminum sampai tandas miku memegang pipinya menatap ke arah pintu.


Krek


Miku tersentak melihat kou basah kuyup lalu berjalan ke arah rak sepatu.


" M neko-chan selamat malam..." Guman kou menyapa miku.


“ Malam..."


" M neko-neko ikut aku ke kamar ku yuk?" Ajak kou menuntun Miku ke kamar nya.


Di kamar kou. .


Kou kesusahan melepaskan kancing bajunya sedangkan miku berdiri di depan kou“ Mau ku bantu?" Tanya miku.


“ tolong yah, aku memang tak terlalu bisa saat membuka kancing..."


Miku berjongkok di depan kou“ Apa pekerjaan mu kou? Kenapa kamu bekerja?" Ujar miku.


" Teryata m neko-chan kevo juga hihihi!!" Kou menatap langit kamarnya kosong.


“ Idol..."


" Idol?" Tanya miku memastikan.


“ Ia apa kau pikir kami bisa hidup seperti ini tanpa bekerja, kami harus berpikir tentang masa depan nantinya...”


Miku melepaskan kemeja kou setelah selesai ia menaruh di rigen, lalu kou pun menatap miku


Berkata terima kasih miku ingin kembali ke kamarnya namun terhalang lengan kou yang manarik Miku berbaring bersama kou


Miku terjengkang, kou menahan kepala nya dengan satu tangan menatap ke arah miku dengan pandangan aneh***.

__ADS_1


__ADS_2