
" *Aku selesai!"
" Kau makan sedikit sekali?"
Laito memperhatikan piring miku yang masih di isi banyak laut pauk, sedangkan miku tersenyum ramah menanggapi nya. .
Miku beranjak dari sana, ia sedang menikmati waktu kesendirian dalam tembok kokoh yang mengurung nya ntah sampai kapan. . Miku menyandarkan punggungnya pada tembok menikmati terpaan angin yang berhembus ke arah nya bintang berkelap-kelip di sekeliling nya.
Mata miku terpelanjak saat melihat sosok tengah menikmati bunga di kebun bunga, rambutnya panjang dengan gaun hitam yang begitu indah sosok itu menyesap bau harum semerdak bunga lalu menoleh ke arah miku.
* DEG *
Jantung Miku terasa sakit seperti di belit rantai,
Miku memegang pembatas dengan tangan gemetar di lihatnya sosok tadi sudah hilang ntah kemana.
Suara nyanyian sangat merdu membuar miku penasaran dan mulai menjelajahi arah dimana datangnya suara, terlihat kanato tengah bernyanyi riang di atas pohon dengan boneka teddy yang menjadi ciri khasnya.
" Ouh miku?" Ujar kanato karna mengetahui kedatangan miku.
" Nyanyian kamu sangat indah...!"
" Benarkah? Terima kasih!" Kanato menatap datar ke arah miku.
Tangan nya menunjuk ke arah bunga mawar yang berada di sekeliling mereka “ Petik beberapa lalu buatlah sebuket bunga!!" Printah kanato dingin ke arah miku.
" Baiklah...!"
__ADS_1
Tak ingin membuat kanato marah miku langsung saja memotong satu persatu tangkai bunga. Lima menit kemudian sebuket bunga mawar telah berada di gengaman miku dengan pita di rangkai nya... Kanato langsung turun dan memegang tangan miku menuntut nya pergi keluar dari gerbang...
Bulu kunduk miku berdiri tinggi, siapa sangka kanato kini membawa nya ke area pemakaman yang telah di tumbuhi banyak bohon dan bambu
Di sekeliling jalan miku memegang kuat tangan kanato. Kanato mengejek ketakutan miku
Kanato melepaskan cengkraman tangan pada baju Miku dan menunjuk ke arah salah satu makam yang kini berada di depan nya kanato memberikan aba-aba untuk menaruh bunga di pusara nya.
" Kanato ini dimana?" Tanya miku ketakutan setelah meletakan buket bunga barusan.
" Ini makam ibuku!"
" Kenapa nada bicara mu kanato..?"
Miku heran karna nada bicara kanato penuh kebencian sekaligus ketakutan, mata kanato menatap kosong lalu berjalan beberapa langkah ia mengamuk seketika menghancurkan buket bunga yang mereka bawa dan memukul pusara ibunya dengan marah. Miku ketakutan pilihan karena ikut kanato sangat ia sesali karna kanato sekarang seperti kesurupan dengan wajah horor.
" Kanato hentikan ini makam ibumu!!"
" Dia bukan ibuku...!"
" Wanita biadab itu bukan ibuku...!"
Kanato marah-marah sambil memukul-mukul kuburan ibunya, sedangkan miku di landa kecemasan. Kanato menghancurkan buket bunga hingga berkeping-keping lalu menoleh ke arah miku ia menerjang tubuh miku membuat mereka jatuh ke tanah. Kanato mengunci pergerakan miku lalu menatap marah ke arahnya
Meretangkan taring nya kanato mengigi leher kmiu hingga berdarah ia meminum dengan rakus
Sedangkan miku hanya bisa pasrah saja.
__ADS_1
Ctak
Ctak
Ctak
Tiga tancaban taring membuat miku di ambang kesadaran nya ia mmohon belas kasihan kanato namun nihil tak ada tangapan darinya...
" Lepaskan kanato ku!" Ujar miku memeras.
" Ayolah memohon padaku hihihi wajah memelas mu begitu aku suka," kanato tersenyum horor.
Miku perlahan kehilangan kesadaran nya dan semuanya pun gelap. Hanya kegelapan yang menemani ku sekarang...
" SCARLETT BANGUNLAH...!"
Miku.perlahan memhuka matanya saat mendegar suara pangilan kelopak matanya.perlahan terbukan menampakan iris yang redup.
" Ini dimana?" Miku menoleh kesamping menyusuri setiap ruangan di sana.
" Scarlet,"
Miku menatap wanita cantik berparas dingin memandang nya datar, miku mendekati sosok itu perlahan sosok wanita itu menghilang
Miku langsung terbangun dari tidurnya
Teryata ini mimpi miku langsung bersandar pada ranjang*.
__ADS_1