
" *Jadi kami harus memangilmu apa?
Di lihat dari segi penampilan kamu lebih muda dari pada kami?"
" Yah memang benar..."
" Nona ini sangat pendiam yah,"
" Cukup feng jangan mengoda nya..."
Para siswa-siswi langsung mengerumuni miku membuat gadis itu kebingungan, ia melangkah pelan ke belakang lalu menatap mereka takut
Miku menghentikan kegiatan debat mereka “ terserah kalian..."
" Hmmm....? Bagaimana jika guru sajalah..." Ujar seorang wanita yang paling cantik di kelas itu.
Pelajaran pun di mulai
Jam menunjukkan pukul 10 malam. Miku berjalan pelan menaiki anak tangga
Rasa nya jalanan seperti sebuah jelly sangat lembut, tiba-tiba ia terpeleset lalu jatih ke belakang namun dengan sigap seseorang menangkap miku merangkul tubuh miku pada tubuh bongsor miliknya.
" Ais, kenapa kau pucat sekali anemia?" Tanya yuma menatap wajah miku.
Miku bersadar pada dada yuma ia terlalu lemah hanya untuk sekedar berdebat saja.
Yuma berjongkok di hadapan miku lalu mengangkat miku pada pangkuan lengan nya
Bagaikan seorang burung elang yang bertenger.
" Pegangan jangan sampai kau jatuh..." Tegur yuma.
Aku merangkul leher yuma, tubhh miku bagaikan sebuah kapas bagi Yuma begitu ringan
Mereka menaiki anak tangga. Epresi yuma berubah total saal melihat seseorang tengah berbaring menghalangi jalan yang akan yuma lewati! Yuka menendang samping tembok orang itu yang perlahan membuka matanya.
" Kau menghalangi jalan ku..."
__ADS_1
" Loh bisa lewat tanoa mengangun gue kampretttt...."
" Cih, dasar net..." Sindir yuma.
Shu menatao ke arah miku yanh tengah di pangku di lengan yuma ia menatao miku
Banyak perubahan bahkan sekarang penpilan miku lebih bersih dan rapih dari sebelumnya hanya muka nya saja agak pucat.
" Teryata kalian lbih suka memulung barang bekas .." ujar shu dingin
Yuma menyerigai kejam, lalu menatap ke arah shu dengan pandangan meremehkan ia menurunkan miku beerapa cm lalu merentangkan taring tajam nya " CTAKK"
Miku kaget karena yums tsk memberikan aba-aba apapun kepadanya.
Suruputtt
Yuma mengelap sisa darah miku pada sudit bibirnya dan menatap ke arah shu“ Kau bisa melakukan nya?" Tanya yuma.
" Cih menyebalkan..."
Yuma menatao kepergian shu lalu teringat akan kenangan pahit dalam hidupnya, yuma tersadar bahwa miku sudah tak sadarkan diri
Sebenarnya yuma cuma oengen oamer foang namun lihat lah miku jadi pingsan.
Merepotkan
" Jadi dia masih hidup," reiji melihat kejadian barusan dari jauh.
Yuma membawa miku ke UKS.
Miku di tingakky begitu saja dasar vampire laknat_+... Miku mulai tersadar dari pingsan nga
Mengejabkan mata beberapa kali hal pertama yang ia lihat adalah mahlut berbulu putih tengah menatap dingin ke arah miku.
" Subaru..." Miku memeganv sebelah matanya.
" Pantas saja kau menghilang Teryata kau bersama mereka, cih aku kesal sekali..." Subaru memegang kerah baju miku.
__ADS_1
SRETT
Krekkk
Tali dress miku sobek, miku langsung menyembunyikan kedua dada nya dengan tangan namun nihil sobekan nya terlalu parah
Sedangkan subaru menatao tanoa epresi.
Miku menoleh saat merasakan seseorang menyampingkan jaket ke arah miku
Teryata itu adalah kou.
" M neko-chan, pakai dulu sementara.." miku menganguk dan beranjak menuju belakang lemari.
Kedua orang saling menatap memberikan sengatan listrik ke arah lemari dimana miku berada.
" Cih, kalian dasar vampire murahan .. ." Ujar subaru marah.
" Lalu?
Kau sendiri vampire mesum..." Balas kou.
" Hah coba ulangi lagi ..."
" Vampire mesum..."
Subaru sudah hampir akan marah namun di relai oleh reiji yang ntahsejak kapan berada di sana
Mereka memisahkan subaru dan kou
Reiji menunjuk ke arah miku tajam.
" Seminggu lagi akan ada festival musik, jika kau bisa mengalahkan shu dan juga Subaru maka aku akan meminta maaf..." Ucao reiji xingin.
Kou memeganv bibirnya “ Baiklah kita taruan jika akh kalah, kami akan memberikan m neko-chan keoada kalian lagi," bls kou mengulurkan tangannya.
" Deal" kedua orang saling berjambak tangan.
__ADS_1
Dari kejauhan ruki mengintai oelilaku kou yang begitu seenak nta saja ia mengacak surai abu putih karna menyesak membiarkan miku ikut ke sekolah*.