
*Hari mulai berganti tak terasa hampir tiga bulan miku melakukan pekerjaan paruh waktu setelah sekolah nya, walaupun tanpa sepengetahuan ayahnya namun miku cukup takut jika kebenaran nya akan terungkap.
Hari libur sudah berakhir kini miku mulai melakukan kegiatan nya sehari- hari sekolah
Masa sekolah sekarang ia sudah masuk universitas.
Pagi hari sekali miku sudah di antarakan oleh ayahnya ke salah satu kampus ternama,
Berjalan beriringan semua mata menatap kedatangan miku gadis itu tersenyum ramah.
" Miku kau kembalilah ke kelas ayah ada urusan!" Ucap ayahnya ke arah miku yang menganguk pelan penuh ketulusan.
Miku berjalan ke arah kelas nya...
Mata nya melotot melihat sisil tengah terbaring di lantai
Membulat kan matanya lebar saat Miku menempel kan tangan ke kening sisil teryata ia demam.
Membawa ke rumah sakit, miku berlarian di koridor mencari para dokter tanpa segaja ia berpapasan dengan seorang sosok aneh yang memakai jubah hitam
Ruangan rumah sakit yang semula ramai kini menjadi diam membuat bulu kunduk miku berdiri di tambah banyak nya kelelawar berterbangan di sekitar rumah sakit.
" Nona?"
" Akh apa?"
" Maaf kan aku? Apa anda kaget?
Nona hari sudah petang sebaiknya anda pulang dulu biarkaan kami yang mengurus teman anda!"
" Hmmmm"
" Pulanglah nona!"
" Baiklah..."
Aku merenung...
Cukup lama berpikir akhirnya aku memilih pergi dari rumah sakit, perjalanan dari rumah membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Tak lama dengan mengendarai kendaraan umur karna aku terlalu takut untuk membawa mobil sendiri
Aku bagaikan putri dalam sangkar . . Setiap kali ayah selalu memerintahkan agar tak keluar lewat pukul 12 malam.
Sesampainya di rumah aku langsung bergegas masuk ke kamar, menutup pintu kasar menyandarkan punggungku pada sandaran ranjang yang lumayan empuk sebenarnya kehidupan ku hanyalah sebagai gadis sederhana
Identitas sebenarnya ayahku adalah seorang pendeta gereja, dan orang yang selalu menjemput dan mengantar kan ku ia adalah paman ku yang berpura-pura menjadikan ku sebagai anak nya.
CKLEK
Tiba-tiba pintu terbuka...
" Ayah?" Tanyaku sambil tersenyum ramah.
" Miku ayah ada urusan ke luar kota, ini adalah alamat rumah teman ku kamu pergilah ke sana!"
" Tapi yah?
__ADS_1
" Miku ayah tak bisa selalu bersamamu jadi pergilah!" Ujar ayah nya. Aku menganguk namun ku lihat tatapan ayah meredup dengan sedikit perasaan sedih.
Malam hari aku tak bisa tidur, mengambil pena dan buku aku membuat buku coretan di dalam nya tulisan yang bahkan aku tak mengerti artinya
Rambut kusut hefff
Keesokan paginya...
Aku merengangkan otot-otot yang kaku dan beranjak ke kamar mandi setelah cukup lama aku keluar dan mendapati ayah sudah siap dengan dua koper yang ku ketahui salah satunya adalah milik ku.
Aku tersenyum menarik koper berwarna hitam dan lekas masuk kedalam mobil jemputan.
Dalam keheningan aku menatap hamparan pepohonan hijau, perjalanan dari rumah ke rumah teman ayah begitu lama bahkan menguras tenaga. Mobil berhenti di sebuah mashion yang sangat besar namun terkesan dingin aku memberikan beberapa uang kertas ke arahnya.
" Terima kasih!" Ujarku pelan.
" Sama-sama nona!" Balas supir itu.
Miku terdiam melihat ukiran pintu yang begitu besar, ia mengetuk beberapa kali namun tak ada sahutan sama sekali.
Tok tok tok . .
