Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
masa lalu kou


__ADS_3

***Apa yang harus ku lakukan?!!!


“ M neko-chan karna kamu begitu penasaran bagaimana jika aku menceritakan sebuah kisah...?"tanya kou miku menganguk.


Kou menatap ke atas membelah alam khayalan masa lalu mata kou menyipit penuh akan kebencian“ Dulu ada seorang anak kecil yang selalu ingin melihat dunia dan langit biru namun anak itu hanya bisa diam di solokan hanya bisa melihat langit dari lubang kecil yang ada di solokan..." Ujar kou sedih.


“ Ibunya pernah berkata jika dia keluar maka hidup anak itu tak akan tenang, suatu hari ibu anak itu meninggal lalu sang anak hidup sebatang kara dia di bawa beberapa unit dari bidang sosiaal si anak sangat senang. . Ia bisa melihat dunia namun ia malah di perlakukan tak manusiawi karna memiliki paras yang rupawan


Karna dia yang paling tampan dia di berikan makanan dan pakaian enak siapa sangka ia dijadikan mainan para bangsawan!! Memperlakukan anak itu dengan tak manusiawi bahkan memaksa si anak menghancurkan sebelah matanya karna kelakuan para bangsawan siapa tahu ia bisa menjadi jelek dan para bangsawan tak akan mengangu nya lagi...!!"


Miku memegag dada nya sakit perasaan bercampur aduk membuat miku bagaikan di telan rumput hitam.


Kou tertawa melihat epresi miku“ Kenapa epresi mu itu?" Ujar kou menyindir.


“ Bersikap biasa lah karna itu hanyalah dongeng anak yang begitu berharap tapi harapan malah hancur berkeping-keping..." Bals kou menyerigai.


Miku menyerigai pahit lalu beranjak berdiri dari kasur kou namun terhenti oleh kou yang malah memposisikan paha miku sebagai bantalan kepala nya“ Kau bisa pergi setelah aku tertidur..." Ujar kou.


Miku tak bisa berbuat apapun, lalu menatap ke arah jam ia menghela nafas pelan


Tak lama kemudian kou sudah berbaring pulas membuat miku tak tega membangunkannya


Paha miku sudah hampir pegal


Tiba-tiba epresi kou menjadi ketakutan ia memeluk perut miku ketakutan.

__ADS_1


“ Jangan...."


“ Kou... Kou?" Pangil Miku.


Alam bawah sadar kou.


Seorang anak kecil berpakaian mewah tengah di siksa para bangsawan ia berlari keluar dengan tergesa-gesa menangis sesegukan karna menghiraukan ucapan sang ibu


Solokan kotor lebih aman dari pada dataran yang kini ia pijak.


Anak itu memegang garpuh lalu menatap ke arah langit dengan sedu darah berceceran dari garpuh menemani malam itu.


Kou kecil meskipun sudah menjadi cacat namun pihak panti asuhan masih menyiksa dia karna tetap memiliki wajah yang tampan di tengah keterpurukan kou seseorang berpakaian besaran menghapiri nya.


“ Hei kamu?" Pangilnya.


“ ayo pergi bersama ku?" Uluran tangan kecil mengarah ke arah kou.


Kou membalas uluran tangan itu sosok berbaju kebesaran tersenyum terlihat taring tajam mencuat ke arah kou “ TIDAK!!" Kou seketika tersadar dari mimpinya ia melihat miku masih kebingungan.


Kou membalik posisi tidurnya ke samping “ Maaf membuat mu terkejut. . M neko-chan bisa pergi ke kamar mu," printah kou dingin.


Miku memganguk dan meningalkan kou


Lemari samping tempat tidur banyak di isi gelang-gelang bersama dengan aseksori seorang indol kou menatap pantulan dirinya di meja rias, ia memegang sebelah matanya.

__ADS_1


" Janji..."


Mashion sakamaki . .


Hinata mendadak merasakan nyeri tak tertahankan di area matanya.


“ Kenapa? Rasanya sakit sekali?" Guman Hinata..


Hinata beranjak ke arah jendela kamarnya ia melihat pantulan matanya sekarang urat menojol sudah memenuhi matanya.


“ Teryata dia aktif lagi..."


Hinata menyandarkan punggungnya pada kusen jendela “ Kau dimana? Menurut garis keturunan yang di simpan kakek masih ada satu keturunan suku langit yang bisa membuat kita bebas dari kutukan mata ini . . Dimana kau hanya dengan mengonsumsi daging serta darahnya aku akan bebas!!!" Hinata mengeyampingkan wajahnya.


Reiji membenahkan kacamata nya “ Oh teryata kau itu dari clan mata bulan...?' tanya reiji dingin


“ Reiji sejak kapan ?"


“ Clan mata bulan sudah ada dari leluhur


Untuk apa kau ingin mencari suku langit


Bukan nya itu hanyalah mitos?" Ujar reiji dingin.


Kanato mengengam boneka nya takut“ Salah...”

__ADS_1


Dua pasang mata menatap ke arah kanato yang ntah sejak kapan sudah ada di samping mereka


Kanato menunjuk ke arah mata Hinata “ Suku langit memang ada" ucap kanato membuat Hinata bernafas lega setidak nya ia bisa menang melawan reiji dengan bantuan kanato***.


__ADS_2