
" *menyebalkan. . ."
" Aku ingin pulang ke rumah!"
Miku marah sesekali memukul tembok serta merintih kesakitan saat lengan nya terluka
Mata nya menyedu, butiran bening tak bisa di tahankan lagi dan jatuh begitu saja dengan derasnya Miku memeluk lututnya
Dingin jalanan tak membuat perasaan dirinya membaik panas bagaikan terbakar api.
" Hiks . . Hiks . . Hiks . ."
Miku menengadah ke atas melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip “ Kenapa? Aku ingin pulang?" Miku menenggelamkan wajahnya pada kedua lutut.
Mata nya menyedu, emosi sungguh emosi
Ingin memberontak dan seakan jiwa tergoyah
Jika dia menjadi pembunuh berdarah dingin maka se desa pun akan habis ia bunuh tanpa menyisakan satu pun emosi menguasai diri miku.
Langkah kaki berjalan le arah nya miku menoleh ke samping, ayato berdiri tak jauh dari tembok yang ia sandarkan. . Mata hijau ayato menatap geram ke arah nya seperti biasa ayato bersikap angkuh serta menyombong diri di hadapan siapapun.
“ Dada rata apa yang kau lakukan,"
" Aku tak ingin bicara dengan mu..."
" Hah??"
Ayato berkaca pingang mencondongkan tubuh nya ke hadapan miku,
“ Kau salah makan obat?"
" Jangan dekati aku!!"
Bentak miku lagi membuat ayato tersentak
Heran berpadu takut karna gadis yang biasanya lembah lembut serta oenatkut menjadi begitu galak bahkan berani membentak dirinya?
__ADS_1
Aku perlahan berdiri dan menarik dasi ayato hingga sedikit membungkuk ku usap wajah ayato yang sedikit keheranan, dengan senyuman kecut aku melayangkan tamaran
Masa bodo jika aku mati
Masa bodo jika para vampire akan membunuhnya
Karna semua orang tak pernah merasakan apa yang ku rasakan.
“ PLACK!"
Ayato teperanjat berjalan mundur beberapa langkah, di sekanya sudut bibir yang berdarah
Gadis ini berani sekali dia menampar dirinya. .
Miku memegang tangan nya panas wajah ayao bagaikan balok es begiti dingin“ Pergi!!"
“ Dada rata kau kenapa?"
“ Ku bilang pergi ayatoo...!'
Hais, ayato mengalah dan pergi dengan jurus transportasi. . Miku berlarian masuk kedalam taman bunga mencari tempat paling sepi untuk menangis hati nya kacau. . Galau karna miku tak bisa merasakan apa yang dirasakan semua orang
Kenapa apa orang tuaku tak peduli?
Jeruji besi yang mereka buat dan kirimkan untuk ku tempati begitu kokoh bagaimana aku bisa kabur dan memberontak?
“ Hahaha sangat menyedihkan!!"
“ kenapa?
Kenapa? Hanya aku saja?
Bagaimana semua orang hidup enak sedangkan aku menderita ini tak adil!!" Triak miku frustasi di ambang ke marahan.
Tengah malam. .
Angin menerpa wajah ku dengan pelan aku mendongkrak menatap sosok berbaju putih tengah memandang ku ramah. .
__ADS_1
“ Ka-kamu si-siapa?" Tanya miku gugup.
Sosok itu tersenyum dan mendudukkan dirinya di kursi kayu menatap miku dari atas ke bawah.
“ Eva!
Kamu pewaris darah eva!" Jawab sosok itu.
" apa maksudmu?"
“ Jangan pungkiri semua itu eva...!"
Miku terdiam “ Kamu siapa?"
“ vampire white rose,"
Seketika jantung miku berdetak kencang, miku memegang dada sakit. .
Helaian putih rambut sosok itu menyapu wajah miku, tangan nya mendorong Miku menjauh dari sana“ Eva pergilah!!" Tuturnya.
Miku sontak saja membuka matanya di lihat hari menjelang subuh, mendegus kesal Teryata semua hanya mimpi... Ia tertidur di taman tanpa menghiraukan bahaya yang akan datang.
“ Mimpi?"
Pijakan pelan membuat miku menyadari keberadaan sosok yang berdiri di sampingnya.
“ Kau!
Kembali ke kamarmu!" Printah nya dengan suara berat.
" Ta-pi a-ku!!"
“ Jangan membantah ucapan ku!" Subaru menegaskan kalimatnya membuat miku mau tak mau mengikuti subaru memasuki mashion.
Keadaan begitu sepi tanda nya bahwa semua orang tengah terlelap dalam tidurnya,
Subaru membuka pintu kamar miku
__ADS_1
Gadis itu masuk dengan cepat subaru menarik Gangang pintu dan menguncinya dari luar ingin protes namum miku tak bisa melawan subaru yang sangat pemarah itu*.