Sekali dua kali namun tak ada yang keluar, tiba-tiba hujan turun membuat bulu kunduk berdiri apalagi petir dan Guntur saling bersautan
* KREK *
Pintu terbuka
Miku terkaget dan berjalan masuk kedalamnya.
" Permisi!!"
" Hallo apa kalian mendengar ku?"
Miku bertriak beberapa kali, menyusuri mashion namun tak ada sahutan sama sekali
Miku tersenyum saat melihat seorang tengah terlelap tidur di sofa, hari itu cuaca begitu tak mendukung apalagi petir dan Guntur saling bersautan sekeliling Mashion pun hanya di sinari cahaya rembulan.
" Hallo?" Berjalan ke arahnya namun tak ada sahutan sama sekali, miku memegang tangan nya hendak membangunkan dia namun satu kata yang ia rasakan " dingin"
Aku panik saat tak mendegar detak jantung orang itu, seluruh tubuhnya kaku aku mengotak atik tas mencari keberadaan henpon etelah ketemu aku memencet salah satu no
Dan menghubungkan pihak rumah sakit.
" Ha hallo! Tolong ada orang mat--"
" Berisik sekali!"
" Kamu hidup?
Aku berjalan ke belakang, sosok itu mengangkat satu kakinya merebut henpon miku gadis itu terdiam saat kalimat nya di potong oleh nya.
" Tadi kamu mati?
Kenapa bisa hidup lagi?" Tanya miku ketakutan.
__ADS_1
Sosok barusan tersenyum kecut menertawakan kebodohan gadis di depannya.
" Hei kenapa ada bau manusia di sini?" Tanya sosok lain yang tak jauh dari sana.
" Ka-kamu orang itu?" Miku menunjuk ke arah subaru yang berdecih sebal.
" Hei hei subaru apa kau mengenalnya?" Tanya seorang pemuda tampan namun memiliki nada nakal ke arah subaru.
" Mana ku kenal dia!" Balas subaru.
" Gadis kecil kenapa kau berada di sini?" Tanya sosok yang kini berdiri di belakang miku, miku menengadah melihat wajah tampan dengan mata ungu di balik lensa kacamata.
" Akhh!"
Miku melangkah kebelakang karna kaget
Dari mana orang-orang ini berasal?
" Kenapa ada gadis imut di sini?" Suara berat terdengar dari telinga kiri miku ia terlonjak kaget, sosok pucat membawa boneka mencium kupingnya pelan membuat miku meringis geli.
Miku beranjak dari arah sofa dan menarik kopernya" maaf mungkin ayahku salah memberikan ku alamat!!" Ujar miku pelan.
" Pergi setelah datang tak sopan sekali!" Cibir sosok berkacamata barusan.
" Tapi aku kan...!!"
" Shu apa kau tau kedatangan gadis ini?
Kenapa gadis ini bisa datang ke kastil kita?" Tanya reiji ke arah sosok yang kini tengah tertidur di sofa di samping keberadaan subaru.
" Mungkin saja!"
" Apa maksud mu shu?" Tanya mereka serentak.
" Orang itu memberitahu ku agar memperlakukan dia dengan baik dan jangan membunuh nya nama marganya yamakaze!"
Orang yang di panggil shu beranjak dari tidurnya menatap miku yang menegang,
" Jangan takut siapa namamu?
Aku adalah reiji anak kedua, dia adalah shu anak pertama, sedangkan orang berwajah datar dengan rambut merah adalah ayato, yang di sebelah kiri dia adalah laito dan yang membawa boneka adalah kanato!!" Reiji memperkenalkan mereka satu persatu menunjuk kearah mereka.
" Cih!!"
" Gadis imut..
" Dada rata!!"
" Akh aku ingin membelai mu," ujar laito genit.
" Aku namaku adalah yamakaze Miku!" Balas miku pelan.
" Miku? Dia adalah subaru anak bungsu bukannya kalian sudah saling kenal
Untuk sekarang kamu bisa tingal bersama kami!!" Jelas reiji.
__ADS_1
Miku terdiam ia tak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya pasrah menganguk saja dengan perasaan aneh karna ke 6 orang pemuda yang akan tingal bersama nya memiliki hawa aneh
Mungkin ini perasaan ku saja*!