Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
benci


__ADS_3

*Malam hari pun tiba, kini miku masuk bersama ke enam sakamaki ke dalam mobil yang telah di dekorasi se nyaman mungkin tempat duduk pun di buat jadi later L . Shu dan subaru duduk di sisi tengah sedangkan ayato dan kanato berada di ujung kiri, reiji dan laito serta aku duduk di ujung kanan sedari tadi laito mengeluarkan banyak gombalan maut ke arahku.


Aku hanya menagapi dengan senyuman ketika laito berbicara ngulon wetan tanpa berhenti sama sekali, sesampainya di sekolah miku langsung ke kelas nya yang terletak di lantai atas


Dengan segaja reiji menyuruh aku sekelas dengan nya bersama shu aku duduk di paling ujung membuat ku bebas melamun kapan pun dan dimanapun.


Jam. Pelajaran pertama telah selesai, miku mengeluarkan buku dari tas gendong yang kedua. Shu sedari tadi tidur ntah apa yang di pikirkan shu karna dia bisa tidur di manapun dan kapan pun.


Teng . .teng . .teng . .


Jam bell pulang telah berbunyi, miku baru saja terlelap dalam tidurnya membuat reiji membangunkan gadis itu kasar.


" Bangun!!"


" Hoamm ... Ada apa?"


" Kita pulang,"


" Benarkah? Aku ngantuk sekali!" Jawab miku.


" Berusaha lah menjadi seperti kami


Karna kau bagian dari kami sekarang sampai kau bisa keluar itupun jika kau mampu keluar,,,"


" Hmm" bals miku.


Mobil jemputan telah datang, mengatarkan kami ke Mashion sakamaki...


" Hei dada rata kau jangan lari kemana pun!" Ujar ayato mengancam.


" Baik!!

__ADS_1


" Miku ingatlah karna walaupun kau menangis darah pun kami tak akan peduli," tambah reiji.


" Sebentar lagi pagi kalian harus istrirahat," guman miku pelan namun masih bisa di dengar mereka.


" Lupakan rencana jahat untuk kabur, karna pagar kokoh di depan tak akan bisa kau lalui!" Shu berbicara lalu tertidur di sofa.


Miku beranjak menuju kamarnya, bosan tentu saja ia bukan vampire yang tidur dari jam 5 sampai jam 6 malam. . Dirinya manusia yang tidur saat malam bukan siang kaya kelelawar saja batin miku.


" Huff bosan nya!"


" Ntah kenapa aku merasa penasaran tentang mereka semua termasuk shu dan subaru," guman miku pelan.


" Eh aku ada dimana?" Ujar miku celingak-celinguk melihat keadaan sekitar karna berjalan dalam lamunan.


Miku berjongkok memetik setangkai mawar putih yang begitu indah, yah ia nyasar kesalah satu taman bunga mawar putih


Mengambil gunting dari balik saku nya miku memetik satu persatu tangkai mawar dan menaruhnya di bawah.


" Baunya sangat harum..."


" Karna ini taman yang di kelola mendiang ibuku,


Kau bisa kemari kapan saja namun jangan pernah penasaran lebih dari ini tentang keluarga kami?"


" Subaru? Sejak kapan kamu di dini?"


" Lupakan itu, apa menurut mu bangsa vampire tak bisa keluar di pagi hari kau keliru besar...!" Ejek subaru membuat miku kalah telak.


" Selain bangsa vampire kalian, ada bangsa apa lagi di dunia ini?" Tanya miku ke arah subaru yang menautkan sebelah alisnya.


" Bangsa 🐺 serigala kami selalu bermusuhan

__ADS_1


Dan bangsa vampire pun tak semuanya bersahabat," jawab subaru dingin.


" Begitukah? Kenapa kalian tak membuat perjanjian damai...!"


" Kau terlalu mengurusi urusan yang seharusnya bukan bagian mu,"


" Maaf!"


Subaru memegang dagu miku membuat wajah miku mendongkrak ke arah nya, subaru teringat akan mendiang ibunya melihat mata miku


Seketika perasaan sesak membuat subaru mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


Miku menerima pemberian subaru dengan heran,” Subaru ini untuk apa?" Tanya miku sedikit berjingkit karna subaru semakin kuat mengangkat wajahnya.


" Untuk membunuhku...!!"


Deg


Miku kaget bagaimana bisa ia membunuh subaru? Miku bergetar tak bisa menahan berat belati perak di tangan nya hingga belati itu terjatuh dari tangga nya.


CLANG


" Aku tak mau . . Aku tak bisa melakukan itu!!" Miku mundur beberapa langkah.


Subaru memungut belati perak dan meletakkan di tangan miku“ kalau begitu untuk membunuh dirimu sendiri!" Jelas Subaru marah tersirat sebuah kebencian dari matanya.


" Membunuh diriku sendiri?"


" Jika aku mati apa kamu akan puas?" Tanya miku sedu.


" Tentu saja..."

__ADS_1


Miku berusahalah mencerna perkataan subaru barusan apa benar subaru sebenci itu pada nya


Kenapa*?


__ADS_2