Sakitnya Di Khianati

Sakitnya Di Khianati
Sakitnya Di khianati


__ADS_3

Sore nya Mas Angga pulang dengan raut wajah yang sangat-sangat bahagia sekali.


"Assalamu'alaikum." ucap Mas Angga saat masuk kedalam rumah dengan membawa kantong yang ada gambar hp nya.


"Walaikumsalam." jawab Ku cuek.


Aku diam tanpa banyak pertanyaan, malah anak-anak yang pada heboh melihat kantong yang di bawa Mas Angga.


"Papa beli hp balu." ucap Alif sambil mengeluarkan kan isi kantong tersebut yang berisi kotak hp yang sudah kosong.


Alif sibuk mengotak atik isi kotak hp tersebut, sedang kan Mas Angga tidak menyahut hanya duduk di ruang tamu, dengan mata dan jari tangan nya fokus ke hp.


Karna tidak ada niatan dari Mas Angga untuk bercerita, akhirnya Aku yang bertanya.


"Katanya ngak mau beli hp, terus ini apa?"


"Mau bagaimana lagi sayang, ada teman Ku yang nawarin hp, ya sudah Aku beli."


Ku hela nafas berat sebelum melanjutkan ucapan Ku selanjutnya.


"Ah terserah kamu lah, Mas. Aku ngak ngerti jalan pikiran kamu. Kalau tau kamu mau beli hp mungkin kemaren Aku ngak jadi beli hp nya, sayang uang nya."


Tidak ada sahutan, Ku lihat Mas Angga ternyata fokus nya ke hp yang ada di tangan nya.


"Mas, Aku ini ngomong sama kamu. Tolong lah hargai orang yang lagi ngomong sama kamu."


"Iya Aku dengar kok sayang."


"Ah sudah lah, terus saja begini kalau sudah dengan hp. Lama-lama Aku capek sama kamu." ucap Ku dan berlalu meninggal kan Mas Angga.


********


Semenjak kejadian waktu itu, Aku sudah menerima semua nya. Aku ikhlas, toh yang akan membayar hutang Bank nantinya juga dia.


Semua masih berjalan dengan normal, walaupun Mas Angga sibuk dengan hp nya bermain game online yang Aku tidak paham cara main nya. Tidak ada sedikit pun Aku menaruh curiga dengan nya.

__ADS_1


Dari pulang kerja duduk di ruang tamu hanya untuk bermain game online, istirahat kalau mau mandi saja, habis itu di lanjut lagi bermain game online nya hingga jam dua atau jam tiga pagi.


"Mas, udah jam berapa ini, hah..? sudah lah Mas main game terus, nanti dapat penyakit baru tau rasa." ucap Ku saat terbangun mau ke kamar mandi.


"Iya bentar lagi." jawab nya dengan mata masih fokus ke layar hp nya.


"Bentar lagi kapan? sudah jam tiga pagi loh ini!"


"Iya, bentar lagi nanggung nih."


Lagi-lagi Aku hanya menghela nafas kasar, Aku seperti ini bukan untuk Ku, bukan untuk kepentingan Ku. Tapi untuk kebaikan nya juga, Aku hanya tidak ingin dia nanti sakit karna kurang istirahat dan suka begadang hingga subuh menjelang.


Aku lanjutkan langkah menuju kamar mandi, sambil ngomel-ngomel. Saat kembali ke kamar Ku lihat Mas Angga sudah berbaring di atas kasur, dengan hp yg di taruh di samping nya.


Aku pun melanjutkan kembali tidur ku.


*******


Pagi nya saat bangun yang di periksa dan di lihat hp nya, dan lanjut lagi main game online nya.


"Mas, duduk lah lagi, kopi nya sudah Aku siapin. Nanti telat lagi berangkat kerjanya."


"Iya bentar lagi sayang."


"Mas, tolong lah sekali-kali dengar kan kalau Aku ngomong, Aku ngak pernah nglarang kamu main game, tapi tolong ingat waktu dan juga luang kan waktu untuk Aku dan juga untuk anak-anak."


