
***Kabut mengelilingi sekitaran tempat itu
Cahaya berputar-putar membuat pantulan yang indah. Aku menenggelamkan wajah ku pada pohon apel dengan pandangan sedu
Bunga mawar berjajar di sisi kolam merah mengelilingi ku suara apa pun tak bisa ku dengar melainkan hanya ada sahutan suara gaib lagi.
" Eva "
" Eva bangunlah!!"
Aku perlahan membuka mataku, mengejabkan beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retina ku. leguhan pelan terdegar aku beranjak berdiri menatap bunga pohon apel.
" Ini lagi!" Ujar ku pelan menatap sekeliling tempat itu.
Aku mengulurkan tangan ku ingin menyentuh bunga apel namun " TING " sebelum tangan ku mencapai bunga apel sudah dulu mekar.
" Eva . . Ini adalah takdir mu. . ." Suara gaib itu kembali muncul.
Gelembung dari kolam merah menelan ku aku terhanyut ke dalam nya, pagi pun telah tiba aku mengejabkan beberapa kali kelopak mataku
Melihat sekitarnya teryata ini kamar ku
Menengadah ke atas aku sunguh Ingin pulang
Kenapa ayah belum juga menyemputku?
" Akhirnya kau bangun juga..?;
Aku menoleh ke asal suara...
" Shu?"
Aku langsung menyilabkan selimut ku lalu berjalan ke arah nya, shu masih biasa sangat pemalas ia bahkan bisa tidur dimana pun
Berjongkok di hadapan nya shu menautkan sebelah alis nya heran.
" Shu apa yang kamu lakukan?" Ujar miku penasaran.
__ADS_1
Shu menghilang seketika, membuat miku shock tak ingin memikirkan para mahluk aneh barusan miku beranjak ke kamar mandi dan ...
" Shu!"
Ternyata shu sudah berada di dalam back up mata nya terpenjam Seperti sangat lemah
Aku tak ingin menghiraukan dan mencoba melakukan apa yang aku mau. .
Namun perasaan ku bercampur aduk karna Shu tak lekas pergi juga.
" Lakukan apa yang kau inginkan!" Ujar Shu yang bisa mengetahui kalimat miku.
" ......"
BYURRR
Shu tengelam ke dalam bak up miku langsung saja panik, ia berlari dan memegang tangan shu berusaha menariknya.
Pikiran shu langsung saja berputar di saat ia kabur dari mashion dan bertemu seorang anak yang memberikan nya apel.
Alam bawah sadar shu. .
" Menjauhlah.." bentak shu.
" Di lihat dari pakaian mu kau berasal dari kaum bangsawan!!"
Shu mengeleng pelan" bukan urusan mu"
Anak itu tertawa lalu melemparkan buah apel ke arah shu yang berhasil di tangkap dengan mulus" makan lah ini sangat enak aku menanam nya sendiri!!" Ujar nya lembut.
Shu terpelanjak kaget“ Kau tidak takut padaku?"
" Hahaha tidak...
Seperti nya kau orang baik!" Balas anak itu lagi.
Mereka tertawa riang" jadi nama mu shu yah?
__ADS_1
Aku adalah Edgar jangan lupakan aku yah!!"anak yang di ketahui bernama Edgar mengulurkan tangannya ke arah shu yang di balas olehnya.
Shu dewasa merasa sakit mengigat semua kenangan itu, tubuh nya bagaikan di serot oleh air yang dalam semakin dalam" Shu . . Shu . . Shu . ." Pangilan panik membuat shu langsung membuka sebelah matanya.
Shu menarik tangan miku hingga terjengkang menimpa tubuhnya, shu langsung menindih miku kaki nya berada di kedua ************ miku
Tatapan lapar serta taring tajam membuat miku langsung takit.
" Apa kau ingin pergi dari sini?" Tanya shu mendekatkan dirinya ke arah wajah miku.
Miku memberontak" yah tentu saja!!" Takut tapi miku harus menjawab.
" Aku akan membantu mu untuk pergi dari sini
Namun apa kau bisa memberikan balasan nya?" Tanya shu pelan.
Miku menunduk" Apa yang kamu mau?"
" Berikan semua darah mu hanya untuk ku
Dan dimana pun kamu berada hanya aku yang bisa menemukan mu! Tidak dengan yang lain
Bagaimana?" Tanya shu.
Miku bingbang ia bisa bebas melakukan apa saja namun percuma shu akan datang jika ia lapar namun jika dia terus di sini maka semua vampire itu akan terus menyiksa nya bagaimana ini?
Shu tersenyum horor dan menjilat pipi Miku" Pikirkan lah..."
Taring telah mencuat tajam" CTAKK" tembusan taring mengenai bagian atas dada miku ia meringis kesakitan sedangkan shu semakin menjadi meminum darah nya.
Tes
Tes
Tes
Darah bercampur dengan air bak kini miku tengah lemas bak mandi baru saja bisa tenang kenapa harus kembali di santap?
__ADS_1
Shu menyeka sudut bibirnya" pikirkan tawaran ku!!" Ujar nya dingin lalu mnghilang secepat kilat
Meningalkan Miku sendiri di sana***.