Sakamaki The Blood Vampire

Sakamaki The Blood Vampire
,.....


__ADS_3

***Ruby berdiam diri di balkon.


Bagaimana keadaan gadis itu? Sudah beberapa Minggu aku tak melihat kedatangan dia ke sekolah, mana bisa aku berdiam diri membiarkan anak yang telah ku lindungi selama ini menderita..? Aku rindu sekali dengan nya


Kira-kira bagaimana para sakamaki sialan memperlakukan mereka..?! Miku sudah mengatakan jika dia di kirim ayah nya ini sangat ganjil . . Orang itu juga menyuruhku melindungi miku hingga usia 20 tahun masih ada waktu beberapa bulan lagi...


" Ruby!" Mahasiswa menghapiri ku.


“ Ada apa?"


“ Kenapa kau sedih? Ada apa?"


" Bukan urusan mu...!


Mahasiswa itu terdiam lalu teringat sesuatu “ Oh yah ruby, katanya El menghilang dari bangsa vampire tanpa jejak..." Ujar mahasiswa tersebut yang merupakan bangsa vampire juga.


Ruby membelatakan matanya dan mahasiswa itu ketakutan. Ruby berjalan meningalkan mahasiswa itu tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi membuat bingung saja.


" Pasti ada yang salah...!"


" Tunggu aku miku,"


Mashion sakamaki . .


Ayato memungut kalung salib milik miku lalu mencium nya, menatap lekat kalung yang ia pungut dari tempat kejadian barusan ia memasukkan kedalam sakunya


Hari demi hari berlalu para sakamaki mulai tak tahan ingin meminum darah miku namum gadis itu masih belum tersadar dari tidurnya,


" Dada rata!!" Ayato menemui miku.


Wajah miku masih memucat dalam peti kaca.


“ Kau semakin lama semakin pucat. . Apa aku harus mengubah mu jadi vampire?"


“ sudahlah!


Aku pergi dulu..!!"

__ADS_1


Seperginya ayato dari sana sosok lain muncul.


" Miku!!"


“ Kenapa kau bisa seperti ini! Bagaimana aku tega membiarkan mu seperti mayat begini?!" Ucap ruby


Ruby berjalan ke arah miku dan memangku miku


Wajah gadis itu mengingat ruby akan satu hal


Yaitu kehancuran bangsa nya.


Ruby memejamkan matanya lalu sihir ruby mengelilingi membuat para sakamaki sadar akan perlindung yang telah di tembus.


" Gawat" reiji terkejut.


Shu yang sedang terbaring di kasur langsung berdiri“ merepotkan!!"


Kanato dan yang lainya langsung bergegas menuju ke arah dimana miku berada..


" Hentikan!" Ayato geram lalu membanting ruby tubuh miku langsung terjatuh ke bawah.


Ruby memegang tangan nya“ Sialan!" Triak nya marah.


Ruby mengempal kan tangan nya kuat.


“ kenapa kalian membuat Scarlett seperti ini?


Apa hak kalian menjadikan Scarlett seperti sebuah boneka? Aku susah payah melindungi ... Scarlett dari ia bayi hanya untuk memastikan keselamatan nya sampai berumur 20 tahun....?!"


" Apa maksudmu mu?


Dengar kau makhluk jadi-jadian bahkan jika miku di lindungi oleh mu bukan kami yang memutuskan membuat miku menjadi ternak melainkan dia dikirim keluarga nya sendiri!!" Jawab Shu dingin.


Ruby marah karna di ejek mahluk jadi-jadian “ Kau vampire sialan! Keluarga miku sudah di bantai saat ia lahir dan dia hidup di panti asuhan!!"


Ruby marah benar-benar marah ia mengempalkan tangan ... Amarah benar-benar meluap,

__ADS_1


“ Sebaiknya kau pergi mahluk jadi-jadian!!"


“ Cih!!"


Ruby mendekat ke arah miku dan hendak mengambil nya juga namun di hentikan oleh reiji


Reiji memegang bahu ruby hingga mundur beberapa langkah.


“ Jika kau ingin dia selamat maka tempat terbaik adalah peti mati itu!!'


" Baiklah!


Namun jika dia sampai mati awas aja kalian..!" Sempat berpikir beberapa saat akhirnya Ruby mengalah dan pergi dari sana.


Mereka berenam langsung saling tatap lalu menganguk satu sama lainya,


Ayato memilih untuk menemani miku di sana


Bersama dengan subaru yang ntah sejak kapan orang pemarah itu menjadi sediki mentorenransi.


“ Kenapa kau di sini?" Tanya ayato.


“ suka-suka aku lah...!!"


" Subaru apa mungkin kau menyukai dada rata


Atau kau merasa bersalah karena memberikan pilihan itu?" Ejek ayato ke arah subaru.


Subaru tersenyum kecut“ berkaca dahulu, alibi saja kau . . Bukan nya ibumu yang dulu membuat ulah!!" Tembal subaru sukses membuat ayato kalah telak.


Subari menatap miku “ Jangan lupakan jika aku yang pertama bertemu dengan nya!!"


" Jadi itu bener?"


Ayato terkejut karna Subaru mengatakan itu namun subaru langsung diam ia memilih mendudukkan dirinya di samping peti mati miku dengan mengangkat sebelah kakinya menjadi sandaran wajah nya memejamkan mata nya,


Ayato terdiam lalu pergi meningal kan mereka di sana***.

__ADS_1


__ADS_2