
***Tengah malam. .
“ Huh . . Aku tak bisa tidur sama sekali!!"
Miku beranjak dari ranjang empuknya
Berjalan menuruni anak tangga
Tak ada suara sama sekali beratri semua orang tengah tertidur lelap karna hari sudah menjelang pukul 2 malam. .
Kaki nya melangkah menuju ke arah dapur miku menuangkan segelas air putih pada gelas jangkung kerongkongan nya sunguh kering
Berjalan mendudukkan dirinya di kursi miku menatap pantulan dirinya di dalam gelas.
Miku meregutkan alis nya heran sesekali menguap ngantuk,,,,
" Aku harus pergi tidur kali!!"
Baru saja beberapa langkah ingin meninggalkan dapur namun langkah nya sudah di hentikan Subaru. .
" Hei kau!!"
Miku menoleh ke samping" Aku?" Tanya miku heran.
" Ia kau...!
Buatkan aku makanan aku lapar,...." Subaru memerintahkan dengan nada dingin.
Miku terdiam sejenak menimbang-nimbang apa yang harus di lakukan akhirnya ia berjalan ke arah kulkas membuka nya. Mengambil beberapa sayuran miku menimbang akan membuat makanan apa akhirnya ia mulai beraksi.
Tak tak tak. .
Suara pisau beradu dengan talenan menghasilkan irisan rapih, subaru memperhatikan miku dari belakang gadis itu cukup lincah membuat makanan
Butuh lima belas menit akhirnya sepiring makanan sudah siap, miku mengambil buah dan men jus nya menaruh kedua makanan di depan Subaru. .
" Maaf jika rasa nya tak enak," guman miku takut. .
__ADS_1
Subaru mengambil piring dari miku" Kenapa kau pergi? Temani aku makan sendiri sunguh membosankan" Printah Subaru memhuat miku langsung mendudukan dirinya di samping subaru.
Lahapan demi lahapan masuk kedalam mulut Subaru, pemuda itu sangat antusias memakan makanan yang di buatkan miku
Rasa nya sangat enak batin subaru.
Setelah selesai subaru menoleh ke arah miku pantes saja tak ada suara teryata gadis itu sudah Tertidur karna terlalu capek mungkin
Helaian biru milik miku begitu panjang bahkan hampir mengenai lantai di usap kepala miku.
" Ais, merepotkan saja...!"
Reiji datang ntah dari mana lalu menatap subaru yang meninggalkan Miku sendiri di meja makan dengan keadaan tertidur pulas.
" Apa yang di lakukan gadis itu?" Tanya reiji heran.
Tatapan nya melihat bekas makan dan masakan miku yang masih ada sepiring di ambilnya sisa masakan miku dan reiji memakan nya.
' Dia bisa masak juga ' batin reiji menatap miku.
Reiji membersihkan barang-barang kotor lalu mengendong miku ke kamarnya, di baringkan tubuh miku pelan tak ingin membuat sang empuk terbangun.
" Jangan tingalkan aku kumohon!!"
" Aku . . Sudah berusaha tapi . . Aku . . Aku!!' guman miku sedu
" Shu! Jangan kemari pergi lah!!"
Reiji mengeyitkan dahi nya heran
Shu? Apa yang gadis itu pikirkan
Ada hubungan apa shu dan miku pikir reiji penasaran. .
Reiji semakin menjadi penasaran akhirnya memilih pergi dari kamar miku, dari kejauhan terlihat helaian perak tertebak angin di dekat jendela wajah nya menyiratkan emosi kekesalan yang begitu dalam.
Kamar shu.
__ADS_1
Reiji menerobos masuk ke dalam kamar shu pemuda itu tengah bermain dengan beberapa buku musik
" Apa yang kau lakukan di belakang kami?"
" Apa maksudmu?"
Shu beranjak dari tidurnya lalu memandang reiji heran,
" Kau? Apa yang kau lakukan pada nya( miku) hingga saat dia tidur pun ketakutan menyembut nama mu?" Tanya reiji lagi.
" Bukan urusan mu!" Cuek shu.
Reiji membenahkan kacamata kotak memandang Shu dari balik lensa tebal“ Aku tau sipat mu!"
Shu mengelengkan kepala pelan“ Kenapa?
Apa kau tertarik pada nya, reiji bahkan kau tak bisa melakukan apapun karena pewaris akan jatuh ke tangan ku," nada sombong shu membuat reiji geram.
" Cih..."
Seperginya reiji shu langsung membereskan semua perlengkapan buku musik miliknya,
" Jangan sembunyi keluar lah!" Ucap shu ke arah sosok yang bersembunyi di dalam gorden.
" Penciuman mu tajam juga!"
" Ayato!
Kenapa kau memganguku apa lagi?" Tanya shu menyindir ke arah ayato.
" Seperti yang di katakan reiji apa maksumu?
Dia adalah milik ku seorang hanya aku," guman ayato dengan nada tinggi.
Shu tersenyum pelan" Yang berhak memilih adalah yang terkuat," balas shu lagi.
Ayato menguap marah dan di malam itu terjadi pertempuran kedua vampire berdarah murni dan semua nya di mulai dari sekarang.
__ADS_1
Taring-taring tajam mulai menaruh perhatian pada miku dan seterusnya akan membuat miku menderita***.