
*Kabut mengitari sekitaran pohon apel miku jatuh terbaring memeluk pohon apel, mata nya menyiratkan sebuah hal yang sulit di artikan
Jam yang di yakini adalah ruang waktu semakin berjalan. . Aku menangkap buah apel yang jatuh dari atas, ku lihat apel itu sangat merah dan juga enak miku perlahan memakan nya
Belum juga sampai di kerongkongan langsung saja aku memuntahkan apel yang kini menjadi layu dan membusuk. .
Suara gaib mulai terdegar membuat miku langsung menengadah siapa sosok yang selama ini selalu bersama nya menunggu pohon apel?
" Takdir tak bisa di rubah dan pemenang akan mendapatkan hadiah dan yang kalah akan terkena karma...!"
Suara itu melambangkan apel yang membusuk,
Aku langsung berdiri berputar-putar melihat apakah ada hal gaib lainya namun sosok itu begitu misterius.
Pagi hari.
Miku mulai membuka matanya, mengejabkan beberapa kali ia berbalik ke samping dan kaget melihat ayato tengah berbaring di dekat nya,
Ayato tanya miku namun pemuda itu begitu lelap tertidur membuat miku tak bisa berkata apa lagi dan memilih pergi ke kamar mandi.
Sedari tadi aku membiarkan tetesan darah jemari ku memasuki gelas untuk memenuhi nya setidaknya aku tak akan merasakan sakit yang begitu menyakitkan. . Ku lihat gelas sudah penuh dengan cepat aku berpakaian dan membalut luka barusan, ku lihat ayato tengah menatap ku tajam
Ku letakan gelas di hadapan ayato" ini" aku terdiam tak mendapati respon...
Ayato mengambil nya lalu meminumnya, sedangkan aku bersiap untuk turun ke bawah
Keributan terdengar sampai lantai atas aku begitu penasaran, hampir saja aku terkena lemparan piring ke arahku namun ayaro dengan sigap menghalangi piring-piring yang berterbangan ke arah ku.
Subaru menatap ke datangan miku lalu langsung muak ia mendorong miku secepat kilat miku tak bisa mengelak karna kedatangannya Subaru sangat cepat...
" Aaakh" miku terjatuh tersungkur ke arah lantai.
" Kau manusia menjijikan!" Subaru menatap miku jijik..
Epresi ayato seketika berubah, melihat darah berembes dari kepala dan juga paha miku yang semakin lama semakin deras. Menatap Subaru pelan namun ayato tak mungkin menolong miku untuk saat ini atau...
" Subaru sakit!" Miku merangkak berdiri ke arah subaru.
__ADS_1
Subaru menendang tubuh miku hingga tersungkur untuk kedua kalinya, ia berjongkok lalu menjambak rambut miku kasar
Swosh
Subaru membawa pergi miku dari sana,,, kini ke lima sakamaki hanya berlarut dalam diam mereka masih bingung akan perasaan yang membuat mereka terlena dalam kenikmatan darah miku...
Di taman.
Subaru menerjang miku lalu menampar nya berapa kali.
Plack
Plack
Plack
Miku meringis memohon ampun namun subari tak juga gentar untuk menamoar miku,
Subaru berjalan ke depan terlihat jika ia sangat marah dan kesal.
" Le-pas..!" Subaru mencekik miku kuat hingga tubuh kiku mulai terangkat tinggi.
" Heeh . . Miku aku berikan kesempatan pergilah tingalkan kami semua,"
" Aku ingin pergi tapi mana bisa...?"
" Kau tau aku muak dengan mu miku. . Kenapa kau selalu menhuat hatiku goyah kenapa saudara lainya juga ingin sekali memiliki mu?" Tanya subaru kasar.
" Apa maksudmu!!" Miku menepis kasar lengan subaru.
Nafas miku mulai sesak, mendongkrak ke arah subaru yang semakin kuat ingin membunuhnya.
" Pergilah jangan mrmbuat ku mengulangi ketiga kalinya," subaru melepaskan cengkraman miku. .
" Baiklah,"
Miku beranjak berdiri dengan darah yang keluar deras dari setiap lukanya, di lihatnya pingung miku dari belakang subari menunduk mencengkram kelopak bunga yang tak segaja melukai tubuh gadis itu. . Subaru menghela napas menatap ke atas langit dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
Darrr!!
Suara pukulan keras menumbangkan pohon-pohon di sekeliling hutan, subaru begitu sadis menghabisi musuh-musuh nya ke empat vampire tampan yang berusaha menerobos masuk ke kastil dapat di ketahui subaru..
Melihat hal itu pemimpi dari kelompok beda keluarga hanya bisa tersenyum tipis. . Dia berpikir bahwa subaru lebih sadis dari ayahnya
Ingatan subaru yang lemah karna terlahir dari putra vampire yang ramah tamah berbanding terbalik denan subaru dia benar-benar seperti moster yang menyerang dengan membabi buta,
Selama ini Subaru selalu bersikap dingin, tak terlalu mempedulikan sekelilingnya. . Heem namun saat dia menjadi serius dan ingin melindungi seseorang maka dia akan berusaha jadi sangat kejam tanpa belas kasihan.
" Kalian para mukami pergilah!" Ujar subaru tegas.
" Hei bung!
Kami ingin mencoba pemasok darah keluarga kalian...!" Balas Seorang berambut kuning.
" Dia tidak bersama kami," aura membunuh subari semakin kuat.
!!!!!
Krekk . .
Subaru mengerakan tangan nya terdegar bunyi ngilu untuk menghajar para penerobos di depan nya
Dari kejauhan terlihat ayato begitu terhibur melihat pertunjukan subaru,
Tap
Ayao Turun dari pohon lalu menatap ke empat vampire di depan nya, ia tersenyum horor dan menunjuk ke arah subaru. .
" Kalian bisa pergi! Dengan luka seperti itu kalian mana bisa menghajar kami," ejek ayato tepat sasaran.
Pemuda yang lebih tinggi darinya menatap ayato garang" dasar kau anak iblis," ujar nya.
Shoot
Whosh
__ADS_1
Ke empat vampire itu menghilang. Subaru memandang ayato seakan mengatakan kenapa kau membantuku namun ayato malah mengabaikan nya begitu saja*