Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Rumput bunga darah


__ADS_3

*Ayato berdiri tegap di depan gerbang berlapis penjara hitam, dari kejauhan sudah tercium aroma khas darah membuat ayato ingin secepatnya pergi dari sana. Pintu terbuka


Menampakan sebuah kota yang hampir musnah dan mati tanpa ada pepohonan sama sekali hanya tanah yang tandus, di sebelah sisi kota terlihat sebuah mashion mewah ayato langsung menuju ke dalam nya tak butuh waktu lama kini ayato tengah berhadapan dengan penguasa kota iblis yaitu cornelia ibu dari ibunya yaitu nenek nya.


" Ayato! Akhirnya kamu kembali !" Sambut cornelia bahagia ke arah ayato.


" Jangan basa-basi aku ke sini ingin meminta rumput bunga darah," ujar ayato dingin mengabaikan pertanyaan nenek nya.


Cornelia mengeyitkan dahinya heran“ Siapa yang terluka apa itu laito atau kanato?" Tanya nya membuat ayato mengeleng pelan.


" Bukan........ Cepat berikan pada ku...."


" Ayato rumput darah adalah harta negara clan kita bagaimana bisa kau mendapat kan nya dengan begitu mudah?"


" Berikan pada ku?"


Cornelia mengeleng pelan“ Aku tidak mau,"


Ayato sudah marah ia merentangkan taring nya


Sayap hitam.keluar dari tubuhnya, dengan mata menyala tajam, membacakan sebuah mantra tanah pun terbelah memunculkan lava dari dalam nya...


Cornelia tercengar melihat jurus baru dari cucunya, ia tak menyangka setelah pembunuhan ibunya ulah anak-anak nya sendiri namun sekarang ia percaya rumor itu ayato, laito dan kanato bukan sembarang vampire biasa di tubuh mereka mengalir darah clan iblis khususnya ayato sakamaki.


.......


Cornelia mengangkat tangan nya tercipta sebuah bunga berwarna merah“ Bawalah! Aku tak ingin membunuh cucuku sendiri!!" Guman cornelia ramah.


Ayato menganguk dan mengambilnya kasar" Terimakasih!" Dengan nada pelan ia mengucapkan kata yang sulit di dengar dari bangsa vampire.

__ADS_1


Cornelia menatap.kepergia ayato dengan tak iklas


Pungung ayato menghilang dengan sangat cepat membuat cornelia sedikit bersedih.


†††††


Siuh


Swoosh


🌲 Pohon apel tertebak angin, menbuat irama yang begitu memilukan kini aku terbaring lemah di bawah pohon apel. . Mata ku sangat berat ku gerakan di tambah luka-luka sakit yang ku ingat akibat terjangan ayato.


" Hei!! Kenapa aku ada disini lagi?"


" Putri. . Kita adalah satu kesatuan apa kau lupa...?"


" Siapa yang membuat tempat ini?" Tanya miku penasaran.


Tiba-tiba suara bayangan hitam muncul di depan miku, sosok itu mengerakan tangan memutar membuat mata miku membulat lalu pingsan.


" Ka-kamu si-siapa?" Gagap miku.


" Takdir mu sudah di tentukan-------------"


Ctrak...


Sosok itu mengigit buah apel, dan meletakkan bekas apel yang sudah layu di lantai lalu menghilang dengan sendirinya.


Kembali ke alam nyata.

__ADS_1


Reiji berhasil membuat ramuan dengan rumput bunga darah setelah menyuntik kan pada miku gadis itu sudah kembali ke dalam kondisi normal.


Reiji yang sangat lelah memilih tidur di sofa ruang belajar nya. setelah terlelap miku pun tersadar dari pingsan menatap sekeliling mata nya berkaca-kaca teryata aku masih berada di mashion sakamaki..


Aku melepas kan selang infus kasar, aku harus mencari reiji untuk bertanya hubungan antara para vampire dan alam bawah sadar yang selalu membuat heran dan penasaran.


Ruang baca. .


" Ti-tidak . . Ja-jangan"


Suara igauan reji begitu sedu, miku tersentak kaget lalu mendekat ke arahnya dengan perlahan ia menatap wajah reiji yang sangat menderita.


" Haaa, teryata cuma mimpi!!"


Miku Menatap reiji, mata reiji mulai terbuka dengan epresi yang sangat galak" apa yang kau lakukan?" Tanya reiji kasar.


" Maaf kan aku tadi ku dengar kamu mengingau tentang ibu?" Jawab miku jujur


" Lebih baik aku bermimpi buruk dan tak pernah bangun dari pada melihat manusia seperti mu" reiji geram.


" Maaf kan aku..." Miku menundukkan kepalanya.


Reiji membenahi posisi kacamata nya lalu mempersilahkan miku untuk duduk, reiji mengambil teko teh lalu mengasongkan pada miku setelah mengucapkan terima kasih miku meneguk teh buatan reiji namun seteah mencicipi sedikit ia langsung mual dan cangkir pun terjatuh miku memandang ke arah jatuhnya cangkir.


" Kenapa rasa nya aneh?"


" Tentu saja karna itu darah...?;"


" Apa kau pikir aku akan berbaik hati seperti ayato yang rela mengambil rumput bunga darah" sindir reiji edas.

__ADS_1


" Maafkan aku,,,"


Reiji memungut gelas lalu menaruh nya di tangan miku, gadis itu bingung seketika reiji mengores permukaan lengan mikuh hingga mengeluarkan darah lagi*.


__ADS_2