
" ***Azusa??? ”
" Eva ku tunggu kamu . . . Di kamarku . . .” Ucap azusa pelan miku terdiam memfokuskan pendegaran nya kapan azusa bisa bicara lancar tanpa setengah-tengah?
Miku menganguk pelan. Pintu kamar tertutup kasar miku semakin penasaran karna sifat azusa begitu tertutup dan misterius menghela nafas pelan miku menatap deretan pintu.dimana sebenarnya kamar azusa ia belum terlalu hafal letak ruangan di sekitar Mashion mukami. .
Miku menatap satu pintu ber cat hitam menatap nya sekilas miku terdiam di depan nya“ Apa aku masuk? Kalo tidak salah ini kamar nya?" Tanya miku.
* KREK *
Pintu terbuka sendiri membuat miku langsung meriding takut.
" Eva masuk lah...!!"
Miku bernafas lega teryata ia tak salah kamar
Melangkah pelan ke depan, tak ada tanda-tanda azusa miku ingin berbalik namun terhenti karna azusa menutup pintu ntah dari sisi mana,
Azusa membawa miku ke salah satu lemari yang menyimpan banyak sekali koleksi belati
Yang berjajar rapih, miku menatap semua nya
Azusa mengambil satu belati dari dalam kolase lalu memberikan ke arah miku.
" Belati . . Ini . . Baru . . Di asah . . Kamu harus. . Melukai . . Ku.. ”
Kapan sih nih orang nyelesain kalimat nta lama bener batin miku menatap azusan,
__ADS_1
" Eva . . lukai . . Aku . . Dengan . . Belati . . Ini. .!!!”
" Kenapa?
Aku tidak ingin melukai kulit mu!!" Tembal miku menjatuhkan belati kecil di tangan nya.
Azusa memungut belati yang terjatuh lalu meletakan di tangan kanan miku yang bergetar ketakutan“ Eva. . Lukai . . Aku . .!!
" Heh??"
Azusa mendekat ke arah miku lalu mengunci pergerakan miku dengan satu tangan azusa yang mencekal kedua lengan miku di atas“ Apa . . Kau . . Menyukai ku. .?" Tanya azusa serius.
Miku bingung harus menjawab apa di satu sisi ia tak mungkin menjawab tidak karna bisa saja azusa langsung menjadi gila dan di sisi lain ia tidak boleh menyembut ia karna urusan nya akan sangat panjang, azusa dengan setia menunggu balasan miku lalu gadis itu menganguk azusa lalu menatap miku lekat.
" Karna . . Kau . .suka . . Aku . . Lukai . .aku!!"
Azusa memaksa miku untuk melukai dirinya membuat miku mendorong azusa dan berniat keluar. . Namun azusa lebih dulu melayangkan belati ke arah bahu miku membuat darah berembes dati sana, azusa menempel di tubuh miku dan menghisap darah miku dengan rakus.
" Cukup...!"
" Darah mu . . Sangat . . Enak. .!!"
Azusa kembali merenangkan taring tajam pada tangan miku, membuat gadis itu merintih kesakitan. Azusa menancabkan taring tajam pada pengelangan tangan miku yang kini kelemasan di pojok lemari
" CTAK
" Eva . . Kamu teryata. . membenci . .ku?!"
__ADS_1
Miku mengeleng lalu berusaha berdiri namun azusa malah menancabkan belati di tangan miku, ia menjilati darah di tangan miku seperti seekor anjing membuat wajah miku semakin pias dan lelehanan.
" Azusa cukup dia bisa mati!!"
Azusa meboleh ke asal suara“ Yuma selamat datang..."
Yuma menatap miku lalu beranjak meninggalkan kamar azusa, miku berjalan tersengal-sengal ke arah kamarnya. . Darah berceceran di lantai ia hiraukan rasa perih membuat miku pingsan di sofa.
££££££££££
Hinata mendadak memanas saat tanpa segaja melihat hal yang tak seharus nya ia lihat
Awal nya Hinata Inggin mencari udara segar
Mengunjungi taman bunga siapa sangka ia mendegar suara aneh karna penasaran ia mengikuti arah suara itu, namun matanya kembali di kejutkan oleh suatu hal bahkan rona merah menghiasi wajah nya.
Laito tengah bermesraan manja dengan seorang wanita yang ia yakini adalah ras vampire juga, hinata membungkam mulutnya
Terkejut ingin bertriak karna melihat adegan tak senonoh di taman itu namun di hentika oleh seseorang yang membekap mulut hinata kuat bahkan gadis itu hampir kehabisan nafas.
“ Suuutt.. . " Ia menatap hinata.
Dengan secepat kilat hinata kini berpindah tempat di salah satu paviliun yang ada di mashion sakamaki, di tengah paviliun ada sebuah kolam teratai yang indah hinata mendokrak menagap siapa yang membawanya transportasi.
“ Shu?"
“ Apa kau ingin di bunuh oleh nya ( laito) ?” Ujar shu dingin***.
__ADS_1