
Pagi nya Aku masih diam seribu bahasa, walaupun Mas Angga sudah beberapa kali mengajak untuk ngobrol
Walaupun Aku marahan dengan Mas Angga, tapi tetap kewajiban Ku sebagai seorang istri Aku kerjakan, mulai dari menyediakan baju untuk kerjanya, bekal makan siang nya, sampai kopi pun tidak lupa Aku sedia
"Sayang, ini uang untuk belanja dapur nanti sore" ujar Mas Angga saat Aku akan melangkah keluar kamar
Aku berhenti, dan membalikan badan menatap uang yang di sodor kan Mas Angga kepada Ku
Tanpa menjawab, langsung Ku ambil uang nya dan berlalu pergi keluar dengan menggendong Alif
"Sayang... " teriak Mas Angga memanggil Ku lagi, tapi Aku tetap terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan nya
Entah lah, Aku orang nya mudah sekali untuk bersedih, kalau hati Ku sudah sedih baik karna ucapan atau perbuatan, maka Aku akan diam tanpa mau berbicara sedikit pun
Aku pergi keluar rumah, dengan membawa sepeda dorong untuk Alif, yang sengaja Aku belikan untuk Alif di saat usia nya menginjak satu tahun sebagai hadiah ulang tahun nya yang pertama di saat itu
Aku mengajak Alif berjalan-jalan dengan sepeda dorong nya, terlihat bahagia Alif pagi itu. Karna semenjak kakak ipar Ku pindah kesini aktifitas Ku dan Alif selalu di dalam kamar, jarang main keluar. Karna kalau sudah keluar pasti akan selalu rebutan mainan antara anak Ku dan juga anak nya kakak ipar Ku, kalau untuk Ku tidak masalah. Karna yang namanya anak-anak pasti sering rebutan seperti itu, nanti juga baikan lagi. Tapi berbeda dengan kakak ipar Ku, kalau anak nya menangis pasti nanti akan di ambil hati, ujung-ujung nya akan ribut
Jalanan terlihat ramai oleh motor yang lalu lalang, karna ini sudah jam nya anak-anak kesekolah dan masuk kerja juga bagi karyawan kantoran
"Sudah yah, Nak. kita putar balik kerumah lagi, oke" ujar Ku saat kita sudah berada lumayan jauh dari rumah
"Lagi.. Mah, lagi.. " rengek Alif minta terus jalan, tidak mau di ajak pulang
"Eh, kalau terus jalan, nanti pulang nya mama capek loh" jawab Ku dengan raut wajah di buat sedih
"Besok, lagi yah kita jalan-jalan nya" sambung Ku lagi
"Yey, besok naik sepeda lagi" teriak Alif girang, Aku langsung memutar balik arah sepedanya menuju rumah
Di pertengahan jalan, Aku berpapasan dengan Mas Angga yang akan berangkat kerja, tapi Aku hanya menunduk,tidak ingin melihat nya sama sekali
__ADS_1
Mas Angga menghentikan laju motor nya di dekat sepeda Alif
"Sayang, Aku berangkat yah" pamit Mas Angga yang Ku jawab dengan anggukan saja tanpa suara
"Anak Papa jangan nakal yah, jagain mama. Oke" titah Mas Angga kepada Alif
"Oke, papa" jawab Alif
"Ya sudah, papa kerja dulu yah, dadah jagoan papa"
"Dadah, papa" jawab Alif sambil melambai kan tangan nya saat motor yang di kendarai Mas Angga berlalu meninggal kan kami
Kadang ada rasa bersalah juga timbul di hati Ku setelah mendiamkan Mas Angga, karna hal sepele
Aku kembali mendorong sepeda Alif, tak lama kami sampai di rumah. Aku langsung masuk sambil menggendong Alif, tak lupa sepedanya juga Aku bawa masuk
"Oke, sudah sampai" ujar Ku kepada Alif
"Oke, mama. yey..!! mandi belenang yah, mah" girang Alif saat mendengar kata mandi
"Astaga..!! anak ini hantu nya air, tidak pernah menolak kalau sudah bersangkutan dengan air, langsung semangat empat lima saja" gumam Ku
Tanpa banyak bicara lagi, langsung Ku bawa Alif menuju kamar mandi, Ku hidup kan air dan menampung nya di ember besar, yang biasa di pakai Alif untuk berendam, eh salah deng 'Belenang' kata Alif. Entahlah Aku pun bingung, tapi ya sudah lah yaa yang penting Alif nya bahagia
