Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
bohong


__ADS_3

*Pukul 7-8 siang. .


" Hoamm . . ." Aku bangun tidur sambil mengusap mataku.


Jam berapa ini? Apa mereka sudah pergi sekolah?


Gara-gara semalam tertidur di taman tubuhku penuh akan bentolan kecil


Teryata aku memang belum bisa melepaskan semuanya.


Ku bangkit dari kasur, ku langkahkan kaki menuju toilet


Kalo tidak salah semalaman aku menampar ayato membuat dirinya terluka apa yang akan di lakukan ayato? Ntahlah aku tak peduli jika mati yang mati saja!


Ku balut beberapa luka kecil di badan ku dengan rasa perih


††††††


Setelah berpakaian rapih, ku langkahkan diriku ke salah satu kamar


Lalu. .


Tok tok tok . .


Tak ada sahutan sama sekali apa ayato masih belum bangun? Aku harus mencarinya


Karna itu adalah salah ku ayato mungkin akan balas dendam?


Aku membuka knop pintu terlihat kamar ayato begitu berantakan serta gelap ku buka gordeng membiarkan cahaya matahari masuk melalui sela-sela jendela.


" Ayato Teryata jorok!*


Ku pungut beberapa kemeja baju di lantai menaruh nya dalam rigen.


Krak

__ADS_1


Tanpa segaja aku mengijak ranting membuat ku langsung gerak refleks, heh kok ada ranting di kamar ayato apa dia sangat jorok yah pikir miku?


" Haah. . Aku menghela napas...


Aku menatap lemari buku yang lumayam besar, sekitaran kamar ayato di isi banyak barang-barang mahal dan mewah. .


Pluck


Tanpa segaja aku menyengol sebuah buku membuat ku terkaget dan mengambilnya " Kematian putri iblis" ku baca judul buku itu dan sedikit penasaran jiwa kevo ku melunjak pesat.


“ Apa ini?" Tanya ku.


Membuka nya perlahan aku membaca deretan kalimat barusan dan alkasih ada sebuah rahasia tersimpan di dalam nya, keringat bercucuran dari tubuhku rasa takut bercampur kehawatiran membuat ku tak bisa diam.


Tiba-tiba. .


“ Nona apa yang anda lakukan?" Tanya sosok itu membuat miku langsung terpelanjak kaget membanting buku di tangan nya..


" Paman pengurus!"


" Dimana ibu mereka semua?


Benarkah mereka di bunuh anak nya sendiri?" Tanya miku penasaran.


Pengurus terdiam lalu menatap miku dengan pandangan berbeda“ Jangan mengurus hal yang tak penting," ujarnya.


Meja makan.


“ Hei aku lapar?"


“ Ayato, jangan berisik!" Tembal reiji.


“ Dimana ternak itu?" Tanya shu ke arah reiji.


“ Ntahlah!!"

__ADS_1


Baru saja subaru menanyakan keberadaan ku aku sudah lebih dulu masuk dan mendudukkan diri di samping shu.


“ Reiji?


Bisakah aku pergi ke kamarku?" Tanya ku ke arah reiji dengan penuh harap.


Reiji mengeyitkan dahinya heran“ Kau baru datang..."


Miku menatap reiji lembut“ Aku Sedang diet" jawab miku asal berharap jika mereka semua akan menerima alasan nya.


“ ouh, baiklah"


“ permisi,"


Seperginya miki ke enam sakamaki merasa kan aura aneh disekelilingnya tubuh miku.


“ Bau ini!" Ucap kanato.


“ Sangat tak sedap..." Balas subaru.


“ Dia sedang berbohong heh?" Ujar reiji lagi.


Mereka berkumunikasi dengan telepati senyuman sinis serta horor menghias wajah mereka.


seperginya miku dari sana pada sakamaki langsung meneguk winw merah dalam gelas


memang cukup menyenangkan bisa memelihara seekor ternak. .


“ **Reiji bagaimana keadaan orang itu?"


" Dia masih seperti biasa**...."


reiji meneguk tegukan terakhir sampai ludes


tatapan para sakamaki menyerigai ada rencana yang begitu menyenangkan kedepan nga dan tak sabar untuk di lakukan hal yang membuat bangsa vampire semakin terhormat*.

__ADS_1


__ADS_2