Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Rumah lama


__ADS_3

*Miku menuju ke salah satu rumah yang sudah kusam bahkan tak terurus, jalanan masih sangat ramai seperti kali pertama ia menginjakkan kaki di resort itu. tak ingin membuang waktu aku masuk kedalam nya mendorong pintu terlihat ruangan yang lumayan besar aku menuju ke salah satu ranjang dan membaringkan tubuhku di atasnya.


Ku tatap bingkai poto waktu aku kecil terlihat seorang miku yang begitu antusias memainkan guitar di salah satu pangung hiburan


Andai saja ia bisa memutar waktu dan menjadi seorang vokalis seperti dulu, berjalan perlahan aku mengambil guitar yang telah lama tak pernah di mainkan lagi ku mulai mainkan gitar yang menyanyikan lagi sedih yaitu Undo.


" Aku kangen! Andai saja ayah tak keluar negri mungkin aku tak akan ber urusan dengan para vampire itu. . " Miku menengandah melihat atap rumah minimalis yang sudah hampir bokbrok.


" Kumohon cepatlah pulang..."


Guman miku pelan, mata nya perlahan berkabur aku pun terlelap dalam tidur ku


Kejadian di mashion sakamaki biarlah menjadi sebuah dongeng aku tak ingin kembali ke rumah yang di huni banyak monster ganas itu.


Mashion sakamaki.


Ayato bolak-balik mengulangin seluruh Mashion mencari keberadaan dari orang yang ia cari namun setelah mengelilingi sepuluh balikan tak ada tanda-tanda kemunculan orang itu membuatnya kesal saja.


DUARR!!


Salah satu tembok hancur karna pukulan ayato, kesal bercampur marah karna tak bisa menemukan keberadaan Dada rata yang selalu membuatnya jengkel.


" Dimana dia?'


Para sakamaki lain yang mendegar suara gaduh yang barusan di timbulkan ayato langsung berlarian ke arah TKP. Dengan mengunakan jurus transportasi mereka dalam sekejap sudah berada di lantai atas di mana tembok jebol yah itu adalah kamar miku. . Reiji membenahi kacamata nya lalu menyelidik meminta penjelasan ke arah ayato.


" Ada apa dengan pandangan mu?" Tanya ayato jengkel.

__ADS_1


" Ayato! Sudah aku bilang jangan merusak barang di mashion, apa kau tau berapa banyak uang yang harus di keluarkan...!" Tegur reiji


" Mana aku peduli..!"


" Ayato apa kau sudah bisa mencari uang sendiri? Jangan membuat masalah karna semua biaya aku yang tangung..." Jelas reiji.


Ayato berdecih sebal memandang ke arah subaru yang seakan mengatakan setuju


Ayato pergi dari sana dengan kesal memang di antara yang lainya ayato paling malas mencari uang bukan malas bekerja dan menjalin rasa bertanggung jawab namun karna ia jengkel


Karna ayahnya selalu membuat mereka menjadi pion bukan sorang anak jadi yang ayato inginkan hanyalah kebebasan dan juga berfoya-foya.


" Cih, si ayato kenapa dia?" Tanya kanato dengan raut wajah horor khas nya.


" Ntahlah..."


" Duh! Kenapa dari kemarin aku belum juga menemukan dek ****** yah?" Tanya laito dengan epresi genit.


Subaru menganguk lalu pergi dari sana.


Di lain tempat kini miku tengah memegang banyak paperbag ukuran besar. . Hari menjelang malam Miku memutus kan untuk pulang walaupun resikonya akan di ngangu banyak orang, kaki jenjang berbalut sepatu melangkah cepat takut-takut jika ada seorang pemabuk atau preman menganggu nya lagi seperti kejadian beberapa bulan lalu.


" Huff! Kenapa tempat ini sangat horor?" Ujar miku merinding.


Miku celikukan lihat kanan lalu kiri lalu menghembuskan napas pelan,


" Am-an" ujar miku gagap.

__ADS_1


PHUKH


Suara tepukan bahu miku merinding, apalagi malam ini malam jumat yak tuhan jagalah hamba mu ini jangan biarkan setan manapun menganggu ku... Batin miku.


Menoleh ke samping tak ada siapapun sama sekali lalu mikuh kembali ke posisi semula dan terkaget bahkan semua berlanjaan nya terjatuh ke tanah.


" KYAAAA HANTUU!!" Triak miku ketakutan.


" Ha-ha-ha Diamlah!!"


" Hantu..


" Ssst . . Buka matamu lihat aku siapa?" Ujar suara itu lagi perlahan miku membuka matanya dan mengejabkan beberapa kali epresi nya seketika berubah.


" Ayato," guman nya pelan.


Ayato menganguk perlahan dengan tawa renyah di bibirnya, hiburan menarik karna bisa melihat reaksi miku teryata gadis itu parnoan kartu as berada di tangan nya..


Ayato berjongkok memungut semua paperbag lalu membanting ke arah dada miku gadis itu langsung mengambilnya,


" Ayo jalan"


" Kemana?" Tanya miku.


" Kerumah mu!"


" Sebaiknya kamu pulang ayato karna aku tak ingin kembali ke sana lagi," guman miku pelan.

__ADS_1


Ayato mengehentikan langkah kakinya lalu berbalik memandang miku aneh


Aku terdiam sekeligus takut perubahan epresi ayato bagaikan permainan jungkat-jungkit*.


__ADS_2