Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Hutan


__ADS_3

*Tress membawaku menyusuri hutan lembat kini aku menatap hamparan bunga tulip yang baru saja mekar, aku melompat dari punggung Tress


Mata nya terlihat sayu, perlahan miku tumbang di dekat tress.


Alam mimpi..


" Ini dimana?" Miku melangkah pelan melewati banyak nya kabut.


Miku mendekati sebuah pohon apel, di sekeliling nya di pehuni banyak bunga putih


Berserta tunas baru.


" Miku...!" Suara lembut terlontar dari bibirnya


Kini miku mematung di hadapan nya.


" Eeeekk..." Sosok itu mencenkik miku hingga kakinya terangkat.


"Siapa kamu...?" Tanya miku dengan kesulitan bernapas.


" Miku! Aku adalah sosok yang menjaga pohon ini...!"


Sosok itu menguatkan cekikan nya.


" Penunggu pohon?"


" Takdir samawi membuat mu berada dalam cengkraman pohon ini! Miku pergilah menjauh dari mereka atau kau akan mati menjadi sebuah bongkahan patung lilin."

__ADS_1


“ Siapa kamu **kenapa kamu?


" Tolong jangan selalu muncul dalam mimpiku**..."


Bagaikan sebuah guncangan hebat, miku tersadar dari tidur nya. Di lihatnya ia sudah berada di dalam mashion keluarga sakamaki


Miku beranjak menuju ke toilet setelah selesai ia mulai bergegas membereskan tempat tidur nya.


Miku menyandarkan dirinya pada sandaran ranjang, kepala nya sedikit pusing nengigat mimpi yang telah ia alami, kemunculan subaru bahkan tak di hiraukan gadis itu.


Di tengah lamunan miku subaru mengambil kesempatan langsung menusukkan taring tajam pada lehernya miku seketika meringis dan tersadar bahkan kini subaru tengah menghisap darah rakus semakin rakus.


" Su . .subaru . ." Miku hampir menangis karna rasa sakit yang di berikan subaru


" Diamlah kau hanya perlu menikmati setiap sentuhan yang aku berikan padamu jangan membuat ku maraj."


Subaru mengelap sudut bibirnya terlihat noda darah


" Subaru?"


Miku berusaha berdiri, dengan memegang bahu kanan yang telah di pehuni bercak merah.


" Akh, menyebalkan!!"


Subaru berlari menghilang dari sana.. miku menarik baju nya kembali menutupi bekas noda Subaru.


" Dia datang ?"

__ADS_1


Miku menganguk melihat ayato tengah berdiri di samping jendela..


" Kenapa kau tak menolak?" Tanya ayato dingin.


" Mana bisa aku menolak vampire seperti kalian,"


Walaupun tak bisa ku hindari bekas yang kalian tingalkan sangatlah sakit!" Lanjut miku lagi dengan nada terkesan sedu.


" Banyak lah makan susu kacang...!"


" Kenapa kamu pergi? Bukanya ingin minum darahku?" Miku heran.


" Aku tak napsu,"


" Heh benarkah??'


Ayato kembali meningalkan miku, gadis itu merasa heran hari ini kenapa kedua vampire beda warna bisa bersikap aneh pada nya dua hari kebelakang ini?


Miku menganguk dan menuruni anak tangga, terlihat Subaru tengah duduk manis di meja makan tanpa ada epresi bersalah sedikitpun


Sedangkan ayato malah yang terkesan mendominasi meja makan. .


Makanan telah di siapkan reiji miku duduk di sebelah shu yang terlihat tidur pulas kadang miku berpikir shu seperti tiang ataupun Neet basket pikir miku dengan senyuman manis.


Dari kejauhan ayato terlihat merona melihat senyuman Miku, walaupun tipis rona merah menjalar di sekeliling wajah nya sedangkan Subaru terlihat berepresi aneh melihat miku.


semua menjadi cangung hanya reiji yang bertingkah sewajar nga acuh yak acuh

__ADS_1


para sakamaki terdiam dalam lamunan yah masing-masing dengan banyak pikiran yang belum terjawab*.


__ADS_2