
***Karl Heinz datang ke arah reiji yang kini tengah membaca deretan buku-buku pengobatan
Lantai kini di penuhi banyak buku yang berserakan, karl menendang salah satu buku hingga membuat reiji kehilangan fokus dan menatap ayah nya.
Reiji membenahkan kacamata nya“ Kenapa kau baru datang? Kemana saja kau selama ini?" Ujar reiji kesal.
Karl berwajah datar“ Bawa gadis itu ke taman bunga . . baringkan tubuhnya di peti mati," Perintah karl.
Pluk
Buku jatuh dari tangga nya“ Kenapa?"
" Cordelia bisa saja bangkit kapan pun!
Dengan tekanan peti mati bisa menahan kebangkitan cordelia, sampai kau menemukan obatnya," ujar karl helz lalu menghilang begitu saja.
Reiji mendudukan dirinya di sofa sungguh pusing membenahi poni-poni yang berserakan matanya menyiratkan rasa bersalah ntah kenapa.
Tik tok tik tok . .
Suara jarum jam memenuhi ruangan bernuansa biru kamar miku, reiji mendekat perlahan ia naik ke atas ranjang lalu mengendong gadis itu
Membawanya menuruni anak tangga. . Wajah miku semakin lama semakin pucat bahkan lebih pucat dari mereka para vampire!
Kanato dan ayato menatap reiji tak berani untuk membuka suara . . Dengan sekejap reiji menghilang dengan jurus transportasi hingga sampai di sebuah ruangan yang sangat jauh dari mashion membuka pintu pelan terlihat sebuah peti mati kaca, di sekeliling nya di kelilingi oleh bunga mawar serta tanaman rambat yang melindungi peti..
Ayato membelatkan matanya “ Apa yang akan kau lakukan peti mati itu?" Tanya ayato geram.
" Kita masih belum bisa mendapatkan cara mengobati nya!"
" Reiji peti mati hanya untuk bangsa vampire apa dia pantas menerima semua kutukan itu...!'
Reiji terdiam “ Kanato kita tak punya pilihan lain..."
Reiji membaringkan miku dengan perlahan seketika tubuh miku di selimuti banyak bunga mawar . .
Reiji mendokrak memfokuskan matanya membaca sebuah mantra hingga kekai melindungi tempat itu setelah merasa cukup aman ia meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Di lain tempat. .
El berjalan kesakitan menaiki beribu-ribu anak tangga hingga sampai di ruangan rahasia dimana hanya dirinya dan cordelia yang mengetahui keberadaan nya.
El membuka sandi pintu lalu memasuki Ruangan terlihat sebuah gaun hitam milik cordelia yang selalu di incar bangsa vampire. .
Bunga mawar di tengah dada gaun itu penuh akan darah hanya dengan menyentuh nya maka bangsa vampire mana pun akan bisa berengkainasi atau kebangkitan secara cepat dengan mengandalkan tubuh lain.
“ Hanya dengan ini aku bisa memulai kebangkitan ku...!" El mendekat namun perutnya secara kram benar saja darah bercucuran.
“ Paman!
" Laito!!" El terkejut..
" Apa kau terkejut, tak ku sangka kau yang menyembunyikan gaun itu. . Gaun itu sangat bahaya loh paman," senyuman laito begitu manis.
" Cih bukan urusan mu!!
El mendekat ke arah gaun itu namun laito menghentikan nya“ Tak kusangka Kalian memiliki hubungan yang lebih bahkan ibuku mencintai mu dan malah menikah dengan ayahku namun masih memiliki hubungan dengan mu yang seorang adik ayahku . . Dia memang wanita ******,* ujar laito benci.
El terkekeh pelan“ Harus nya kau pikir bukanya kau juga memiliki hubungan itu laito,"
Neraka pasti menunggu mu," laito Tersenyum lembut seketika ruangan itu terlentab api.
El di kelilingi banyak api pemusnahan ia tertawa-tawa kesetanan lalu bertriak ke arah laito “ Laito kau juga anak biadab!!"
Laito terdiam menatap el yang kini di lentab api hingga tak tersisa, ruangan serta gaun itu kini sudah musnah di lentab api. .
Skip time.
Laito yang mendorong cordelia dari menara tersenyum penuh kebencian...
Cordelia masih dalam keadaan sakaratul maut
Menatap El yang datang ke arah taman bunga
“ El apa kau mencintaiku?" Tanya cordelia lirih.
__ADS_1
El menganguk dan berjongkok “ Ambillah jantung ku tanam kan pada orang lain
Agar aku bisa bangkit kembali..." Ujar cordelia sedu.
“ Tapi cordelia kau akan mati," guman el panik.
Cordelia tersenyum “ Tidak apa-apa ayolah el saat aku menjadi ratu bangsa vampire kau akan menjdi tetua dari keluarga sakamaki," janji cordelia.
" Jangan gentar lakukan mereka sebentar lagi akan datang!!" Panik cordelia.
El menganguk lalu merogoh Pedang nya menancabkan pada dada cordelia ia membelek dada nya mengambil jantung cordelia,
El menganti gaun cordelia dengan yang palsu
Dan membukus jantung miliknya dengan yang asli el sebentar terpaku menatap cordelia lalu pergi meningalkan nya
Seperginya El benar saja kanato datang membawa lilin ingin mengkremasi jenazah nya.
El berlarian ketakutan hingga sampai di sebuah panti asuhan.
Ia masuk kedalam nya dan menemukan seorang bayi yang hanya ada satu-satunya di sana namun bayi itu adalah perempuan... Tak ingin tingal lebih lama el metraspulsikan jantung cordelia pada anak itu lalu memberikan pada Seorang pria untuk di urus dengan memberikan nya uang serta beberapa berlian yang akan cukup membiayai bayi itu hingga tumbuh dewasa.
Next time.
Subaru kini tengah termenung di taman bunga wajah nya sedu, belati di tangannya masih meneteskan darah miku.
Langit yang gelap di sertaii guntur di malam itu seakan mengambarkan Hati subaru yang tengah bingbang.
" Sialan!!"
Syuuh
Belati itu memotong bunga mawar putih
Subaru mencium bau darah miku lalu menjilat nya mata subaru menyala seketika hujan pun menguyur taman bunga mawar putih
Darah miku bercampur dengan air hujan
__ADS_1
Yah di Taman itu, di resap oleh akar bunga
Seketika bunga itu menjadi layu dan juga menjadi berkembang namun subaru gak sadar akan itu***.