
***Kanato yang sedari tadi berdiri jauh di belakang tiang penyangga memeluk boneka Teddy nya erat dan memperhatikan apa yang ibunya lakukan tanpa hilang sedikitpun adegan yang ia rekam dalam otaknya..
Cordelia merasakan hawa dingin kanato,
“ Burung peyanyiku!
Bagaimana jika kamu bernyanyi
Hibur ibumy ini dengan suara indah milikmu?" Tanya cordelia ke arah kanato.
Kanato mengeleng membuat cordelia mendegus kesal. Mengelengkan kepala nya seketika sebuah pedang muncul dari balik punggung nya ia menatap ke arah reiji dan yang lainya. .
“ Kalian semua itu menyedihkan naik lah lawan aku!
Akan ku bantai kalian semua!!" Ujar cordelia horor.
“ Apa kau kira aku takut?"
“ Ayo ayato sampai mana perkembangan mu?"
Ayato menarik pedang dari tempat nya menjulurkan ke arah cordelia “ Sampai kebencian ku terbalaskan" ujarnya dingin.
Trang
Treng
Trang
Treng
Cordelia dan ayato saling menyerang satu sama lainya, ayato begitu lihai memainkan pedang namun cordelia lebih unggul dari segi pedang ataupun sihir. . Ayato terduduk lemas karna sudah tak kuat menahan sihircordelia bahkan pedang iblis cordelia semakin lama semakin membesar,
“ Haaah . . Sayang sekali aku harus membunuh anak ku sendiri . . Namun jangan lupakan bahwa aku ini masih ibumu!" Cordelia tersenyum ke arah ayato.
Lalu . .
Jrasss...!!
Cordelia mengayunkan pedang hingga melukai bahu ayato.
__ADS_1
“ Ayato!!"
Ayato tiba-tiba menatap cordelia, tidak dia adalah miku bahkan matanya sudah kembali meredup
Miku menatap bersalah ke arah ayato.
CLANG
Pedang nya terlepas begitu saja, miku berlari ke arah kamarnya mencari sesuatu dari balik laci.
Cukup lama mengobrak-abri akhirnya ia menemukan belati subaru
Subaru ntah sejak kapan sudah berada di kamar miku, gadis itu menunduk sedih ia tak bisa mengontrol seutuhnya tubuh yang ia tumpangi
Perbandingan nya terlalu besar. .
Sakit sekali aku benar-benar tak kuat
Tubuhku rasanya akan hancur berkeping-keping
Subaru mencekik miku hingga tubuhnya terangkat. Miku memeluk belati pemberian subaru menatap ke arah matanya
“ Ntahlah..!"
“ Miku, kau memiliki dua pilihan membunuhku dengan belati itu atau bunuh dirimu sendiri dengan belati itu!" Tegas Subaru.
Air mataku mengalir begitu deras, aku berpikir mungkin akhirnya aku akan jatuh ke dalam akhir yang tragis
" Aku tak mampu!;"
" Apa akhirnya aku akan mati?"
Miku benar-benar tak berdaya memegang belati yang kini hanyalah sebagai jembatan antara hidup dan matinya.
Subaru meningalkan miku, gdis itu terduduk lemah. Lalu muncul seorang dari belakang jendela
Ia menatap miku lalu mengulurkan lengan nya seketika cordelia mengambil alih tubuh miku lagi.
"El?"
__ADS_1
Pria yang di panggil El itu tersenyum lalu menganguk membawa cordelia dalam pelukan hangat miliknya.
††††††
El dan cordelia kini berada di luar mashion kedua nga saling mengombrol berceloteh ria dengan serunya.
Cordelia kaget! Dengan kemunculan laito dari balik langit hitam
Dan di saat bersamaan...!
“ Cordelia bayaran mu untuk ku!!"
Dukk!!
Cordelia terjengkang ke belakang karna el menendang cordelia, semua mata menatap ke arah ku
Di saat itu pohon tumbang menerpa tubuhku,
Cordelia kesal karna tubuh yang ia tumpangi begitu lemah hanya karna pohon sampai berdarah banyak. .
“ Sialan tubuh ini begitu lemah!!"
Shu berdiri di depan cordelia lalu menatap mata cordelia dengan Dingin
“ Kau sudah mati seharus nya berada di tempat mu!!" Sindir shu.
" Uhukk aku tak ingin,"
Mereka kaget...! Tubuh miku semakin lama semakin pedarah sedangkan cordelia masih bersih keras mengunakan seluruh mantra nya.
El memberikan mantra ke arah cordelia hingga tubuhnya kaku ia menatap leher jenjang miku
Dengan nafsu yang tinggi
“ Biarkan aku mencicipi darah mu!!"
El merentangkan taring nya siap menusuk ke leher miku namum di hentikan oleh ayato,
Pedang menghunus ke arah ayato dengan garang“ Ingat lah tubuh nya adalah milik Dada rata dan dia hanyalah milik ku tanpa injinku siapa kau berani mencuri darah nya!!" Jelas ayato kejam.
__ADS_1
Shu dan reiji langsung menghampiri cordelia***. .