
***Pukul 4 pagi . .
Suasana Mashion sangat sepi karna para sakamaki sudah terlelap dalam tidurnya
Mereka selalu tertidur saat fajar mulai muncul berbeda dengan Miku yang Seorang manusia ia sangat sulit sekali terlelap dalam tidurnya...
“ HA !!! ” miku menghembuskan nafas pelan.
“ Sangat sulit memejamkan mata..." Miku berjongkok di halaman bunga, taman bunga masih di selimuti oleh kabut miku mencium bau harum serbuk sari bunga.
Ia merogoh kalung tsalib ukiran indah dengan empat ukiran bunga mawar berwarna hitam di setiap sisinya dengan berlian merah pada tengah kalung miliknya . . Miku memegang nya kuat di dada lalu memetik satu tangkai bunga.
“ Eva...¡¡¡
“ Siapa?” miku tercengar mendegar pangilan jelas itu lagi.
Miku menatap ke belakang namun tak ada siapapun...
Tap tap tap !!!
Suara langkah kaki mendekat ke arah nya
Miku langsung mempersiapkan matanya
Muncul sosok pemuda berambut kuning
Ia berjongkok lalu memungut kelopak bunga mawar dan mencium nya kedipan mata membuat siapapun pasti akan melting.
“ Selamat pagi M neko-chan!!! ” Ujarnya mengedipkan sebelah matanya ke arah miku.
Miku ketakutan lalu berlari ke belakang dan terlihat sosok pemuda yang di penuhi banyak perban menatap nya dingin. Langkah kaki miku tak beraturan dan berlari ke arah samping kiri namun tiba-tiba tubuhnya terjengkang karna menabrak seorang miku mengangkat wajah nya menatap sosok itu.
" Brukh!!"
" Engh”
Miku hampir saja terjatuh
__ADS_1
Sosok itu menatap miku dengan senyuman sinis“ Jangan berlarian lont*....”
“ Siapa kalian?" Tanya miku ketakutan.
Miku berlarian ke arah samping dimana arah mashion sakamaki dengan ketakutan “ Tolong!!!
Kumohon Tolong aku,”
Triakan miku gak ada yang mengubris karna semua orang memang tengah terlelap,
Miku berdiam diri saat sosok lain keluar dari kabut dia adalah pemimpin dari ketiga pemuda tadi ia mengangkat tangannya lalu mengerakan ke arah miku “ Eva kami menjemput mu ...!!" Tangan itu merangkul wajah miku gadis itu memberontak seketika tangan-tangan lain milik ketiga pemuda tadi ikutan meringkup nya.
" AAAAAAAAA,"
" Tap "
Kalung Miku terjatuh ke lantai dan akhirnya semua nya menjadi gelap.
Di alam bawah sadar miku suara gaib pun muncul. .
"Hidup yang terus berjalan" di Lambang kan dengan perputaran waktu...
"Janji pilu "di mana buah apel berjatuhan lalu layu dan membusuk
“ Eva ini adalah takdimu . . Dirimu yang baru akan ku serahkan pada kalian, Eva menurutlah...!!" Miku bagaikan sebuah raja yang di kelilingi banyak bidak catur lainya.
*******
Senja baru tiba miku baru tersadar dari tidurnya ia menatap ke arah langit-langit ruangan itu yang sangat tinggi sekali.
“ Aku dimana?"
Jendela kaca besar berjajar dengan banyak nya pepohonan, tangga berada di belakang miku yang tengah berbaring di sofa . . Miku menatap ke arah jendela luar dengan pandangan tak percaya.
“ Aku dimana?”
Suara dari belakang membuat miku spontan menoleh“ Diamlah wanita!!" Suara yang begitu marah mengingatkan miku akan Seorang di keluarga sakamaki yaitu subaru.
__ADS_1
“ Kamu kamu kamu???"
Seseorang mengendus bau miku“ Bau mu sama dengan ku...!¡! ”
Miku tercengar karna suara itu begitu menakutkan. . Dari arah tangga muncul seseorang yang sangat periang memperkenalkan dirinya “ Azusa itu tidak sopan kita harus memperkenalkan diri dulu....”
“ Nama ku Kou mukami!!" Orang yang di ketahui bernama kou memegang dada dengan sebelah tangan.
“ Aku yuma mukami" miku menganguk ke arah pemuda jangkung itu.
“ Azusa..."
Miku merilik ke arah salah satu orang di samping kursi“ Ruki," guman nya pelan.
Miku beranjak dari kursi lalu melangkah
Namun tangan ruki seketika mencengah miku gadis itu hendak memukul ruki namun dengan cepat ruki memutar pengelangan tangan miku membuat gadis itu langsung kesakitan “ Sakit . . Aku harus pulang!!!” Ujar miku kesal.
“ Pulang heh?" Ruki menutup buku yang ia baca kasar.
“ Kemana?"
“ Apa maksud mu kemana?” tanya miku bingung.
“ ke mashion sakamaki dimana kau hanya di jadikan budak darah untuk pemuas dahaga mereka?" Tanya ruki menyelidik.
Miku mundur beberapa langkah kebelakang “ Apa bedanya kalian dengan mereka?" Tanya miku menantang.
“ Tentu saja berbeda,,,,, kami bukan mereka yang akan memperlakukan mu dengan tak mamusiawi," ucap ruki tegas.
Ruki memegang dagu miku seketika mereka berpindah tempat“ Tinggal lah di sini, selama kamu menurut aku tak akan berbuat kasar! Selama itu kamu harus menemukan adam mu
Diantara kami..." Ucap ruki lalu melepaskan dagu miku.
Miku menatap ke luar jendela setelah kepergian ruki teryata kamar ini berada paling atas dari yang lainya. . Sia-sia jika ia melompat hanya ada beberapa jendela yang bisa di buka itupun di pasang aseksori besi ia benar-benar seperti seorang tahanan cahaya bulan mulai terang miku menatap ke arah kamarnya semua nya
Berwarna biru dan putih . . Kamar ini mirif seperti kamar Seorang putri bangsawan begitu besar bahkan ada kaca dan meja rias tak kalah di mashion sakamaki guman miku.
__ADS_1
Miku tersentak kaget saat mendegar suara yang membuat nya penasaran***...