
* **Cklekk
Suara kunci terbuka. .
Miku langsung terhenyak sebentar setelah cukup lama tak terdengar suara miku langsung berjalan pelan ke arah pintu memutar Gangang pintu pelan benar saja terbuka, miku menutup dengan pelan seakan tak ingin menimbulkan suara lalu menuruni anak tangga.
Cukup lama miku begitu kebingungan Mashion mukami begitu sepi bahkan hanya di terangi cahaya obor apa mereka kekurangan uang untuk bayar listrik?
Langkah miku menerka-nerka setiap pintu yang ia temui mungkinkah itu jalan keluar namun hampir setengah jam miku belum bisa keluar mashion ntah dimana letak pintu nya,
Mata miku menatap sebentar ketika melihat cahaya putih mungkinkah itu jalan keluar berjalan perlahan ke arah nya miku langsung gembira ketika pintu sudah di depan mata.
Teng . . Teng . . Teng . .
Ntah kenapa Suara lonceng begitu keras membuat miku membungkuk menutupi kedua telinganya, tubuhnya seakan kaku karna tak ada tenaga bagaikan lilitan akar. .
“ "Hidup yang terus berjalan" di Lambang kan dengan perputaran waktu...
"Takdir "yang di Lambang kan oleh merah nya bunga mawar dalam kubangan darah
"Janji pilu "di mana buah apel berjatuhan lalu layu dan membusuk
“ Eva ini adalah takdimu . . Dirimu yang baru akan ku serahkan pada kalian, Eva menurutlah...!!" Miku bagaikan sebuah raja yang di kelilingi banyak bidak catur lainya.
Suara gaib kembali terdegar miku sudah tak tahan air mata jatuh ntah kenapa
Perlahan sinar pun tertutup muncul seseorang dari balik pintu lainya,
“ Kau teryata ternak yang tak bisa di atur!!" Ruki menyered miku kesalah satu ruangan teryata orang itu adalah ruki.
Miku berjalan dengan kesakitan karna ruki menuntun nya kasar membuka pintu lalu mendorong miku hingga terhempas ke belakang sofa miku merintih kesakitan.
“ aghhh... Ruki?”
Ruki memegelintitir lengan miku membuat gadis iti semakin kesakitan“ Aku tak akan menghentikan mu untuk kabur! Namun jika tertangkap kau harus menerima hukuman. . .”
Ruki merentangkan taring nya, mencekal tangan miku kini posisi miku tergantung
Taring ruki menancab di area bahu miku
Gadis itu merintih dalam diam. .
Ruki terdiam sebentar lalu mengusap sudut bibirnya “ Apa ini rasa darah eva? ”
.
"ADA APA DENGAN EPRESI MU? KAU MINTA BELAS KASIHAN. . AKU TAK AKAN ..... KARNA EPRESI MU ITU....!!"
__ADS_1
Miku berjalan mundur hingga tanpa segaja pandangan nya melihat poto di laci kamar ruki
Ada tiga orang dan satu wanita di tutupi membuat miku penasaran. Ruki yang mengetahui pandangan miku langsung menjatuhkan pigura barusan lalu mendekat ke arah miku.
“ pantas saja dia menginginkan nya! Darah eva milik mu begitu manis..."
“ Jangan!!"
“ Kau tak bisa menolak . . Dan lagi jangan mengetahui apa yang seharusnya tak kau ketahui....!!"
Ruki mencondongkan tubuhnya ke arah miku
Mencekal kedua tangan nya hingga terkunci kuat tak bisa bergerak, satu kaki ruki berada di tengah ************ miku dia menatap leher miku gila...
CTAK
Miku merasakan taring-taring tajam kembali menembus kedalam kulitnya,, perlahan kesadaran nya mulai hilang pandangan mata berkunang-kunang dan miku begitu lemas akhirnya ia pun tertidur. .
“ Istirahat lah di sini..."
Ruki mengusap sudut bibirnya terdapat darah miku, ia menarik selimut hingga menutup leher miku di lihatnya gadis itu masih terlalu muda dan dini. . Namun demi orang itu, demi janji itu ia harus bisa menempati semua nya
Ruki meninggal kan kamarnya dan langsung pergi ntah kemana.
*********
Di sana terdapat beberapa orang pembantu.
“ Kasihan!! Dulu kita di tindas oleh nya namun sekarang dia sendiri...!!"
.
“ Kalian apa yang kalian katakan?” ujar anak itu marah.
“ Ruki!!
Ibumu pergi dengan orang lain dan dia menitipkan surat ini untuk mu..."
Ruki membaca surat dari mantan pembantunya dengan heran“ Jika kau mencintaiku kenapa kau malah pergi meningalkan ku?" Tanya ruki marah setelah membaca deretan tulisan yang tertera di surat.
Para pembantu menyeringai kejam lalu...
Bukh!!
Buakh!!
Bukh!!
__ADS_1
Suara pukulan mengenai ruki dengan naas. . Para pembantu sungguh tak tahan akan sikap kejam ruki dulu dan sekarang mereka punya kesempatan untuk membalas semua perlakuan mantan bos nya.
“ Kasihan..!"
“ Sungguh kasihan..."
“ Anak malang!?"
Kata mereka keluar dengan serigaian tajam membuat ruki memeluk lututnya sakit seluruh tubuhnya sakit. .mata nya tak tahan lagi lalu ia mengeluarkan air mata ruki sempat tinggal beberapa hari di mashion berharap ibunya akan datang namun sampai hari terakhir mashion di segel sang ibu tak pernah muncul.
“ Dia tak mencintai ku!!"
Ruki melangkah pergi keluar dari mashion,
Ruki tinggal di panti asuhan namun karna kekejaman nya dulu banyak orang tak menerima ruki dan malah menyiksa mereka
Ruki yang di dampingi tiga orang pergi keluar dari panti asuhan siapa tahu bahwa ada orang yang mngetahui dan mengirim para tentara untuk menangkap mereka.
DOR
Suara tembakan membuat ruki ketakutan, ia melihat ketiga anak yang ikut dengan nya..
.
“ Kalian sembunyilah dahulu..!"
“ tapi ruki?"
“ Pergilah," triak ruki.
Ruki berlari- ke arah para petugas dan kemudian di bawa ke ruang bawah tanah, ruki di siksa karna berusaha kabur seseorang mengambil besi panas dalam bara api lalu menenakan pada punggung ruki kecil yang kala itu menjerit
Kesakitan,,, luka bakar begitu parah ruki kelemasan di lantai lalu menatap seseorang dalam banyangan menatap ke arah ruki.
“ Kamu ingin bebas?" Tanya sosok itu.
“ Siapa kamu?"
“ Ikutlah dengan ku ...!!" Ujar orang itu mengulurkan lengan nya,
Ruki kecil membalas uluran tangan itu kemudian sesuatu yang tajam kembali menusuk lehernya Ruki kecil membukakannya matanya
Kesakitan . .
Miku langsung tersadar dari mimpi nya ia mlihat sekeliling kamar yang ia tempati “ Kamar ruki!!" Miku kembali membaringkan tubuhnya.
Di sisi lain ruki menatap pantulan bekas luka di punggung nya“ Luka yang akan selalu membekas ini..." Ruki memegang kepala nya sakit***.
__ADS_1