
*Aku berjalan melewati banyak nya lorong hingga akhirnya sampai di sebuah tempat...
Suasana berkabut hingga aku tak bisa melihat dengan jelas, di sekeliling ku banyak di lilitkan rantai besi ...
Duukk...!!!
Ahhh...!"
Kaki ku tersadung akar hingga terjatuh,
Tiba-tiba..
Akh..!
Betapa terkejut nya aku saat tersadung dan terjatuh ke arah pohon yang besar, aku mengelus kening ku yang lembab kini darah bercucuran dari kening ku.
Tatapan ku terpokus pada sebuah pohon apel yang indah, bunga pohon apel menghiasi sekitaran pohon aku mengelus dan memeluk pohon itu dengan sedu. Darah ku bersatu dengan pohon ada perasaan aneh seperti pohon itu menghisap darah ku.
" Tidakkkk.....!"
Aku kaget.
Seakan tubuhku terkujur kaku ! Yah pohon apel pelahan menjatuhkan buahnya buah yang layu dan membusuk aku takut sunguh ketakutan tak bisa lagi...
Perlahan aku memeluk pohon apel dengan ketakutan.
" Aku takut! Kenapa pohon apel jadi layu lagi?" Ujar ku dengan perasaan takut.
" Tidakkkkkkk....."
__ADS_1
Mataku membulat besar saat melihatnya,
Aku seketika terlonjak kaget dari tidurku
Kini tubuhku bergetar hebat. Menghembuskan napas pelan aku mengatur deru napas menyesuaikan jantung yang hampir copot.
" Hos . . Hos . . Teryata hanya mimpi!!" Aku mengangkat sebelah tangan ku meletakkan nya di keningku.
Tok . . Tok . .tok . .
Suara ketukan pintu membuatku langsung membuka pintu, teryata di luar reiji sudah menunggu dengan salah satu pelayan laki-laki yang ingat Seorang vampire juga.
" Yah ada apa?" Tanya miku dengan nada takut.
" Mandilah! Di ruang bawah ada kolam di samping lorong bersiaplah!" Printah reiji.
" Baiklah...!"
Atas perintah reiji, aku masuk kesebuah ruangan.. ku lihat ada sebuah ruangan yang luas melebihi kamarku.. suara air bergemericik membuat ku terpesona melihat kolam renang dalam ruangan itu. . Kolam itu di taburi banyak bunga merah dapat ku cium bau semercad mawar.
Aku melepaskan baju ku dan masuk kedalamnya.
Heeem terasa dingin . . Namun cukup nyaman..
Ntah dari mana reiji muncul dan mendekati ku untung saja aku memakai kaos putih dengan celana pendek walaupun terlihat namun tak rugi amat pikirnya.
" Akhirnya bau orang itu menghilang!!"
" Reiji?"
__ADS_1
Kurasakan reiji mengendus tubuhku bagaikan anjing pelacak namun aku hanya diam saja,
" Kenapa kamu menyiapkan semua ini untukku?" Tanya miku ke arah reiji penasaran.
" Jangan senang dulu!
Aku hanya tak suka mainan ku di nodai bau orang lain," cercah reii kejam.
" kalian para vampire memang sangat sombong dan arogan...!"
" Tentu saja miku
Kaum kami adalah kaum bangsawan. . Sudah beradab- abad lamanya kami selalu menjadi terkuat di muka bimu jadi jangan menganggap kami sebagai nyamuk yang menghisap darah berkualitas kotor..!!!?"
Aku merenung
Mandi pun selesai, ku lihat reiji sudah tak ada di belakang ku. . Teryata reiji mengatarkan seragam sekolah aku sudah salah paham Pada nya, aku menyisir rambutku lalu memoles kutek pada kuku ku...
" Emm apa raja vampir sangat kejam?"
" Cukup miku jangan banyak bicara nanti reiji akan marah!!"
Miku menyelesaikan semua kegiatan nya lalu turun kebawah, para sakamaki menatap miku ada yang dingin, ada yang genit ada juga yang benci memang hidup diantara para vampire sangat menyusahkan.
" Pagi!" Sapa ku ramah.
Subaru berdecih sebal sedangkan ayato dan kanato mengabaikan ku.
Aku menatap ke arah reiji yang sibuk memoles kacamata nya dengan yang lain shu malah asik tiduran di lantai... Hanya laito yang membalas sapaan ku dengan nada genit khas seorang playboy ke arah ku.
__ADS_1
" Pagi dek ******!" Laito mengedipku sebelah matanya*.