
" Hinata...!"
***Tak ada sahutan sama sekali
Miku melangkah ke arah balkon dan benar saja Hinata tengah duduk manis menopang dagunya sebelah tangan.
" Hinata aku membawakan mu makanan...!”
PRANG
Miku mundur beberapa langkah ke belakang
Piring makanan berserakan di lantai.
Mata hinata terdapat urat syaraf yang menojol
Menatap ke arah miku dengan lekat.
“ Kau gadis kecil kenapa bisa tahan hidup dengan para vampire,,,,,,, manusia seperti mu, ”
Hinata mendekat ke arah miku lalu mengendus baunya “ Aroma mu sangat harum . . Syaraf mu juga tidak seperti manusia apa kau vampire?" Tanya hinata ke arah miku.
“ Aku. . Manusia biasa!!" Jawab miku takut.
Hinata menoleh ke samping terlihat sudah ada subaru, shu, ayato, reiji mereka menatap hinata
Gadis itu menarik lengan miku lalu mendorong kuat ke arah pembatas balkon. . Dorongan kasar membuat miku terjengkang, miku langsung membulat kan matanya merasakan bahwa dirinya melayang di udara. Subaru tak tinggal diam dan langsung menuju ke arah miku ia menangkap tubuh miku sebelum menyentuh lantai posisi miku berada di bawah subaru dengan tangan subaru sebagai bantalan
Terkunci pada tubuh bongsor Subaru.
“ kau takut?" Tanya subaru miku bergetar hebat
Tadi itu lantai dua jika ia jatuh bisa-bisa hancur menjadi kepingan daging.
“ Hinata kenapa aneh? ”
“ Dia adalah putri bulan wajar jika aneh..."
Subaru melepaskan pegangan pada miku lalu membantu gadis itu berdiri.
Hinata turun dari lantai dua dengan mudah nya
Lalu menatap ke arah subaru dan miku. .
__ADS_1
“ Siapa kau sebenarnya?" Tanya hinata pada miku yang megeyitkan dahinya pelan.
“..........☹️ ”
Tak tak tak tak . . .
Subaru melangkah ke depan melindungi miku
Hinata tersenyum kejam, namun tiba-tiba tubuh hinata gemetar lalu jatuh tersungkur di tanah.
Reiji langsung mengecek ke adaan hinata gadis itu langsung pingsan tubuhnya begitu panas tanda bahwa ia demam tinggi.
“ Kalian awasi sekitar....!!"
“ Aku akan membawa Hinata,"
Ayato terdiam...." ......."
Sepeninggal nya reiji miku merasakan kedua kakinya bagaikan jelly sangat lemah tak bertenaga dan merosot ke tanah karna tak bisa menahan berat tubuhnya.
“ Dada rata kau baik-baik saja?" Tanya ayato.
“ ........ Hmm......"
Ayato langsung menuntut kasar miku menjauh dari taman “ Ayo "
Miku mengengam erat sprey kuat pikiran nya berkecamuk banyak hal apalagi kata-kata hinata dan juga karl yang dulu membuat miku galau
Sebenarnya dia itu siapa?
Apa alasan ayah mengirim ku ke Mashion sakamaki?
Kenapa paman ingin aku menjadi putri palsu untuk identitas perusahaan?
Kenapa hinata bilang jika aku bukan seperti manusia? Jelas-jelas aku adalah manusia yang akan tua dan mati? Kenapa hinata mempertanyakan identitas dan masa lalu ku yang aku juga yak terlalu ingin tahu?!
Miku menenggelamkan wajahnya pada bantal
Selimut hangat menyelimuti miku sampai dada
Mata miku berkaca-kaca, Miku merasa kan gerakan menaiki kasur nya membuat miku langsung menoleh ke belakang.
" Ayato?! "
Miku inggin membenahkan posisi nya menghadap ayato yang kini berbaring di sampingnya, namun ayato menghentikan miku dan memeluk tubuh miku “ Jangan bergerak!
__ADS_1
Jangan memberontak diam seperti ini saja...!" Ucap ayato pelan.
“ Ta-pi ayato?" Gagap miku.
" Bagaimana kuliah mu?
Shu dengan segaja masuk universitas dengan mengandalkan nama keluarga bukan nya kalian satu kelas?" Tanya ayato sinis.
“ Jadi Shu menyogok? Shu Seperti biasa ia selalu tertidur di kelas nam___-” Ucapan miku terpotong karna ayato lebih dulu menaruh kalung di hadapan wajah miku.
“ Ini kan?"
“ Aku menemukan nya di halaman," ayato mengendus bau miku gadis itu ingin memberontak namun terhenti,
“ Jangan memberontak! Tidurlah....”
Mata hijau ayato menyala ntah melambangkan apa yang pasti ayato mendekat kan tubuh nya pada miku menenggelamkan wajah nya pada pungung miku mata ayato mulai terpenjam
Miku salting harus apa ia berusaha memberontak namun tangan ayato sangat kuat memeluk nya di tambah lagi selimut nya di tindih ayato membuat Miku mulai kelelahan lalu memejamkan mata menyusul ayato ke dunia mimpi.
††††††††
“ Eva----........ Bangun lah ”
Miku mengejabkan matanya melihat sekeliling
Tempat itu, teryata ini tempat dimana pohon apel itu berada.
" Kenapa bunga nya penuh dengan darah?" Miku heran melihat bunga mawar yang tertanam
Di pinggir kolam merah kini penuh akan bau darah.
Miku berjongkok mengusap kelopak bunga“ apa Tempat ini"
Seketika suara gaib mulai terdengar lagi
Membuat miku bergidik ngeri...
“ Eva ini pembalasan mu !!"
" Eva ini adalah takdimu....”
Seketika miku merasa sesak di dada nya
Cairan merah di kolam itu yang Miku
__ADS_1
Angap pewarna kolam teryata itu adalah “ Darah"
Miku tersentak kaget lalu menatap langit-langit kamarnya “ Teryata mimpi " guman miku pelan***.