"Ini Aku perhatikan semenjak punya hp kamu lupa waktu, suka begadang sampai pagi, ngak ada waktu untuk Ku dan juga anak-anak."


"Apa segitu penting nya hp dan game kamu itu, sehingga kamu lupa dengan kami?" ucap Ku menggebu-gebu.


Entah lah, Aku tidak tau ini sudah ke yang berapa kali nya ribut masalah hp.


Lagi, tak ada jawaban dari mas Angga. Ini yang kadang membuat Aku kesal karna setiap perkataan Ku kalau sudah membahas hal semacam ini, tidak pernah di respon oleh mas Angga.


Karna masih tidak ada respon, Aku pun beranjak meninggal kan nya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

__ADS_1


Tak lama Ku lihat mas Angga menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Dan bersiap untuk berangkat kerja.


*******


Hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan, begitu pula bulan berganti tahun.


Tapi tetap kesalah pahaman karna hp masih juga sering terjadi, tapi kali ini lain hal.


Entah kenapa hati Ku tidak tenang, Aku penasaran ada apa sebenar nya di Hp nya itu, sehingga begitu betah bermain game tersebut seharian.


Saat bangun tidur tengah malam, Ku lihat mas Angga sudah tertidur dengan lelap nya. Ku beranikan diri untuk men-cek hpnya itu.


Pertama kali yang Ku cek aplikasi yang berwarna hijau, yah aplikasi whatsapp, Aku klik dan ternyata tidak ada yang mencurigakan.


Kembali Ku klik aplikasi game online yang sering di main kan nya itu, yang membuat dia lupa waktu. Saat sudah masuk kedalam Akun nya, Aku periksa satu persatu yang pastinya asal tekan saja, karna jujur saat melihat game ini membuat Aku pusing sendiri.


Dan ternyata di game ini ada ruang chat nya, karna penasaran Aku klik. Dan apa ini!! story chat'an nya dengan perempuan lain.


Oh astaga, hati Ku langsung mendidih membaca chat demi chat yang ada di sana, bercanda dan melempar kan rayuan demi rayuan.


"Bunda nya ayah, hebat deh"


"Senyuman mu membuat Aku terpesona."


"Woy!! jangan ganggu bunda gua, bunda hanya milik gua, paham kalian!!"


Dan masih banyak lagi isi chat'an mas Angga yang membuat hati ini sakit membacanya.


Hati Ku tidak bisa terima ini, langsung Ku screenshot dan kirim ke Whatsapp Ku untuk bukti nantinya. Setelah puas Aku keluar dari game tersebut.


Ku letak kembali hp milik nya, dan langsung membuka hp Ku. Ku kirim semua yang Ku screenshot tadi ke whatsapp nya.


Air mata yang tidak bisa Ku tahan lagi, sudah mengalir dengan deras nya.


"Ternyata ini yang membuat kamu sampai lupa waktu, sampai ngak ada waktu untuk kami. Tega kamu Mas!! Aku yang setiap hari capek seharian di rumah, Aku yang ngurus makan dan minum kamu, Aku yang jadi babu dua puluh empat jam di rumah ini. Tapi malah orang lain yang dapat pujian nya, perempuan lain yang kamu rayu-rayu, perempuan lain yang kamu gombalin. Apa masih kurang Aku ngebabu di rumah ini, hah!! sampai kamu tega menyakiti perasaan Ku seperti ini. kalau sudah bosan dengan Ku bilang!! jangan seperti ini." tulis Ku dengan berurai air mata, mengeluarkan rasa kecewa dan sakit hati Ku. Dan langsung Ku kirim ke whatsapp nya.

__ADS_1


Ternyata, memang sakit rasanya di khianati oleh orang yang selama ini kita percaya, orang yang selama ini kita cinta dan sayangi sepenuh hati dan jiwa, apalagi orang itu berstatus sebagai seorang 'Suami'


__ADS_2