Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
Mimpi


__ADS_3

" *Eva Bangun lah. . ."


" Eva ini sudah hampir 2000 tahun,"


" Kapan kau akan bangkit Eva?"


Suara gaib mengelilingi sekitaran pohon apel


Terpaan bak kecil menyapu bunga mawar


Jam berdetak dengan sangat cepat.


Aku membuka mataku ku lihat jam sudah menunjuk pukulan 5 sore pantas saja aku bermimpi cukup aneh.


Ku langkahkan kakiku menuju ke arah jendela membuka nya pelan membiarkan angin dingin masuk kedalam kamarku. .


“ Teryata mereka membunuh ibu mereka," guman miku.


Dari kejauhan terdengar suara piano. Aku penasaran dan berjalan mengikuti arah datangnya suara piano sampai akhirnya aku sampai di tempat paling atas yang ada di mashion.


Laito tengah memainkan piano dengan sangat lihai membuat senyuman mengembang di bibirku.


“ Dek ****** ada apa?" Tanya laito ke arah ku.


“ Kamu bisa piano juga?" Tanya ku basa-basi.


“ Memang nya kau pikir vampire seperti kami hanya tahu mimun darah" balas ayato ke arah miku dengan pandangan marah.


Miku menganguk lalu teringat sesuatu “ Siapa nama ibu kalian?" Tanya ku


Kanato mendadak ketakutan memeluk boneka Teddy nya


Laito menatap penuh akan kebencian dan melepaskan tekanan pada piano.


Ayato yang paling datar di antra mereka “ Cordelia" ujarnya.


Deg

__ADS_1


Jantung miku sakit ia memegang nya


Sesuatu seakan menariknya kedalam kekuatan spiritual yang dalam.


Masa lalu. .


Ayato menjilat darah ibunya pada kedua tangannya menjilat lalu menatap ibunya marah“ Buk darah ku sangat enak!"


“ Ayato kenapa kau melakukan itu?" Tanya cordelia dengan nafas tersengal-sengal.


“ Kenapa?


Seharus nya kau tau kenapa ini terjadi?" Balas ayato membalas pertanyaan dengan pertanyaan lagi.


Cordelia berjalan menjauh dengan langkah pelan tersedak-sedak. Berjalan menyosot di tembok membuat darah menghiasi tembok


Satu tangan nya memegang tangan yang kotor.


Ayato berdiri di bawah tangga “ Ha-ha buk darah mu sangat enak HA-HA-HA" triak kan ayato mengema


Suara piano menyambut pendengaran cordelia


“ To-long aku laito..


“ Kenapa?"


“ Ayato ingin membunuhku?"


"Baiklah!;"


Laito keluar sedangkan cordelia menunggu di atas balkon seketika laito kembali lagi dan mengatakan ayato telah pergi.


Cordelia mengulur kan tangan nya ke arah laito“ Kau memang kesayangan ku!!"


“ Apa kau mencintaiku?"


" Tentu saja"

__ADS_1


Laito menyipitkan matanya “ Kau memang tak berubah" ia mendorong bahu cordelia.


Cordelia terjengkang ke belakang ke arah taman bunga


KYAAAA


Triakan mengema di sekitaran malam itu cordelia terjatuh ke taman bunga, kulit putih nya mengeluarkan banyak darah akibat goresan dari duri-duri mawar. Matanya menyipit pupil matanya mengecil wajah nya menjadi pias


Laito memandang puas dari atas.


Perlahan cordelia kehilangan kesadaran nya dan akhirnya ia mati di sana.


Tap tap tap . . .


Kanato berjalan membawa api lilin, menaruh api pelan ia mengusap rambut ibunya merapikan pini-poni yang bercampur dengan merah nya darah.


“ Buk apa kau mati?"


" Buk kenapa kau memperlakukan ku seperti ini?"


" Kau sangat cantik buk! Namun kenapa kau menjadikan kami sebagai mainan sesuai kriteria mu," tanya kanato.


Wajah kanato mengeram kesal dan melemparkannya lilin di tangan nya“ Matilah kau buk" triakan mengema.


SIUR


Api melentap tubuh cordelia berseta Bunga-bunga di taman, laito menatap dari atas dengan epresi benci sedangkan ayato merasa puas saat cordelia menjadi abu.


” HAHAHA" tawa kanato mengema dengan horor.


Kembali ke alam nyata ayato melepaskan sihir milik nya dari miku.


“ Kalian membunuh ibu kalian?" Tanya miku takut


" Yah"


" Kenapa?" Miku gugup.

__ADS_1


" Karna kami tak suka di kekang" balas ayato.


Miku lari terbirit-birit apa yang ia baca seperti tak semenakutkan mendegar kalimat dari orang nta langsung aku berharap bisa pergi secepat nya dari sini*.


__ADS_2