Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Singa


__ADS_3

*Aku tersenyum menyahuti sapaan dari laito, kami bertujuh langsung saja masuk kedalam mobil. . Keadaan begitu sunyi apalagi hari ini sudah hampir mendekati bulan purnama total


Ntah apa yang di pikirkan reiji karna pagi sekali kami harus sekolah, aku sedikit khawatir jika mereka akan menjadi abu dan hancur karna terkena sinar matahari namun apalah daya ku.


" Dek ******! Apa yang kau pikirkan?" Tanya laito menerka - nerja jalan pikiran dari miku.


" Tidak ada!"


" Jangan asal menjawab dek ******...!"


Laito memberikan jurus pamungkas, kedipan mata genit membuat sekujur tubuh miku merinding.


" Akh! Melihat mu aku jadi haus!" Laito mendekat ke arah miku, mendudukan dirinya di samping miku membuat subaru harus mengeser tempat duduknya.


" Jangan!" Jawab miku.


" Tak ada penolakan dek ******...!"


" Kumohon..!'


" Ha-ha-ha percuma kau menangis pun kami tak akan peduli,,"


Laito semakin mendekat ke arah miku menyilabkan rambut nya ke samping kini leher jenjang terlihat menggoda, mengeser sedikit kalung yang miku pakai laito menimbang akan menancabkan taring nya di mana.


Reiji yang merasa kesal melerai kelakuan laito" apa kau lupa? Aku tak melarang mu ingin melakukan nya namun ingat lakukan di tempat mu," jelas reiji membuat laito menarik sudur bibirnya tersenyum horor.


Kanato tak tingal diam memandang wajah miku marah" ini semua gara-gara kau!!!" Kanato menyalahkan miku gadis itu kaget kenapa ia yang di salahkan? Sudah jelas laito lah yang sangat mesum terhadap nya bukan dirinya.


Aku masih terdiam. . memikirkan semua ucapan kanato saat di mobil, kanato masih terlihat seperti anak kecil yang merindukan kasih sayang ibunya tapi sebenarnya kanato adalah racun mematikan yang memiliki hawa paling menakutkan diantara yang lainya


Langkah kaki ku tak beraturan hingga akhirnya menabrak tembok, ku elus kening ku yang memerah tawa renyah para siswi membuat wajah ku merona malu sedangkan shu dan reiji tak merespon sedikit pun.


Dari kejauhan terlihat sebuah hewan menerjang berlarian ke arahku, shu langsung waspada mengeluarkan kekuatan nya namun terhenti saat pemilik hewan itu bertriak kencang.

__ADS_1


" Mikuu!"


" Rumi?"


" Groarr...!" Suara hewan barusan.


Aku memeluk hewan itu, dan mengelus kepalanya lembut. Tres di adalah hewan yang sudah lama mengenal kun sosok 🦁 singa yang telah ruby besarkan selama bertahun-tahun.


" Groarr..!"


" Tres kamu sudah besar!


Tress mendekati ku mengelus kan kepalanya padaku, aku tersenyum ke arah tres mungkin setelah lama berpisah akhirnya kami bisa bertemu kembali di sini ... Kedua vampire yang menghilang setelah kedatangan ruby mengawasi miku dari kejauhan mereka bingung melihat kedekatan miku dan singa yang di kenal sangat galak itu.


" Tres sudah besar sekarang?


Dulu aku selalu ingin menungangi nya!"


" Ahahaha... Benar miku! Dulu kau sangat kecil aku mengasuh mu dari bayi hingga sekarang kau sudah dewasa sunguh cantik!" Ujar ruby menangapi ucapan dari miku.


" 32 tahun, tapi ingat pangil aku ruby saja...


!"


Miku melonggo dia sudah setua itu kah tapi kenapa ruby tak ingin di sebut bibi?


Wajah ruby pun tak mengalami perubahan sama sekali apa mungkin ruby itu Seorang vampire?


Gejolak penasaran dalam diri miku meluap-luap.


" Miku!"


Aku tersentak kaget.

__ADS_1


" Kenapa melamun?"


" Ooh.. aku hanya sedang berpikir saja..."


Aku menatap ruby yang menyiratkan rasa penasaran, sebelum ruby mulai kepo miku hendak pergi meningalkan dia namun terhalang oleh keberadaan tres.


Dengan sigap Ruby memegang tanganku.


Mata kami saling pandang iris biru berbaur dengan iris merah menyala


" Tress ingin kamu menungangi nya!"


" Aah tapi aku kan_+?"


" Tress menyukai mu dari dulu


Namun dulu kamu terlalu kecil untuk menungangi nya," lanjut kalimat ruby lagi.


Ruby membantu ku menungangi tres,


Aku tersenyum senang saat tres melangkah pergi sebelum itu ia mengaum keras menunjukan kekuasaan sebagai seorang raja hutan. . Tress melompat ke arah pohon dan mulai bergegas pergi dari asrama sekolah.


Para vampire sakamaki berusahal menghalangi miku. Namun ruby menghalangi mereka semua dengan ancaman.


" Kalian para sakamaki jangan menghalangi dia!"


" Kalian juga jangan ikut campur masalah kami,!" Balas reiji dingin.


" Tentu saja urusan ku! Karna aku yang menjaga nya dari kecil..'"


" Tapi dia adalah tumbal bagi kami," balas shu.


Ruby mengarahkan pandangan marah ke arah orang yang tengah berbaring tidur di lantai

__ADS_1


Mengeluarkan hawa aneh para sakamaki pun memutuskan pergi dari sana*.


__ADS_2