
*Malam itu hanya detingan sendok dan juga garpuh yang terdengar acara makam malam keluarga sakamaki berjalan dalam keheningan
Tak ada seorang pun yang ingin membuka pembicaraan. .
Setelah semua selesai aku mengambil tas gendong ku dan berjalan masuk kedalam mobil,
Suara kegaduhan antara laito dan ayato menghiasi jalanan. Pikiran ku kalut
Aku tatap shu dari ujung ekor mataku ntah kenapa rasa nya sulit sekali menjawab pertanyaan shu waktu itu.
" Hei dada rata kenapa bengong ayo turun!" Ujar ayato dingin ke arah ku.
Menegok kiri dan kanan semua orang sudah ada di luar,
" Maaf!" Lekas aku turun.
" Kenapa dia aneh?" Tanya ayato pelan.
Ku langkahkan kakiku membentuk barisan dengan di kawal enam vampire tampan, para mahasiswa memberi jalan kadang menatap ku aneh namun ku abaikan saja. . Lama kelamaan sampailah di kelas aku masuk kedalam nya di lihat jam menunjukkan pukul 10 malam...
" Jika aku tak mencoba maka aku tak akan tau!!" Guman miku.
Miku masuk kedalam toilet siswi mengucutkan semua pakaian yang ia bawa miku memakai drees putih dengan jaket yang menutupi kepala nya. Ragu-ragu miku keluar dari gerbang sekolah
Berjalan cepat meningalkan sekolah berlari seperti kesetanan.
" Ayah kumohon cepat datang!" Harap miku sambil memegang tangan nya kuat.
Tiiitt
Aku tersentak kaget hampir saja tertabrak mobil, aku berjalan ke sisi membiarkan mobil itu lewat.
Menghembuskan napas pelan aku menatap langit malam dengan sedu" kumohon cepat datang!!" Guman miku.
Tap
Miku menoleh ke belakang terlihat laito berada di belakang nya, menatap penuh horor dengan gaya khas nya miku langsung saja berlari
" Dek ****** ingin kabur" tanya laito memegang baju lengan miku.
Miku melepaskan jaket nya berlari ketakutan dari sana laito memutar topinya tersenyum kecil melihat pungung miku" ara ara seperti nya kita terlalu menakutkan?" Tanya ku ke arah belakang.
__ADS_1
" Diamlah tangkap saja dia!" Jawab reiji.
" Reiji kau terlalu memaksa!!" Balas laito.
Reiji membenahinya kacamata nya memandang ke arah ayato yang begitu kesal dan senang. .
††††††††††
Tap tap tap . . .
Suara langkah kaki berjalan tersendat-sendat
Keluar dari jalan raya, aku berjalan ke arah telpon umum lalu menghubungi salah satu no yang ku ingat
" Akhirnya tersambung!" Helaan nafas lega.
" Ayah! Ini aku miku
Kumohon jemput aku mereka adalah vampire
Jangan tingalkan aku sendiri," ucap miku dengan nada tersakiti ke arah telpon.
" Oh dek ******. . Ingin mengadu?
"
Tak
Ia menutup telpon nya kasar, miku semakin ketakutan dan berusaha lari dari sana namun laito sudah ada di belakang nya dan memegang tangan miku" ketangkap" ucap nya senang.
Miku memberontak namun kegiatan nya terhenti saat mendegar pengumuman dari siaran langsung di Televisi.
* Tougo sakamaki adalah orang paling berpengaruh dalam bidang ekonomi bagaimana menurut anda tuan * tanya sang pewancara ke arah pria paruh baya yang masih tampan.
Tougo tersenyum menangapi pertanyaan sang moderator lalu menatap ke arah monitor televisi
Mata miku langsung membulat kaget" Dia adalah karl helz" lontaran kata terakhir sebelum tubuhnya ambruk.
Laito langsung mengendong miku ala bridal style lalu menghilang menjadi kelelawar
Malam itu semuanya menjadi tak pasti
__ADS_1
Kumohon tolong aku
Ke esokan paginya. .
Miku mulai tersadar dari tidurnya ia mengejabkan beberapa kali menatap langit-langit kamarnya, kedua kalinya ia tertangkap lagi guman miku.
Tanpa segaja miku menjatuhkan kalung tsalib miliknya dengan cepat miku langsung berlari ke arah ruangan kosong yang berada jauh dari mashion.
KREK
Di buka nya pintu Gereja miku menatap deretan kursi kosong, lalu menyeduhkan matanya
Ia berdiri di depan persembahan lalu memberian perhormatn.
" Kumohon tolong biarkan aku pergi. . Aku ingin secepatnya pergi dari sini kenapa aku harus bersam para vampire apa hubungannya dengan ku?" Guman miku khusus.
" Kumohon jemput aku!!"
*.......*
Langkah kaki mendekat ke arah nya" mereka tak akan menjemputmu?
" Laito?"
Laito tersenyum" kau harus tau hal yang kamu percayai malah yang membawamu kepada kami" lanjut kaito lagi menyindir.
" Mereka tidak akan datang!"
Miku merosot memegang kepala nya sakit" Tidak!" Pukulan mengenai dada laito kuat hingga terjengkang.
Topi laito jatuh" heh" laito menatap topi nya lalu berjalan ke arah miku mendorong gadis itu hingga berada di meja persembahan mengangkat satu kakinya ke atas.
" Kau adalah tumbal bagi kami" laito menunduk dan merentangkan taring tajam.
CTAK
Suara ringisan terdengar membuat Laito semakin bergairah ia menghisap darah miku rakus, miku menatap langit-langit gereja dengan air mata rasa perih di paha akibat laito tak se sakit hatinya.
" Berhenti!" Miku berusaha memberontak namun laito semakin menekan dalam taring pada paha miku.
Miku perlahan pusing mata nya berkunang-kunang
__ADS_1
Dan akhirnya semua nya gelap*