Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Diabaikan


__ADS_3

" *Biarkan aku membalut luka mu . . Membalut nya kuat dan juga rapih hingga tulang-tulang mu patah dan retak,"


" Ti-tidak..."


" Jangan menolak ku!!" Reiji memegang tangan miku ke atas membuat gadis itu berjingkit-jingkit


Reiji menjilat darah di permukaan lengan miku hingga membasahi tangan nya dengan air liur...


Miku memberontak, reiji tanpa segaja mendorong ku ke arah lemari buku, lemari yang mulai rubuh dan menimpa tubuh ku namun reiji mengeluarkan sihir angin. . Dia mendekat ke arah ku menaruh kedua tangan nya di sisi kepala kiri dan kanan, aku berada di dalam dengkapan tubuh reiji terkurung tak bisa berbuat apapun.


" Kau tau mimpi yang ku alami begitu buruk?


Kenapa aku ingin membuat nya menderita..." Reiji menatap marah ke arah miku.


Reiji berjongkok merentangkan taring nya, ia menancab kan dalam semakin dalam" CTAK" miku menegadah ke atas membiarkan reiji meminum darah nya, emosi reiji tak seimbang membuat miku tak bisa berbuat banyak. .


" Kenapa bahkan di detik terakhir kematian nya dia malah tersenyum bahagia?" Ujar reiji kesal.


Miku memejamkan matanya, reiji semakin rakus meminum darahnya.


Masa lalu. .


Terpaan angin menerpa rerumputan hijau, reiji berdiri tak jauh dari seorang wanita cantik berambut blonde dengan mata yang begitu indah. .


" Buk! Kenapa kau mengabaikan ku?" Ujar reiji bertanya dengan nada tinggi.


" Reiji aku puas bisa mati di tangan mu..." Jawab wanita itu dengan senyuman di bibirnya ramah.


Reiji bertriak frustasi ketika melihat ibunya mati di tangan nya sediri, wanita itu mengulurkan tangan ke arah reiji memegang pipi reiji lembut" terimakasih aku bahagia sekali bisa mati di tangan mu! Ini salah ku karna mengabaikan mu rei__ji" ujar wanita itu.


Mata wanita itu perlahan mengecil pupil matanya mengecil. Darah berembes dari tubuhnya. . Reiji tertawa kesetanan melihat ibunya mati dengan bahagia karna ia membunuhnya.


" Kenapa? Padahal aku ingin membuat mu menderita seperti yang kurasakan," Tawa reji penuh kesinisan.


Kemeja putih reiji kini penuh dengan darah ibunya mata nya memandang sedu aku akan mencari cara untuk membangkitkan wanita itu lagi dan membunuh sekali lagi dengan sadis agar dia bisa merasakan penderita ku selama ini...

__ADS_1


Next time.


Kembali ke alam nyata Aku membuka mata ku pelan, terlihat kini aku masih bersimbah darah dari cangkir tumpah tadi, ku susuri sekitar ruangan tak ada jejak reiji sama sekali


Dimana dia? Batin miku bertanya.


Ruangan itu begitu besar membuat miku kebingungan,


" Awww sakit!" Miku mengelus tanda taring yang di ciptakan reiji di bagian bahu nya.


Berjalan dengan tersengal-sengal ntah kenapa mimpi yang baru saja ia alami membuat tubuhnya tak tenang. .


DHAAK!!!


Suara benda kasar membuat miku langsung menoleh ke asal suara,


Reiji mencekik shu hingga membanting nya ke arah tembok.


Shu berdecih sebal dan melawan reiji


Semua orang hanya memandang tanpa ada niat untuk melakukan pemisahan sama sekali.


"Lepas. . lepas ..." Ujar shu melawan.


" Dengar shu! Jangan melewati batasan mu


Walaupun kau anak pertama namun kau hanyalah tak lebih dari seorang pecundang!!" Ancam reiji.


BUAKH


Pukulan mengenai wajah reiji, kacamata reiji terlepas ke lantai mata reiji begitu marah memandang shu,


" Kau hanyalah anak yang di manja shu!!"


" Lalu..? Kau sediri hanya anak yang tak di angap?" Balas shu lagixsengit.

__ADS_1


" Haaah. . Setidak nya aku bisa melakukan hal yang lebih berguna di banding dengan mu yang hanya bisa tidur dan hanya bisa membebani semua orang!!"


" Diamlah!" Bentak shu.


Percekcokan terjadi, itu membuat miku bingung


Gadis itu memungut kacamata reiji


Dan berjalan ke arah mereka. .


" Kenapa memang kau selalu di manja wanita itu.."


" Dari pada kau, untuk balas Dendam saja tak becus..." Shu meningkatkan nada suara nya.


Reiji siap menerjang ke arah shu. Namun terhenti karna ucapan dari orang di belakang nya" Apa balas dendam membuat mu tenang reiji?" Ujar nya pelan.


Semua orang menoleh termasuk shu yang langsung menunduk, shu menghilang dari sana kini tingal enam orang di aula miku memberikan kacamata reiji. .


" Berhenti berdebat untuk apa yang tak pantas di perdebatkan..." Miku memberikan kacamata reiji.


" Untuk apa kau ikut campur?" Reiji membuat aura suram.


Miku merindis takut lalu mengelus wajah reiji lembut" Terimakasih karna sudah menolong ku..."


Mata reiji membulat besar hampir saja keluar dari tempat nya.


" Terimakasih aku bahagia sekali bisa mati di tangan mu.." bayangan wanita itu memenuhi ingatan reiji.


Syuuh


Tangan reiji merangkul.pingang miku lalu pergi dari sana meningalkan ke empat orang yang hanya bisa diam


" Aih, kenapa miku malah datang jadi tidak serius kan!!"


" Dek ****** memang merepotkan..."

__ADS_1


" Cih," subaru berdecih.


' dada rata itu ' batin ayato lalu ikutan menghilang dari sana*.


__ADS_2