Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Panggilan Pekerjaan


__ADS_3

Tak terasa anak ku Alif sekarang sudah berusia tiga bulan, badan nya sudah terlihat gembul dan sudah bisa ngoceh kalau di ajak berbicara.


Entah itu benar yang di katakan orang, kalau setiap anak itu ada rezki nya. Karna sekarang itu yang aku rasakan, tepat di usia anak ku tiga bulan, mas angga mendapat kan panggilan kerja di suatu instansi pemerintahan, sebagai sopir karna memang itu keahlian nya dari dulu di tambah mas Angga hanya tamatan SMP.


Saat mendapat kabar itu, sungguh aku sangat bersyukur. Bersyukur setidak nya untuk biaya makan tidak lagi bergantung kepada orang tua mas Angga, karna selama ini aku sangat tidak enak kalau harus bergantung terus perihal makan, kadang saking tidak enak nya aku sering menahan lapar, kadang makan hanya sekali saja dalam sehari.


"Alhamdulillah, sayang aku di terima kerja disana." ucap mas Angga saat kembali dari interview.


"Alhamdulillah kalau begitu, Mas. Aku sangat bersyukur banget setidak nya kita tidak merepot kan mama lagi masalah makan."


"Iya sayang, mudah-mudahan ini awal yang baik ya untuk keluarga kita."


"Iya Mas, mudah-mudahan" ucap ku yang saat itu sedang menyusui anak ku.


*****


Pagi sudah menyapa, mas Angga sudah bersiap untuk bekerja, ini adalah hari pertamanya mas Angga masuk kerja.


"Hati-hati bawa motor nya ya Mas, jangan ngebut-ngebut, ingat kami yang selalu menunggu kamu di rumah."


"Iya sayang, do'ain aku ya agar kerja nya lancar." ucap mas Angga sembari mengecup puncak kepala ju, sungguh ini seperti Dejavu bagi Ku, saat awal pertemuan kami dulu, sikap mas Angga manis seperti ini, ingin aku menjadi egois agar M


mas Angga selalu bersifat seperti ini.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya. Jaga anak kita baik-baik." ucap mas Angga sambil berjalan menuju motor butut kesayangan kami semua.


" Alif, Papa kerja dulu ya, do'ain papa supaya kerjanya lancar, biar nanti bisa belikan mainan untuk Alif ya." ucap mas Angga pamitan kepada Alif, yang di jawab dengan ocehan yang tidak bisa kami mengerti.


Setelah pamitan, mas Angga segera berlalu dari hadapan kami, saat mas Angga menghilang dari pandangan aku pun segera masuk untuk memandikan Alif.


"Anak mama mandi dulu ya, udah ucuk ini." ucap ku mengajak Alif berbicara.

__ADS_1


"Aaa... oo... aa" ocehan yang keluar dari mulut Alif, yang membuat aku tertawa mendengar kan nya, sangat mengemas kan.


Yah, saat Alif lahir aku yang selalu memandikan nya, Mlmama mertua ku hanya sekali-kali saja memandikan nya, di tambah aku sendiri pun tidak ingin merepot kan orang lain, itu prinsip yang selalu aku tanam kan dalam diri ku, selama masih bisa aku kerjakan sendiri, ya aku kerjakan.


Di tambah sekarang sudah berbaur lagi, mama mertua ku sering menunjukan rasa tidak suka nya dalam beberapa hal, entah lah, kalau mama mertua lagi tidak bagus mood nya, aku juga kadang ikut kena semprot.


Padahal kalau di pikir-pikir aku sudah sama hal nya seperti pembantu di atas rumah ini, bagaimana tidak..!! Semua pekerjaan rumah ini aku yang kerjakan, belum bangun penghuni rumah ini, aku sudah sibuk dengan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci piring, membereskan rumah, hingga halaman rumah pun tak ketinggalan.


Tapi semua yang aku lakukan tidak berarti sama sekali, tidak di hargai. Padahal di rumah ini juga masih ada anak gadis, adik ipar ku yang seharusnya bisa membantu pekerjaan rumah ini, tapi nyatanya tidak..!! Dia hanya santai-santai rebahan sambil main HP, saat sambal selesai aku masak, dia yang pertama ngambil piring untuk makan, usai makan pun piring kotor di taruh sembarangan tanpa di cuci. Entah lah, saat itu aku hanya bisa ngebatin.


"Anak pintar, udah ngak nangis lagi ya mandi nya, jadi anak yang sholeh ya, Nak" ujar ku sambil memandikan Alif.


Tak perlu waktu lama untuk ku memandikan Alif.


"Huummm, udah ngak ucuk lagi nih anak Mama, udah wangi habis mandi ya."


"Aa... Ooo.. emm," ocehan Alif yang keluar dari mulut mungil nya.


Aku bersyukur, semakin hari Alif tidak lagi serewel pas baru lahir dulu, karna memang waktu itu Asi ku belum keluar. Sekarang kalau dia sudah kenyang pasti bawaan nya tidur, kalau pun lagi bangun pasti main saja sendiri, jadi tidak mengganggu pekerjaan ku sama sekali.


Saat sudah tertidur, aku taruh di atas kasur. Aku tidak membiasakan Alif tidur di ayunan, karna tidak mau menjadi kebiasaan untuk Alif nantinya.


******


"Assalamu'alaikum." ucap mas Angga saat masuk kedalam kamar, dimana aku sedang menyusui Alif.


"Walaikumsalam, Mas." jawab ku sembari berdiri menyalami mas Angga.


"Bagaimana Mas, Kerjaan hari ini..??" tanya ku lagi.


"Alhamdulillah lancar sayang, lagian kan posisi aku di sana hanya sopir, jadi pekerjaan nya tidak terlalu berat,"

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu Mas, oya mau mandi dulu atau makan." tanya ku sambil menaruh Alif yang sudah tertidur di atas kasur.


"Mandi dulu lah sayang, gerah." ucap mas Angga sembari mencium pipi gembul Alif, dan berlalu ke kamar mandi.


Saat mas Angga mandi, aku keluar kamar untuk mempersiapkan makan untuk mas Angga sekalian membuat kan kopi untuk nya. Saat semua nya beres aku kembali kekamar sambil membawa makanan dan juga kopi untuk mas Angga.


Tak lama mas Angga masuk kekamar, dengan wajah yang terlihat jauh lebih segar.


"Ini Mas, makanan nya."ucap ku menaruh nya di atas nakas.


"Iya, makasih yah sayang." ucap mas Angga sambil mengecup puncak kepala ku, sungguh ini yang aku ingin kan selama ini.


Mas Angga makan dengan lahap nya.


"Jujur aku sangat lapar sekali sayang, dari pagi ngak makan soal nya." ujar mas Angga, yang membuat hati ku sakit dan sedih mendengar nya, karna memang mas Angga tidak punya pegangan uang sedikit pun, hanya untuk membeli minyak motor saja.


"Ya Allah Mas, kalau begitu besok bawa bekal saja lagi Mas." tawar ku yang di angguki oleh mas Angga sebagai jawaban nya.


*****


Malam harinya, mas Angga kembali dengan aktivitas nya, yang membuat aku jengkel melihat nya, apalagi kalau bukan bermain PS.


"Mas, lebih baik istirahat saja yuk, besok kan kerja,"


"Bentar saja sayang, kamu duluan saja,"


"Benar ya Mas, besok telat lagi bangun nya."


"Iya sayang, janji." ucap mas Angga nyengir dengan mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


Aku kembali kekamar untuk istirahat, karna jujur badan ku terasa sangat lelah karna seharian bekerja.

__ADS_1


__ADS_2