
***Pagi ini miku Seperti biasa menyiapkan sarapan untuk hinata karna gadis itu terlihat masih shok mendegar kebangkitan aura putri bulan.
“ Makanan akan dingin jika kamu tidak memakan nya..." Ujar miku mengasongkan makanan ke arah hinata.
“ Te. . Terima ka..kasih !!"
“ Oh yah, hari ini aku ingin beristirahat di kamar jika butuh sesuatu kamu tinggal datang saja ke kamar ku!!" Miku mengedipkan sebelah matanya pelan.
Hinata menganguk melihat kepergian miku ke lantai atas, yah kamar hinata berada di bawah
Jadi sulit sekali untuk berinteraksi dengan miku namun gadis itu lumayan bisa di ajak bicara guman hinata memakan makanan nya.
“ Oiiii...! "
“ Laito?"
Laito mendudukkan dirinya di kursi meja makan “ Kau bisa masak? Aku lapar buatkan aku makanan?" Tanya laito membuat hinata pias.
Hinata mengeleng pelan memang ia gak bisa masak sedikit pun“ Tidak..."
"......."
Laito mendekat ke arah hinata dan sudah merentangkan taring tajam nya“ Karna kau tak bisa masak maka aku ingin darah mu..."
* CTAKK *
Sruput
Laito menghisap darah hinata, teryata rasa nya sangat enak tak kalah enak dengan rasa darah milik miku namun tetap no satu pasti darah miku
Hinata perlahan melemas dan pandangan nya kabur kini ia pun pingsan.
“ Ara ara sudah pingsan..."
********
Malam hari. . .
Hinata masih sangat kekalahan karna belum pulih sepenuhnya dari tancaban taring laito. .
Ia menyandarkan kepalanya pada bahu miku pelan,
“ Hinata kenapa?" Tanya miku cemas.
__ADS_1
“ Biarkan aku menyandar" hinata menyilabkan rambut biru miku ke belakang.
Kanato mendelik tajam hinata ia tak suka
Sedangkan ayato bersikap dingin.
“ Hei kau jangan ber epresi seperti orang tertindas," kesal subaru ( emang selalu kezell nih orang ).
“ Sudahlah subaru!"
“ Tck...,"
Ayato mendekat ke arah miku “ Aku haus dada rata biarkan aku minum darah mu..."
“ Ayato apa kau lupa ini dimana?" Tanya reiji membuat ayato bungkam.
" Tck..."
Kanato memegang boneka Teddy bear “ Berisik!
Lihatlah Teddy ku jadi terganggu," marah kanato.
“ Berisik kalian merusak alunan laguku,” tempas shu.
Laito mererai mereka,,,,, kanato menatap ke arah miku tajam“ Ini semua salah kau??"
“ Salah ku?" Miku menunjuk dirinya.
Tiba-tiba ntah kenapa mobil menjadi oleng dan keluar dari lintasan untung nya para sakamaki langsung merespon cepat.
SRIIING...
CHIIIT
“ Kyaaaaa " miku bertriak ketakutan.
* BOOOM *
Mobil di lentab oleh api.
Tap
Ayato menapak di tanah ia melepaskan miku
__ADS_1
Dan berdiri miku masih ketakutan“ Dada rata kau berat!!" Ia melepaskan pengangan pada tubuh miku.
" Terima kasih sudah menolong ku Ayato!!' ujar miku ke arah nya.
Ayato menatap sesaat lalu membuang muka“ Lupaka saja akan menyebalkan jika kau mati aku tak akan bisa minum darah mu lagi..."
Miku berdiri melirik hinata yang kini berdiri di samping shu mungkinkah shu menolong nya?
“ Kecelakaan??"
Reiji menatap Miku horor “ Jangan bercanda dia adalah supir yang ahli,"
Laito menatap ke arah tebing kabut berjalar
Mulai terhempas oleh angin “ Mungkin ini ulah mereka..."
Benar saja empat orang tengah berdiri dengan pose berbeda-beda yang satu memegang buku,
Yang satu bergaya cool memegang dagunga.
Yang satu memegang tangan yang penuh akan peban dan yang satunya tersenyum horor.
Mereka menatap ke arah miku
Gadis itu terdiam menatap ke atas “ Eva!!" Lontaran kata itu membuat miku tersadar.
“ Aku Seperti pernah mendegar kata itu tapi dimana?" Tanya batin miku.
Subaru memfokuskan matanya saat kabut itu hilang seketika empat orang itu hilang.
Subaru: “ Bau mereka tak sedap...!!"
Laito; “ Mungkinkah mereka sama seperti kita? ”
Reiji : “ Sepertinya! Mereka bukan darah murni
Seperti kita...?! ”
Kanato : “ Bau meraka sangat tak enak,”
Shu: “ Merepotkan!!! "
Ayato; “ Peryataan perang menarik. ”
__ADS_1
( Semua tercengar kedatangan ke empat orang misterius itu membuat sesuatu dalam tubuh miku bergejolak bayangan sesuatu seakan memaksa untuk di ingat***...!)