Aku biar kan Alif bermain air sepuas nya
"Alif, tunggu di sini sebentar, yah.Mama mau ambil handuk dulu, jangan manjat-manjat, tidak boleh lompat-lompat, dengar..??" titah Ku
"Iya, dengal Mama" jawab Alif yang lagi sibuk dengan mainan bebek nya
Aku bergegas ke kamar untuk mengambil handuk, karna jujur Aku sangat khawatir kalau meninggal kan Alif sendirian di kamar mandi, karna kamar mandinya sedikit licin. Dan di tambah ada trauma juga di kamar mandi ini
__ADS_1
Dulu, pernah Alif terjatuh di kamar mandi ini, saat usia nya masih delapan bulan. Saat Aku mau menyebokan nya sehabis buang air besar, Ku berdiri kan Alif di antara kedua kaki Ku menghadap ke arah belakang, entah apa yang mau di ambil nya di belakang Ku saat itu, akhirnya pegangan nya di kaki Ku terlepas, yang membuat dia terjerembab kebawah, tidak sempat Ku menahan nya karna tangan Ku yang satu bersabun dan yang satunya lagi pegang gayung
Untuk sesaat, tidak terdengar suara tangisan nya. Tak lama baru terdengar suara tangis nya yang cukup keras, karna memang sangat sakit. tempat jatuh nya itu lantai nya masih kasar, kebayang bukan seperti apa sakitnya
Tanpa pikir panjang, langsung Ku angkat tubuh nya, yang saat itu posisi nya tengkurap, jangan di tanya jantung Ku saat itu, badan Ku menggigil, membayang kan kepalanya nya akan berdarah, Ku balik tubuh nya, periksa apakah ada luka atau tidak. Ternyata tidak ada yang terluka, hanya saja kening nya benjol cukup besar berwarna merah keunguan
Mama mertua Ku sampai berlari juga kekamar mandi, setelah mendengar tangisan Alif
"Alif, kenapa..??" ucap mama mertua Ku saat Aku sudah berada di ambang pintu kamar mandi dengan Alif yang masih menangis
"Jatoh, Mah" jawab Ku singkat, karna jujur jantung Ku masih belum stabil, badan menggigil apalagi setelah melihat benjolan di kening Alif, membuat hati Ku sedih ingin rasanya menangis juga
"Sini, ngak apa-apa, tanda nya anak kuat itu yah, Nak" ucap mama mertua Ku sambil mengambil alih Alif dari gendongan Ku, yang membuat Aku langsung terduduk lemas di kursi
"Ngak apa-apa, udah" ucap mama mertua Ku, mengambil baju nya di tiup-tiup lalu di tempel kan ke kening Alif yang benjol, katanya supaya nanti benjolan nya hilang. Entah lah Aku hanya manut memperhatikan nya, karna memang di kampung Ku pun masih mempercayai hal-hal semacam itu, entah itu mitos atau bukan
Tak lama tangis Alif mulai berhenti, dan mencondong kan badan nya ke arah Ku minta di gendong, Aku segera bangkit dan menggendong nya, langsung memberikan nya Asi
"Mah, sudah" ucap Alif yang membuyar kan lamunan Ku
"Oke, sini mama kasih sabun dulu, biar wangi" Aku langsung menyabuni Alif, tak lama ritual mandi pun selesai, Aku bergegas ke kamar untuk makai kan baju Alif
"Pakai minyak telon dulu, biar ngak masuk angin" ucap Ku sambil membaluri seluruh tubuh Alif dengan minyak telon
"Nah, sekarang baru wangi" ucap Ku mencium pipi Alif
"Mah, mamam" ucap Alif menunjuk ke arah mejikom
"Baik lah, tunggu di sini dulu, mama mau ambil piring dulu" ucap Ku bangkit, dan berlalu keluar untuk mengambil piring. Yah, Alif sekarang sudah tidak lagi menyusu, jadi sekarang lebih sering makan, Alhamdulillah Alif pun tidak pemilih masalah makan, jadi tidak susah memikir kan lauk untuk nya, karna apa lauk yang kami makan, Alif pun bisa makan
"Ini, makan yang banyak, biar cepat gede" ucap Ku menyodorkan kan piring berisi nasi dan lauk ke hadapan Alif. ya Alif tidak lagi di suapi kalau makan, dia lebih suka makan sendiri
__ADS_1